Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Saturday, May 16, 2009

Kalau Sedang Berdoa Boleh Merokok?

Kalau sedang berdoa boleh merokok? Jawabannya jelas tidak boleh, apalagi bagi orang fanatik.

Seorang ahli hukum yang fasih (mahir) mengolah kata di atas menjadi: Kalau sedang merokok boleh berdoa? Tentu saja, jawabanya adalah boleh. Kita boleh berdoa kapan saja dan dalam keadaan apa saja. Seorang ahli hukum biasanya senang memutarbalikkan kata agar yang tidak boleh dilakukan menjadi boleh dilakukan. Tentu saja hal ini ditunjang oleh kemampuan menyusun kalimat.

Seorang ahli hukum sering mencari celah-celah di mana ada kalimat yang mempunyai kemungkinan dari yang dilarang menjadi diizinkan.

Sumber: Bahasa Indonesia Hukum, Dr. Soelaeman B. Adiwidjaja, Dipl.Ed.,SH., Dra. Lilis Hartini, Penerbit Pustaka, Bandung, 1999.

Sunday, February 10, 2008

Keluar Masuk Pintu Harap Ditutup

Di kantor-kantor tulisan seperti judul opini ini masih sering kita jumpai. Maksudnya baik. Agar suasana kantor nampak tertib. Dan nampaknya memang tidak ada yang salah dalam tulisan ini. Secara tata bahasa mungkin tidak salah. Namun bahasa bukan hanya soal subyek dan predikat belaka, namun juga harus memenuhi unsur logika.

Coba pikir, siapa yang bisa lewat pintu tanpa harus membuka? Kecuali bila orangnya mempunyai ilmu “lembus kilan”, yang bisa menembus apa saja yang menghalanginya.

0-keluar-masuk.jpg
Mestinya tulisan itu berbunyi :

SETELAH Keluar / Masuk Pintu Harap Ditutup KEMBALI.

Jadi saat orang lewat, bagaimanapun juga pintu harus dalam keadaan terbuka. Maunya mungkin mau hemat kata, namun hasilnya menimbulkan kekacauan logika.


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.