Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Saturday, June 13, 2009

KOALISI DAN ISI KUALI

Umumnya kamus ilmu politik mengartikan ”koalisi” secara netral sebagai ”penyatuan sementara sejumlah partai yang memiliki kepentingan serupa untuk memperkuat pemerintahan”. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, juga cenderung memberikan makna yang sama netralnya: ”kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara di parlemen”.

”Koalisi” dibawa masuk ke dalam bahasa Indonesia sebagai serapan dari bahasa Inggris. Dilihat dari asal-usulnya yang lebih jauh, ia berasal dari bahasa Latin, mulai digunakan pada awal abad ke-17. Sejalan dengan perkembangan (kehidupan dan ilmu) politik yang semakin modern, kata ini kemudian banyak digunakan sejak akhir abad ke-18. (Koalisi, Eep Saefulloh Fatah, Edisi. 16/XXXVIII 08 Juni 2009)

KOALISI – di Indonesia – ternyata tidak ditentukan oleh kesamaan visi dan misi partai. Ia lebih ditentukan oleh ISI KUALI. Tak heran manakala menjelang tenggat pendaftaran Capres/Cawapres, para petinggi partai saling bersibaku loncat dari koalisi yang satu ke koalisi yang lain.

Dari balik kesibukan politikus dan partai politik bertarung dalam pemilihan presiden hari-hari ini, lanjut Eep, yang kita temukan adalah degradasi kata ini. Ia cenderung dimaknai sebagai upaya elite dan partai untuk menyatukan kepentingan mereka yang sempit, sepihak, dan tak berurusan dengan hajat hidup dan kesejahteraan orang banyak.

Friday, May 22, 2009

Gara-gara Beli CD Meat Loaf Murahan

Meskipun saya adalah penggemar Genesis, satu dua lagu saya juga suka musiknya Meat Loaf. Yang paling saya suka adalah I Will Do Anithing For Love. Dirilis tahun 1993 dan memperoleh Grammy Award Tahun 1994 (?) untuk komposisi musiknya, yang memang aduhai itu. Saya pernah memiliki kaset itu. Tapi kini sudah raib, berpindah dari tangan ke tangan.
Mencoba cari di internet – yang gratisan – ternyata nggak ada. Saya mencari di toko, pun sudah tak ada yang jual. Memang termasuk lawas itu lagu.
Suatu saat, ketika saya membelikan DVD Barbie untuk anak saya, terlihat oleh saya DVD berjudul Meat Loaf Live with the Melborne Symphony Orchestra. Karena di dalamnya ada lagu I’d Do Anithing tadi, kontan saya beli, setelah dicoba terlebih dulu.Cover Meat Loaf
Dengan penuh semangat saya pulang dan mencoba menikmati secara utuh.
Sial!
Ternyata hanya berjalan 4 lagu saja. Selebihnya error. Saya coba bersihkan, baik player maupun DVD-nya. Nihil. Saya coba di komputer. Setali tiga uang.
Tapi kemarin, saya ingat. Di situs waptrick.com banyak disediakan MP3 gratis. Saya buka lewat ponsel saya. Hah! Ternyata ada.
Bahagialah aku karenanya.

Saturday, May 16, 2009

Kalau Sedang Berdoa Boleh Merokok?

Kalau sedang berdoa boleh merokok? Jawabannya jelas tidak boleh, apalagi bagi orang fanatik.

Seorang ahli hukum yang fasih (mahir) mengolah kata di atas menjadi: Kalau sedang merokok boleh berdoa? Tentu saja, jawabanya adalah boleh. Kita boleh berdoa kapan saja dan dalam keadaan apa saja. Seorang ahli hukum biasanya senang memutarbalikkan kata agar yang tidak boleh dilakukan menjadi boleh dilakukan. Tentu saja hal ini ditunjang oleh kemampuan menyusun kalimat.

Seorang ahli hukum sering mencari celah-celah di mana ada kalimat yang mempunyai kemungkinan dari yang dilarang menjadi diizinkan.

Sumber: Bahasa Indonesia Hukum, Dr. Soelaeman B. Adiwidjaja, Dipl.Ed.,SH., Dra. Lilis Hartini, Penerbit Pustaka, Bandung, 1999.

Thursday, April 9, 2009

Sambil Berplesir, Golput Pun Mengalir

Keponakan saya tanya besok nyontreng apa? Jawabnya : GOLPUT, oom!

Hah? Kenapa memang?

Saya dan teman-teman sekantor (di suatu Bank di Surabaya) 5 bus akan pergi ke Bali, jawabnya enteng.

SURYA live pun, 8 April 2009, memberitakan hal yang serupa. Dengan Judul Imbas Pemilu di Liburan Panjang, Ramai-ramai Pelesir daripada Nyontreng diberitakan nahwa Pemilihan umum (pemilu) untuk anggota legislatif 9 April pagi nanti yang bertepatan dengan dimulainya liburan panjang (long weekend) selama empat hari, tampaknya mendorong ribuan warga untuk lebih memanfaatkan waktu itu dengan menikmati liburan daripada menggunakan hak pilihnya.

Indikasi itu terlihat dari melonjaknya permintaan bepergian/berwisata yang diterima oleh biro-biro perjalanan dan wisata di Jatim, dengan waktu pemberangkatan pada 8 April hari ini serta waktu kembali pada 12 April nanti. Membanjirnya permintaan perjalanan tersebut tidak hanya untuk tujuan domestik tetapi juga luar negeri.

Dalam grafiknya, SURYA memaparkan bahwa pada masa Orde Lama Golput mencapai 12,34%. Pada masa Orde Baru (1971 - 1992) rata-rata Golputnya turun menjadi 8,70%. Dan di awal Orde Reformasi (1999) Golput naik lagi menjadi 10,40%. Cilakaknya pada Tahun 2004 (Pileg dan Pilpres) rata-rata Golputnya memecahkan rekor: 23%. Pada Pileg 2009 ini naga-naganya bakal memecahkan rekor lagi kalau kita melihat fenomena yang diberitakan oleh SURYA live tadi.

Saya sendiri, selain untuk DPR Pusat, nampaknya tidak atau belum punya pilihan. Ada saran?

Saturday, March 28, 2009

Global Earth Hour 2009: 1 Jam PLN Hemat Rp 2,5 M

Dalam rangka memperingati hari bumi, tanggal 28 Maret 2009, 45 menit dari sekarang, lewat program Global Earth Hour 2009, umat sejagat (yang punya listrik tentunya) diharapkan memadamkan listriknya selama 1 jam – dari pukul 20.30 – 21.30 WIB. Program ini merupakan bagian dari kampanye penghematan energi dan mengurangi dampak perubahan iklim global, yang diharapkan diikuti oleh seluruh masyarakat dunia. Dalam kurun waktu itu ternyata (untuk wilayah Jatim) PLN bisa menghemat listrik senilai Rp 1,5 Milyar.

Menurut Fahmi Mochtar, Direktur Utama PT PLN, sebenarnya dengan imbauan itu berpotensi menghemat listrik hingga Rp 3.5 Milyar bagi PT PLN jika pelanggan di seluruh Indonesia mematikan 100 watt lampu saja.

Sumber : Hari Ini, Ayo Padamkan Lampu 1 Jam, Harian Surya, Sabtu, 28 Maret 2008.

Tuesday, March 24, 2009

Caleg Gila? Ke Menur Saja

Siapapun dia, dari partai manapun dia diberangkatkan, pasti ambisi untuk menjadi Calon Legislatif (caleg) amatlah besar. Semakin banyak dana yang dipakai untuk biaya “memikat rakyat” semakin besar dan tinggi harapan mereka. Dari partai gurem hingga partai konglomerat, mereka mati-matian berdaya upaya untuk memeras otak, bahkan banyak yang lari ke dukun (Ponari juga?), minta doa para kyai, menghubungi sobat-sobat yang sebelumnya dilupakan, demi untuk sebuah kursi – baik untuk Tingkat II, Propinsi ataupun Pusat.

Di Jatim saja, menurut Harian Surya, Selasa, 24 Maret 2009, untuk merebut jatah 87 kursi DPR RI periode 2009-2014 sebanyak 1.468 caleg yang bertarung dalam Pemilu 9 April nanti. Sedangkan untuk total 100 kursi di DPRD Jatim diperebutkan oleh 1.665 caleg dan sebanyak 1.710 kursi di DPRD Kabupaten/Kota, jumlah caleg yang berjibaku mencapai belasan ribu.

Jadi yang berhasil memperebutkan dan menduduki kursi Legislatif (Jatim) hanyalah 1.852 orang saja. Belasan ribu yang lain?

Dalam tabelnya, Harian Surya menyebutkan bahwa total jumlah caleg DPR RI (11.215), DPR Propinsi (112.000) dan DPRD Kabupaten/Kota (1.500.000) dan DPD (1.109).

Sebuah penelitian dari ahli jiwa RS Hasan Sadikin Bandung, seperti yang kami comot dari (masih) koran yang sama, sangat mungkin caleg yang tidak lolos bisa bila karena frustrasi. Setelah dilakukan tes terhadap para caleg kota/kabupaten di Indonesia, ditemukan fakta bahwa daya tahan mental para caleg umumnya tidak kokoh sehingga susah menerima kenyataan buruk apabila mereka kalah dalam pemilu.

Direktorat Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan telah menyiagakan 32 RSJ yang ada di tanah air, untuk menampung para Caleg GATOT (Gagal Total) yang stress berat. Sayangnya daya tampungnya cuma 8.500 orang saja.

Dari ke-32 RSJ, RSJ Menur adalah yang terbaik. Paling tidak, begitulah ucap Direktur RSJ Menur, dr. Hendro Riyanto, Sp.KJ.MM, jual kecap. Yang pasti tidak gratis. Masih perlu mengeluarkan kocek minimal Rp 25.000 per hari dan yang VIP 1 (Rp 350.000) VIP 2 (Rp 250.000), Kelas Utama 1 (Rp 150.000) dan Kelas Utama 2 (Rp 100.000). Pilih mana?whats_going_on_here_thumb3

Thursday, January 29, 2009

MUI: Golput Tidak Haram, Kecuali Rokok....

Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengusulkan agar MUI mengeluarkan fatwa haram terkait masalah golput. Namun MUI menilai, urusan golput bukan masalah agama melainkan politik.

"Fatwa harus dikaji dulu apa alasannya. Apakah kecenderungan golput sudah sangat kuat kalau rakyat kita apatis, lalu banyak sekali yang golput, itu dulu dibuktikan. Karena ini (golput) tidak masalah agama, ini masalah politik," tegas Ketua MUI Amidhan ketika dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (13/12).

Yang diharamkan mestinya yang main "money politik". Yang menjual kecap nomor 1, namun tanpa pernah dibuktikan saat sudah duduk di singgasana.

Sementara Golput adalah sebuah pemanfaatan sebuah hak asasi dengan jalan tidak memilih. Bukannya tidak punya sikap. Dan ini tentu saja bukan perbuatan dosa. Lain dengan menebar uang (entah dari mana) serta ngobral janji-janji kosong. Jadi, kalau MUI menolak mengharamkan Golput, adalah benar adanya.

Lain golput lain rokok. Setelah menjadi wacana di banyak media masa. Ada yang pro dan ada yang kontra, akhirnya ditetapkan bahwa :

ROKOK ITU HARAM BAGI ANAK-ANAK........

Lha, kalau rokok haram bagi anak-anak, tak perlu repot-repot menunggu fatwa MUI. Saya yakin, para orang tua yang bijak pasti akan melarang anak-anaknya untuk menghisap rokok, meskipun mereka (orang tua itu) adalah perokok. Tak ada orang tua yang menyuruh anak-anaknya untuk menjadi seorang perokok.

Apa lantaran banyak suara yang menentang pengharaman rokok ini, lantas fatwa MUI jadi 1/2 hati?

Thursday, January 22, 2009

Minta Tolong Bikin Trenyuh

Panci bolong ditukar dengan lauk pauk. Mau?

Dalam acara RCTI bertajuk Minta Tolong, yang saya lihat sore tadi, membuat saya trenyuh. Bayangkan, lebih dari 117 orang yang dimintai tolong (oleh seorang perempuan setengah baya, lusuh) untuk menukar panci bolong dengan lauk pauk, menolak mentah-mentah.

Hingga akhirnya, seorang penjual nasi bungkus, Sri Sunarti tergerak hatinya, untuk memberi lauk pauk berupa kepala ayam. Tak terbayangkan seandainya saya yang bertemu dengan wanita lusuh tersebut. Maukah saya bersikap sama dengan penjual nasi bungkus itu.
Bagaimana kalau Anda yang dituju oleh wanita tersebut?

Eforia Obama, Derita Gaza

Ketika tragedi Mumbai (drama penyanderaan di dua hotel mewah Mumbai, Taj Mahal Palace and Tower Hotel dan Trident Oberoi Hotel, serta Jewish Centre - Pusat Studi Yahudi, yang menewaskan sedikitnya 143 orang) Obama mengecam adanya aksis teror tersebut.

Ketika Israel membombardir Gaza, Obama enggan berkomentar lantaran ia tak ingin ada standar ganda atas sikap Amerika Serikat terhadap soal Israel - Palestina.

Namun, setelah ia dilantik, baik dalam pidatonya maupun konferensi persnya, tak sepatah katapun terlontar soal Gaza. Ada apa ini. Apa ia memang sama dengan pendahulunya : PENDUKUNG BERAT ISRAEL?

Barack Obama Inauguration Speech Part 1

Barack Obama Inauguration Speech Part 2

Wednesday, January 14, 2009

Nilai Keperawanan Itu Mencapai 3,7 Juta Dolar AS

Pada tanggal 17 September 2008 yang lalu saya mengutip Kompas Online tentang pelelangan keperawanan yang dilakukan oleh Natalie Dylan.

Pagi tadi, di kantor saya membaca kelanjutan kisah itu di Harian SURYA. Antara lain diberitakan bahwa : saat lelang disiarkan pertama kali melalui sebuah radio di AS September silam, nilai tawaran pun mulai bermunculan. Natalie pernah mendapatkan harga 243,000 dolar AS atau sekitar Rp 2,5 miliar. Dan nilai itu terus beranjak naik. Bahkan ketika sudah 10.000 laki-laki menawar dengan nilai tertinggi 3,7 juta dolar AS (sekitar Rp 40 miliar), Natalie masih geleng kepala karena menunggu tawaran lebih baik.

“Saya tak mengira orang mau keluar duit begitu banyak demi mendapatkan keperawanan, bahkan ketika keperawanan tidak begitu dihargai. Sepertinya ada persaingan di antara para pria itu,” aku Natalie terang-terangan.

Dari 10.000 penawar tak sedikit yang punya orientasi seksual aneh-aneh, bahkan ada pula yang mencari pacar. “Buat yang mencari pacar, saya tegaskan ini cuma kencan semalam,” katanya. Natalie punya alasan untuk menjual kegadisannya. Ia telah meraih gelar sarjana di bidang studi perempuan. Sekarang ia perlu mengejar gelar master tentang terapi keluarga dan perkawinan.

Inspirasi mencari duit semacam ini datang dari sang kakak, Avia, 23. Sang kakak yang tak kalah cantik memilih menjual diri selama tiga pekan untuk membiayai kuliahnya. Untuk membuktikan masih perawan, Natalie berani menjalani bermacam tes, termasuk tes kebohongan. ”Saya tahu, keinginan saya ini akan dikutuk banyak orang karena memang tabu, tapi saya nggak ambil pusing dengan itu,” katanya.

[ sumber : Mahasiswi Lelang Keperawanan, Sudah Ditawar Rp 40 Miliar Belum Dilepas , Suryalive.com ]

Wednesday, December 31, 2008

Kantin Kejujuran: Hanya Sebuah Utopia

KRISIS kepercayaan tampaknya sudah mengakar dalam sendi kehidupan negara kita. Banyaknya kerusuhan dan demonstrasi mengindisikan ada rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Krisis kepercayaan ini disebabkan oleh ketidakjujuran dari pemerintah kita. Korupsi merupakan suatu bentuk ketidakjujuran itu. Tindakan penyelewengan pemerintah terhadap amanat rakyat. Namun, untuk memberantas korupsi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak se-instant membuat mi. Perlu waktu panjang dalam mengubah keadaan ini.

Berbagai cara memerangi korupsi antara lain dengan pemangkasan generasi tua yang notabene dicap sebagai koruptor atau hukuman mati bagi pelaku koruptor seperti yang diterapkan di China, bukan merupakan langkah yang efektif dalam memberantas akar korupsi. Mengingat bahwa korupsi sudah menjadi budaya bangsa.

Hampir seluruh masyarakat mau tidak mau, merasa ataupun tidak pasti terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk memberantas korupsi haruslah dimulai dari penanaman sikap antikorupsi (budaya jujur) dalam masyarakat dan harus ditanamkan sejak dini.

Hal ini dimaksudkan agar budaya antikorupsi mengakar pada jiwa individu-individu kecil, yang nantinya diharapkan menjadi benteng dari budaya korupsi atau budaya ketidakjujuran (budaya menipu) secara luas.
Salah satunya, menggalakkan pendirian “kantin kejujuran” yang dimulai dari tingkat sekolah. Kantin kejujuran ini memang sudah lama didengung-dengungkan oleh banyak orang.

Tetapi, belum ada pelaksanaan yang signifikan. Namun kemarin dalam memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, sejumlah sekolah di Jawa Timur mulai menerapkan “kantin kejujuran” di lingkungan sekolah mereka (Surya 10/12/2008).

Dalam “kantin kejujuran” ini mereka mengambil makanan sendiri, membayar sendiri, dan mengambil kembalian sendiri. Suatu upaya yang cerdas dalam melatih kejujuran para individu-individu muda agar terbiasa berbuat jujur. Mungkin terdengar biasa, tapi bagi sebagian orang yang sudah terbiasa berbuat tidak jujur akan sangat sulit melakukannya. (Kantin Kejujuran, Zerry Mey – Surya live)

Niat yang baik ini nampaknya belum berjalan mulus. Buktinya, Kantin Kejujuran di SMUN I BoyolanguKabupaten Tlulungagung yang dilaunching 20 hari yang lalu, kini tutup akibat bangkrut.Pasalnya modal awal yang diharapkan bisa mencegah perilaku korupso sejak dini,ternyuata tidak kembali alias dikorupsi sebagian siswa. (Kantin Kejujuran Bangkrut - Harian Surya, 29 Desember 2008).

Menurut saya, adalah hol yang mustahal, bila anak-anak (baca: murid) disuruh jujur, manakala yang dewasa banyak yang belum mau berbuat jujur. Ibarat pepatah: Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari. Bahkan ada yang mempelesetkan Murid (maaf) Mengencingi Guru.

Lebih baik perbanyak teladan, niscaya tanpa adanya kantin kejujuran, kejujuran akan muncul di setiap sanubari anak bangsa negeri ini.

Saturday, December 27, 2008

Saya dan Tahun Baru 2009: Sebuah Refleksi

Setiap menjelang akhir tahun hampir sebagian besar masyarakat di seluruh dunia begitu semangat untuk menyambut kepergiannya. Semangat yang sama juga ditujukan kepada datangnya tahun baru. Demikian pula halnya dalam menyambut tahun 2009 yang tinggal menghitung hari.

Kalau Tahun Masehi hadir pada tanggal 1 Januari 2009, maka Tahun Islam (1 Muharram 1430 Hijriyah) akan hadir 2 hari lebih awal, yaitu tanggal 29 Desember 2008. Sementara Tahun Baru Imlek 2560 akan hadir pada tanggal 26 Januari 2009. Dan menurut shio Cina Tahun Anjing Tanah (2008) akan digantikan dengan Tahun Kerbau Tanah.

Yang umum dirayakan oleh segenap penjuru dunia adalah Tahun Baru Masehi, demikian pula halnya dengan saya.

Pada tahun 80-an saya biasanya (bersama teman-teman) melewati pergantian tahun dengan berkeliling kota Malang, lantas menuju ke Batu menikmati keindahan kota Malang di ‘Payung’ sambil makan jagung dan sedikit alkohol. Dan menjelang terbit fajar kami pun segera bergeser pulang dan masuk ke peraduan. Seharian.

Pada awal tahun 90-an lain lagi. Pada saat masih aktif di kelompok teater (Teater Melarat namanya. Melarat di sini bukan berarti miskin, melainkan me-larat – seperti kuda yang lari kencang) kami segenap anggota duduk bersila di lantai secara melingkar. Menjelang detik-detik kepergian tahun, kami satu demi satu, diharuskan menyampaikan semacam pengungkapan diri tentang apa saja. Harapan, pengakuan dosa, atau apalah yang dianggap patut untuk disampaikan. Dan setelah hadir itu tahun baru, ada semacam pengisian (kalau di pengajian namanya mauidho hasanah) dari tokoh yang sengaja diundang.

Pada akhir tahun 90-an (saat Teater Melarat sudah tak lagi aktif) kami sering bersama-sama kelompok musik yang bernama IQ Rendah sering diundang dalam acara-acara yang diadakan dalam rangka old and new. Mulai dari pelosok kampung hingga hotel berbintang. Saya sendiri bertindak sebagai pembawa acaranya, karena saya memang tidak bisa ‘nyanyi’ dengan baik dan benar.

Pada saat menjelang millennium kedua (yang terkenal dengan istilah Y2K) lain lagi ceritanya. Saat itu saya sudah berumah tangga. Masa hura-hura sudah lama saya tinggalkan. Dan hanya tinggal kenangan belaka. Saya biasanya menonton televisi bersama anak-anak saya hingga laurt malam. Setelah itu saya pergi keluar rumah untuk menikmati aroma tahun baru.

Belakangan ini (sekitar dua tahun yang lalu) saya mengakhiri tahun di alam dunia maya. Berselancar selama setahun.

Kali ini mungkin saya tak akan berselancar di alam maya, mungkin saya pakai untuk merenung, instropeksi, mawas diri.

Kalau sebelumnya saya selalu menyambut tahun baru dengan sukacita, tidak untuk kali ini. Karena pada galibnya, setiap pertambahan tahun, berati pula berkurang jatah saya dalam mengarungi dunia fana. Ini yang jarang saya sadari.

Apakah saya sudah punya banyak atau cukup bekal untuk menghadap Sang Khalik? Atau sebandingkah hidayah, taufiq dan inayah-Nya dengan pengabdian saya kepada-Nya.

Friday, December 26, 2008

Tokoh 2008: 10 Kepala Daerah Terbaik Versi TEMPO

Tempo memilih sepuluh bupati dan wali kota sebagai Tokoh 2008. Banyak inovasi dan terobosan. Banyak calon pemimpin yang menjanjikan.

Kriteria yang digunakan adalah: pelayanan publik, transparansi, dan keramahan pada dunia usaha – TEMPO mementingkan proses, lebih dari hasil.

Ada begitu banyak pelajaran dari sepuluh tokoh ini. Yang terpenting, Jakarta perlu percaya bahwa daerah bisa mengurus diri sendiri. Banyak tokoh lokal yang ternyata mampu melahirkan terobosan dan inovasi—yang tak muncul pada masa kepala daerah ”diterjunkan” dari atas. Mereka menolak fenomena klasik birokrasi: korupsi, inefisiensi, bekerja tanpa visi. Sepuluh orang ini menempatkan teladan dan kejujuran di urutan pertama. Mereka percaya, komunikasi yang intens merupakan kunci keberhasilan, bukan komunikasi yang instan. Mereka sabar mendengar rakyat, dan bekerja mencapainya.

Seperti kata Jusuf Serang Kasim, Wali Kota Tarakan, negara kesatuan ini memang harus dibangun dari daerah. Dokter ini pun menyulap Tarakan dari kota sampah menjadi ”Singapura kecil” dalam waktu sepuluh tahun. Sebelum era otonomi, Jusuf mengaku tak ubahnya seorang satpam yang hanya melaksanakan perintah atasan.

Seorang Untung Sarono Wiyono Sukarno dengan kegairahan luar biasa pada teknologi informasi menghubungkan semua desa di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan jaringan Internet. Di tangan pengusaha minyak dan gas itu efisiensi pemerintahan meningkat pesat.

Wali Kota Solo Joko Widodo—yang di daerahnya disapa Jokowi—mendemonstrasikan bagaimana memanusiakan warganya. Ketika harus memindahkan pedagang kaki lima, ia lebih dulu mengundang makan para pelaku sektor informal itu. Ia tak memilih jalan pintas: mengerahkan aparat atau membakar lokasi. ”Setelah makan, ya, saya suruh pulang lagi,” kata Jokowi. Setelah undangan makan yang ke-54, baru ia yakin pedagang siap dipindahkan. Acara pemindahan meriah, lengkap dengan arak-arakan yang diramaikan pasukan keraton. Para pedagang gembira ria, mereka menyediakan tumpeng sendiri.

Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto mendapat julukan ”Wagiman” alias wali kota gila taman. Tapi ia tak peduli. Ia terus berjalan, membeli lahan-lahan kosong hanya untuk taman. Yogya terasa segar, karena taman bertambah dari 9 menjadi 22 hektare.

Bertahun-tahun Lapangan Karebosi di Makassar menjadi milik para waria pada malam hari. Kemudian datanglah wali kota baru, Ilham Arif Sirajuddin, 43 tahun, yang dengan berani mengubah lapangan itu. Ia yakin, warga Makassar perlu lebih banyak ruang terbuka. Ia dilawan, didemo, tapi ia tahu bahwa kepentingan publik nomor satu. Lapangan kumuh dan kerap direndam banjir itu akhirnya menjelma menjadi tempat yang megah tanpa kehilangan label sebagai tempat rendezvous penduduk.

Di Blitar, Jawa Timur, Djarot Saiful Hidayat memulai pekerjaan dengan mereformasi birokrasi yang tambun dan lamban. Dengan begitu, ”Anggaran belanja daerah pasti cukup, asal jangan dikorupsi,” kata penerima berbagai penghargaan di tingkat nasional ini. Ia tak mengganti mobil dinasnya, Toyota Crown tahun 1994, sejak hari pertama menjabat. ”Modal saya hati. Saya ingin warga Blitar maju dan sejahtera,” ujar Djarot, yang sudah dua periode menjabat.

David Bobihoe meruntuhkan pagar rumah dinasnya di Kota Limboto, ibu kota Kabupaten Gorontalo. Pos jaga ia ratakan dengan tanah. Tamu dari mana saja bebas duduk-duduk di teras rumah, tanpa terhadang aturan protokol ketat. Dia rajin berkeliling daerah, mendengar kemauan orang banyak. Ia sukses mengajak rakyat membangun, menanam jagung, dan mengekspor hasilnya.

Bupati Badung, Bali, Anak Agung Gde Agung, punya masalah berat: ekonomi penduduk timpang. Di daerah selatan, Kuta dan sekitarnya, masyarakat makmur karena pariwisata. Tapi petani di utara miskin. Sekolah pertanian ia bangun. Agrobisnis dikembangkan. Ia berhasil. Badung sekarang sanggup menyumbangkan sebagian pendapatan untuk enam kabupaten lain di Bali.

Nun jauh di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Bupati Andi Hatta Marakarma menghadapi daerah pemekaran dengan potensi bagus tapi miskin prasarana. Ia membangun desa, termasuk jalan, dan membiarkan kantornya sangat sederhana. Resepnya jitu. Ekonomi rakyat berkembang. ”Dulu ongkos angkut satu karung gabah Rp 9.000, sekarang hanya Rp 2.000,” kata salah seorang ketua kelompok tani di Luwu.

Bupati Jombang Suyanto mengundang dokter-dokter spesialis berpraktek di puskesmas. Protes datang dari instansi kesehatan karena ia dinilai melecehkan dokter spesialis. Ia jalan terus dan sekarang puskesmas menyandang tingkatan ISO. Ia juga menggratiskan sekolah sampai sekolah lanjutan atas. ”Pemimpin itu tak perlu cerdas sekali. Yang penting lurus hati, mulai berpikir sampai berbuat,” ujar bupati yang mengaku hanya menghabiskan Rp 40 juta untuk pemilihan kepala daerah itu.

Di antara miskinnya stok pemimpin di tingkat nasional, otonomi daerah terbukti sudah memunculkan talenta-talenta baik, muda, kreatif, dan tahu benar cara memikat hati rakyat. Mereka tidak hanya berasal dari birokrasi, tapi juga datang dari kalangan pengusaha atau pendidik. Mereka lahirkan kejutan yang asyik. Satu yang membanggakan: mereka tidak terkena virus korupsi.

Kami yakin, masih banyak lagi tokoh berprestasi yang luput dari radar kami.Tapi 10 Tokoh Tempo 2008 ini agaknya mewakili satu kenyataan: masih banyak orang yang bekerja dengan hati, untuk Indonesia yang lebih baik.

Lebih jauh, bisa klik di bawah ini:

Thursday, December 25, 2008

Baliho Anti-Orang Kidal

Untung saya bukan menjadi penduduk Kota Depok. Kalau saya menjadi warga pak Nurmahmudi, tentu akan rikuh bila diundang makan bersama dengan para pejabat di sana (lagipula siapa yang bakal mengundang saya?) apa pasal?

Dalam Majalah Tempo (rubrik Indonesiana) Edisi 42?XXXVII/8 Desember 2008, ada tulisan yang berjudul Baliho Anti-Orang Kidal. Isinya antara lain: MEREKA yang kidal tentu mengernyitkan dahi melihat baliho ukuran besar bergambar Nurmahmudi Ismail, Wali Kota Depok, itu. ”Kembalilah ke Jati Diri Bangsa, Makan dan Minumlah dengan Tangan Kanan”. Begitulah tulisan di baliho disertai foto Pak Wali beserta perwakilan masyarakat, seperti pasukan pengibar bendera pusaka, Pramuka, abang-none, dan veteran.

Jumlah baliho yang ditebarkan di sepanjang jalan Depok mencapai puluhan buah. Apa penyebab Pak Wali demen berkampanye soal makan dengan tangan kanan? ”Saya sering menemukan pejabat atau warga yang makan dengan tangan kiri,” kata Nur kepada Tempo. Ia mengaku sudah menegur. Entah mengapa, Nur merasa masih kurang sreg, lantas baliho pun ia sebar.

Namun kampanye ini justru mengundang komentar miring dari warga. Asni, warga Depok II, kesal bukan kepalang. ”Basi banget, sih. Kita semua sudah tahu kalau makan pakai tangan kanan,” ungkapnya ketus. Ketimbang mengurusi soal tangan mana yang digunakan untuk makan, Asni justru mengajukan usul lain. ”Kalau ada larangan kencing sembarangan di Terminal Depok, itu baru oye,” katanya sembari terkekeh. Maklum, bau pesing di terminal itu, menurut Asni, bisa bikin orang pingsan.

Sedangkan bagi Lia, warga Depok Lama, soal baliho ini tak lagi mengherankan. ”Pak Nur kan wali kota baliho,” katanya enteng. Maklum, bukan sekali ini saja Nur menyebarkan baliho. Sebelum soal tangan kanan, ia sempat melempar wacana makan belimbing. Padahal, menurut Lia, mencari belimbing enggak gampang-gampang amat. ”Harganya juga mahal,” ujarnya mengeluh. Kampanye makan belimbing itu pun sembari menebarkan wajah penuh senyum Pak Wali.

Maka tak aneh bila Okta, warga Sawangan, menuding baliho itu hanya upaya Pak Wali menjaga citra. ”Masih banyak masalah Depok yang mesti diselesaikan, dari jalan macet sampai jalan rusak. Tolong itu jadi prioritas,” ujarnya. Belum diketahui bagaimana komentar orang bertangan kidal, yang sehari-hari menggunakan tangan kiri untuk makan. Lalu bagaimana pula kalau atlet bulu tangkis yang kidal? Apa cuma makan saja harus pakai ”tangan manis”?

Lagi pula, anak saya yang bungsu juga kidal seperti saya. Semua dilakukan dengan tangan kiri – kecuali kalau salim.

Tuesday, December 23, 2008

Michael Jackson Sekarat



Begitu berita Headline Harian Surya pagi ini. Michael Jackson dikabarkan sakit parah – bahkan mendekati kematian – akibat sebuah penyakit genetik yang langka.

Kabar buruk tersebut diungkapkan oleh Ian Halperin, penulis biografi Jacko. Menurut Halperin, penyakit itu menyebabkan Jacko setengah buta dan memerlukan transpalasi paru.


Kepada majalah hiburan InStyle, Halperin mengungkap bahwa ikon musik pop berusia 50 tahun itu menderita sebuah penyakit yang disebut alpha 1-antitrypsin deficiency atau A1AD. Sebuah kelainan yang membuat paru-paru gagal menghasilkan enzim khusus yang bertugas sebagai antibodi.


Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Penderita Alpha-1 Amerika Serikat, Marlene Erven, “Penderita biasanya mengalami pembengkakan paru-paru atau hati. Ini bisa mengakibatkan kematian.” Kata Erven.


Catatan Surya, Jackson sudah lama bergulat dengan masalah kesehatan. Menjelang siding kasus pelecehan seksual terhadap anak pada tahun 2005, misalnya, tim pengacara Jacko mengatakan bahwa klien mereka mengalami ketergantungan pada morfin dan obat penghilang rasa sakit Demerol.


Setelah lolos dari jerat hokum kasus pencabulan terhadap anak, Jacko jarang terlihat di depan public. Dia lebih banyak mengurung diri di rumah mewah yang disewanya di Las Vegas. Pria yang baru menjadi muslim itu bahkan pernah mengasingkan diri ke Bahrain.


Bulan lalu dia tidak menghadiri siding gelar perkara di Pengadilan Tinggi London dalam kasus pelanggaran perjanjian bisnis senilai 7 juta dollar AS. Kasus ini diadukan Sheikh Abdullah, seorang Pangeran Bahrain.


Jackson juga mulai bangkrut sehingga dia harus melelang beberapa memorabilia mulai 21 April 2009. benda-benda yang ditawarkan, antara lain, sarung tangan putih yang dikenakannya pada video klip Billie Jean, dan pintu gerbang Neverland, rumahnya di Santa Ynez, Calkifornia AS.


biografi-michael-jackson

Thursday, December 18, 2008

Kisah Tentang “Sepatu Bush”

Sepasang sepatu yang dipakai wartawan Irak, Muntazer al_Zahdi, untuk melempari Presiden George W. Bush, mulai menjadi incaran orang-orang kaya Timur Tengah.

Awalnya adalah Adnan Ahmad, direktur teknik kesebelasan nasional Irak, yang berani membeli itu sepatu seharga 100.000 dollar AS (Rp 1,1 milyar). Katanya, nilai itu sepadan dengan keberanian yang ditunjukkan Zaidi yang dianggap mewakili sikap warga Irak.

Namun, selang sehari, tawaran lain – yang lebih fantastis – datang dari seorang pengusaha negeri itu (yang masih dirahasiakan identitasnya). Bayangkan, sepatu yang mungkin awalnya dibeli wartawan itu – paling tidak harganya sekitar Rp 50.000, kini harganya menjadi 20 juta dolar AS (Rp 220 Milyar).

Siapa yang bakal kaya dari sepatu itu belum jelas, karena keberadaannya juga tidak diketahui sampai kini. Ada spekulasi bahwa sepatu itu kini disita aparat keamanan Irak atau dibawa pejabat pemerintahan Bush. Salah satu harian Irak melaporkan, kalau Zaidi terbukti tidak bersalah maka sepatu itu akan dikembalikan.
Selain tawaran-tawaran yang menggiurkan itu, muncul pula dukungan dalam bentuk lain.

Putri pemimpin Libya Muammar Khadafi, Aicha, mengatakan, lembaga sosialnya akan memberikan penghargaan berupa medali keberanian. “Aksi itu merupakan kemenangan bagi hak asasi manusia,” katanya.

Lalu, di Afganistan, Zang-i-Khatar, acara komedi, merekonstruksikan adegan pelemparan sepatu itu. Namun kali ini Bush benar-benar kena.

Di Inggris , peristiwa itu mengilhami munculnya game komputer Sock and Awe. Game yang mempelesetkan sifat serbuan AS ke Irak. Game ini menggunakan Bush sebagai sasaran.

Sidang atas kejadian itu sudah digelar hari ini di Green Zone, markas militer AS dan pusat pemerintahan Irak di Bagdad – tanpa kehadiran di terdakwa. Karena Zaidi saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Ibn Zina yang dikelola AS di Green Zone. Muntazer al-Zaidi mengalami patah tangan dan tulang rusuk serta luka di wajah dan kaki akibat dipukul aparat keamanan Irak. (‘Sepatu Bush’ Ditawar Rp 220 M, Di Afdanistan Lemparan Jadi Kena - Suryalive)

Stories about "Bush Shoes"

A pair of shoes that used Iraqi journalists, Muntazer al-Zahdi, to pelt President George W. Bush, who began a

searching richman of Middle East.

Adnan Ahmad is the beginning, technical director of the Iraqi national eleven, who dare to buy the shoes worth 100,000 U.S. dollars (Rp 1,1 billion). Meanwhile, the value is commensurate with the courage shown Furthermore, which is considered to represent the attitudes of citizens of Iraq.

However, the lapse day, another bid - the more fantastic - come from a country that the businessmen (who are still concealed identity). Imagine, shoes, which may initially purchased the journalists - most do not price around Rp 500,000, now is the price to 20 million U.S. dollars (Rp 220 billion).

Who is the candidate of the rich shoe is not yet clear, because its existence was not known until now. There is speculation that the shoe is now a security officer be brought Iraq or Bush administration officials. One of Iraq's daily report, if proven not guilty Furthermore, the shoes will be returned. Besides bid-bid, which arouse it, also appear in other forms of support.

Daughter of Libyan leader Mu`ammar Khadafi, Aicha, say, social institutions will award a medal to give courage. "Action is a victory for human rights," he said.

Then, in Afghanistan, Zang-i-Khatar, a comedy, reconstruction of throwing shoes that scene. However, this time Bush really be.

In Britain, events that inspire the emergence of computer games Sock and Awe. Mempelesetkan nature of the game to the U.S. invasion of Iraq. Bush is using the Games as a target.

The Council of the event is held today in the Green Zone, U.S. military headquarters and the central government of Iraq in Baghdad - without the presence of the accused. Furthermore because the current is still being treated in hospital, Ibn Zina managed by the U.S. in the Green Zone. Furthermore Muntazer al-experienced broken hand and rib injuries in the face and legs and beaten as a result of the Iraqi security officials. (translate from ‘Sepatu Bush’ Ditawar Rp 220 M, Di Afdanistan Lemparan Jadi Kena - Suryalive)

Wednesday, November 19, 2008

Jurus Jitu Menghadapi Test CPNS

Setelah proses pendaftaran selesai dilakukan, maka tahapan berikutnya adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi test tertulis.

Materi test tulis terdiri dari Test Kompetensi Dasar (TKD) meliputi pengetahuan umum, test bakat skolastik, skala kematangan dan Test Kompetensi Bidang (TKB) sesuai dengan bidang atau formasi yang diminati.

Bagi yang suka main terabas, main jalan pintas, maka biasanya mereka tidak lantas belajar atau mempelajari test-test sejenis yang pernah dilakukan, melainkan mencari calo, yang diyakini bisa memuluskan jalan untuk menjadi PNS. Konon kabarnya harus merogoh kocek sekitar Rp 75.000.000 (Bocoran Soal CPNS Rp 25 Juta - Harian Surya).

Walau sistem seleksi dilakukan secara ketat, menurut sorang calo CPNS dari Surabaya tidak gentar, karena ia yakin masih ada celah untuk mengambil untung. Dari pengalaman dua tahun lalu, calo ini mampu melobi orang-orang yang punya akses langsung pada koreksi hasil ujian dan menitipkan nomor pendaftaran kliennya agar nilainya bisa diatur. “Dulu tarifnya Rp 65. juta untuk lulusan SMA dan Rp 100 juta untuk sarjana,” katanya.

Menurut salah seorang CPNS di Blitar, sebut saja Dewo, mengaku sedang mencari jalan belakang agar bisa menjadi CPNS. Ia sedang mencari seorang yang bisa menyediakan bocoran soal ujian. Bocoran soal dianggap bisa mempermudah memenangi persaingan yang pasti amat ketat. “Kalau calo katanya sudah sulit, sekarang yang dicari boicoran soal ujian saja.” Kata Dewo kepada Surya (17/11).

Modus pembocoran soal ujian CPNS:

  1. Pembocor akan menawarkan soal bocoran.
  2. Begitu harga disepakati, soal berpindah tangan.
  3. Rp 25 juta ditanggung beberapa peminat.
  4. Usai ujian, peserta test tinggal menunggu hasil.

Tapi itu semua namanya bermain-main dengan maut. Resikonya pidana. Lagipula, kalau pun berhasil, niscaya (setelah menjadi PNS) bukan lagi menjadi abdi Negara untuk melayani masyarakat, namun lebih merupakan abdi diri sendiri, demi memulangkan modal yang telah dikeluarkan.

Jurus Jitu Yang Sebaiknya Dilakukan:

  1. Belajarlah pengetahuan umum seluas mungkin (contoh Buku Pintar Iwan gayo) dan materi khusus bidang yang diminati.
  2. Jangan percaya pada tawaran bantuan untuk mempermudah lolos ujian.
  3. Pelajari soal-soal yang pernah keluar pada tes sebelumnya (banyak dijual di sekitar Kantor Pos).
  4. Last, but not least, berdoa, berdoa dan berdoa. Khusus yang beraga Islam, disarankan untuk puasa dan sholat malam. Kalau perlu segenap keluarga untuk turut serta dalam ritual ini. Karena, yang terakhir ini merupakan kunci jitu yang niscaya banyak hasilnya, manakala test yang dijalani bisa diukerjakan dengan baik. Karena bukan tak mungkin (misalnya Kota Malang butuh 336 orang). Karena yang bisa mengerjakan dengan baik ada 370 orang, pasti akan dilakukan seleksi lagi. Yakinlah, yang rajin puasa dan sholat malam, akan menuai hasilnya.

Selamat berjuang.

Sunday, August 24, 2008

Menjadi Tamu Presiden: Kebanggaan yang Berujung Kesengsaraan

Siapapun pasti akan merasa terhormat manakala mendapat undangan untuk bisa bertemu dengan Presiden di Istana Negara. Namun, kita mesti perlu waspada dan perlu bekal yang cukup sebelum kita memutuskan untuk hadir. Karena, tanpa persiapan dan bekal yang cukup, kita bisa 'kapiran' di sana. Contohnya, seperti yang diberitakan Harian Surya Online berikut ini:

Sebanyak 30 orang penari asal NTT (Nusa Tenggara Timur) yang tampil di acara 17 Agustus-an di Istana Negara telantar nasibnya. Nasib serupa juga dialami oleh Yuni Veronika, 11, peraih medali emas kejuaraan dunia catur pelajar asal Riau.

Para penari dan Yuni tidak bisa pulang ke daerahnya masing-masing, usai mengikuti acara silahturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait perayaan 17-an.
Para penari yang masih duduk di bangku SMA tidak bisa pulang ke kampong halamannya di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, karena ditinggal pergi oleh ketua panitia dan pimpinan kelompok.

Saat ini sebagian penari itu mengungsi di rumah seorang warga asal NTT di Jakarta, Dominik Walleng, di Kramatjati, Jakarta Timur.Sebagian lagi ditampung di rumah Ketua RT 10/04 Kramatjati, Suparman.

"Rabu pagi (20/8) lalu, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Lembata, yaitu Pak Martin, Didi Lejak sebagai manajer keuangan, dan Madjid Lamahoda, pimpinan kelompok, tanpa sepengetahuan anak-anak langsung pergi dari tempat penginapan. Mereka tidak mau bertanggungjawab, bahkan mereka membawa sisa uang penginapan," ucap Dominik Walleng, yang ditemui di rumahnya Kamis (21/8) sore.

Para penari asal NTT ini mulai menginap di Graha Wisata Remaja TMII (Taman Mini Indonesia Indah) sejak tanggal 16 Agustus, sehari sebelum 17-an.

Namun karena ditinggal kabur pimpinan rombongan yang membawa uang sewa penginapan, pihak pengelola Graha Wisata Remaja mengusir mereka setelah beberapa hari diberi kesempatan bertahan di penginapan itu.
"Harusnya sesuai rencana, anak-anak menginap sampai 10 hari dari tanggal 16 hingga 26 Agustus," ucap Dominik.

Sementara itu, Yuni mengaku kapok untuk menghadiri acara 17-an di Istana Negara setelah pengalaman buruk ini. Peraih medali emas dan perunggu kejuaran catur dunia tingkat pelajar tahun 2008 ini sebetulnya merasa terhormat dan senang bertemu dengan Presiden. “Tapi, jika jadi terlantar seperti ini, saya kapok," kata Yuni, Kamis (21/8) siang.

Berbeda dengan para penari NTT, Yuli dan bapaknya Sudirman kehabisan dana karena pihak pengundang, yaitu Depdiknas, tak mau mengganti biaya untuk Sudirman.
“Masak saya harus ke Jakarta sendirian. Kan tak mungkin,” kata Yuli.

Untungnya, pada berita berjalan yang ada di tvOne tadi sore, kabarnya mereka sudah menerima uang transport pulang.

Sunday, August 17, 2008

Hidup Adalah (Bukan Sekedar) Perbuatan (Saja)


Mas Tris (Sutrisno Bachir) memang paling gencar dalam mengiklankan dirinya dengan slogan : Hidup Adalah Perbuatan. Setiap event penting dia selalu hadir. Misalnya saat Kebangkitan Nasional atau EURO 2008, mas Tris selalu meng-update iklannya. Bahkan yang terakhir dia tampilan bocah yang juara Olimpiade Fisika (kalau nggak salah) dan yang paling mutakhir suster Andi Rabiah alias 'Suster Apung'.

Andi Rabiah adalah perawat yang bertugas di Puskesmas Kepulauan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, sejak 1977. Dalam bertugas ia harus mengunjungi pasiennya dengan perahu kecil dan menerjang ganasnya ombak. Ia menjadi simbol simbol pengabdian perawat di daerah terpencil setelah mahasiswa Universitas Hasanuddin, Andi Arfan Sabran, membuat film dokumenter keseharian tugas Rabiah.

Namun, memang Hidup Adalah (bukan sekedar) Perbuatan (saja). Perlu disertai dengan itikad baik dan kejujuran. Buktinya , 'Suster Apung' Protes Iklan Soetrisno Bachir. Pasalnya, lantaran merasa terganggu dengan sindiran sebagai pendukung Partai Amanat Nasional (PAN), suster Andi Rabiah alias 'Suster Apung' memprotes pengambilan gambar dirinya sebagai bintang iklan Ketua Umum DPP PAN, Soetrisno Bachir (SB). Ia mengira, pengambilan gambar dirinya di Bali pada 13-14 Juli itu untuk pembuatan iklan layanan masyarakat.

"Saat pengambilan gambar, saya tidak tahu jika itu untuk iklan ketua PAN. Saya memang bertemu seseorang yang mengenalkan diri sebagai 'Tris', tapi saya tidak tahu siapa dia. Saya membayangkan iklan layanan masyarakat itu dibuat pemerintah," kata Rabiah di Makassar, Jumat (15/8).


Meski sudah membantah ada penipuan terhadap Suster Hj Rabiah alias Suster Apung, pihak pembuat seri iklan Soetrisno Bachir (SB), 25 Frames, meminta maaf. 25 Frames siap dan senang hati akan menghentikan penayangan iklan yang melibatkan Suster Apung.

"Jujur, saya dan teman-teman yang terlibat ikut menyesal bahwa niat baik kami berujung kepada kesulitan bagi Suster Hj. Andi Rabiah. Namun kami lebih menyesalkan bila ada pihak-pihak lain yang menggunakan Suster Hj. Andi Rabiah sebagai ‘vehicle’ dalam berpolitik," kata Ipang Wahid, konsultan komunikasi Soetrisno Bachir yang juga sutradara iklan 25 Frames Production, dalam rilisnya yang diterima detikcom, Jumat (15/8/2008).

"Kami berharap biarlah Suster Hj. Andi Rabiah kembali ke 'kehidupan nyata'-nya. Seandainya iklan televisi versi Suster Hj. Andi Rabiah dirasa menyulitkan dirinya, kami mohon maaf dan akan dengan senang hati kami hentikan penayangannya," sambung Ipang. (25 Frames Hentikan Penayangan Iklan SB-Suster Apung)

Saya jadi ingat lagunya Koes Plus, yang antara lain berbunyi:Mari mari oy berterus terang, Jangan lewat pintu belakang.

Sunday, August 10, 2008

Olimpiade Beijing 2008: Fantastis dan Spektakuler

Olimpiade 2008 dibuka dengan upacara pembukaan fantastis dan spektakuler di Stadion Sarang Burung, Beijing, Jumat ( 8/8 ) malam. Permainan kembang api, tarian kolosal, dan musik China dipadukan teknologi piroteknik yang mengagumkan. Lewat olimpiade ke-29 ini, China memamerkan kemajuan mereka.

Upacara pembukaan itu berpuncak pada penyalaan kaldron olimpiade oleh Li Ning, atlet senam China atau ”Pangeran Senam”, peraih tiga medali emas pada Olimpiade Los Angeles 1984. Setelah menerima api yang disulut ke obornya, pria berusia 44 tahun itu diangkat dengan tali yang membelit tubuhnya.

Ia kemudian melayang-layang, mengitari stadion, dan berlari-lari dalam posisi miring seolah menapak layar sebelum mencapai titik, tempat Li menyulut api yang menjalar ke kaldron. Olimpiade Beijing 2008 dibuka resmi oleh Presiden China Hu Jintao. Disaksikan langsung sekitar 91.000 penonton dan empat miliar pemirsa televisi di penjuru dunia, upacara pembukaan yang dirancang sutradara film nominasi Oscar, Zhang Yimou, itu bercerita soal perjalanan bangsa China mulai era dinasti kuno hingga zaman modern.

Begitu megahnya, upacara pembukaan itu disebut-sebut ajang pembuka paling memukau dalam sejarah olimpiade. Sekitar 30.000 kembang api dilontarkan ke angkasa. Sekitar 15.000 orang, termasuk 2.008 penabuh drum, terlibat dalam acara akbar itu. (Kompas)

Kalau belum sempat lihat itu pesta pembukaan, bisa melihat di bawah ini:

Beijing Olympics - We Are Ready (High Quality)

Beijing Olympics 2008 , One World One Dream

Beijing Olimpycs China Presentation Ceremony olimpiadas

Olympic Games 2008 - opening ceremony ( China, Beijing )

dan masih banyak lagi.


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.