Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, March 24, 2009

Caleg Gila? Ke Menur Saja

Siapapun dia, dari partai manapun dia diberangkatkan, pasti ambisi untuk menjadi Calon Legislatif (caleg) amatlah besar. Semakin banyak dana yang dipakai untuk biaya “memikat rakyat” semakin besar dan tinggi harapan mereka. Dari partai gurem hingga partai konglomerat, mereka mati-matian berdaya upaya untuk memeras otak, bahkan banyak yang lari ke dukun (Ponari juga?), minta doa para kyai, menghubungi sobat-sobat yang sebelumnya dilupakan, demi untuk sebuah kursi – baik untuk Tingkat II, Propinsi ataupun Pusat.

Di Jatim saja, menurut Harian Surya, Selasa, 24 Maret 2009, untuk merebut jatah 87 kursi DPR RI periode 2009-2014 sebanyak 1.468 caleg yang bertarung dalam Pemilu 9 April nanti. Sedangkan untuk total 100 kursi di DPRD Jatim diperebutkan oleh 1.665 caleg dan sebanyak 1.710 kursi di DPRD Kabupaten/Kota, jumlah caleg yang berjibaku mencapai belasan ribu.

Jadi yang berhasil memperebutkan dan menduduki kursi Legislatif (Jatim) hanyalah 1.852 orang saja. Belasan ribu yang lain?

Dalam tabelnya, Harian Surya menyebutkan bahwa total jumlah caleg DPR RI (11.215), DPR Propinsi (112.000) dan DPRD Kabupaten/Kota (1.500.000) dan DPD (1.109).

Sebuah penelitian dari ahli jiwa RS Hasan Sadikin Bandung, seperti yang kami comot dari (masih) koran yang sama, sangat mungkin caleg yang tidak lolos bisa bila karena frustrasi. Setelah dilakukan tes terhadap para caleg kota/kabupaten di Indonesia, ditemukan fakta bahwa daya tahan mental para caleg umumnya tidak kokoh sehingga susah menerima kenyataan buruk apabila mereka kalah dalam pemilu.

Direktorat Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan telah menyiagakan 32 RSJ yang ada di tanah air, untuk menampung para Caleg GATOT (Gagal Total) yang stress berat. Sayangnya daya tampungnya cuma 8.500 orang saja.

Dari ke-32 RSJ, RSJ Menur adalah yang terbaik. Paling tidak, begitulah ucap Direktur RSJ Menur, dr. Hendro Riyanto, Sp.KJ.MM, jual kecap. Yang pasti tidak gratis. Masih perlu mengeluarkan kocek minimal Rp 25.000 per hari dan yang VIP 1 (Rp 350.000) VIP 2 (Rp 250.000), Kelas Utama 1 (Rp 150.000) dan Kelas Utama 2 (Rp 100.000). Pilih mana?whats_going_on_here_thumb3

Thursday, March 27, 2008

Obat Palsu Itu Sudah Beredar Di Malang

tablet_wikipedia.jpgDikabarkan bahwa Polsek Pabean Cantikan Polres Surabaya Utara berhasil menangkap Andy Rachman, 29 warga Lumajang, karena dikenal sebagai distributor obat palsu untuk wilayah Jatim dan Jateng.

Berita itu saya temui di Surya Online. Menurut koran yang terbit di Surabaya ini: Modusnya, obat palsu itu sengaja dititipkan tersangka di warung atau pedagang kaki lima (PKL). Setiap renteng berisi 24 dijual Rp 8.000. Sedang oleh pedagang, dijual kembali per kapletnya Rp 1.000.
Seperti obat kuat dengan merek Purwo Ceng, dijual Rp 1.000 dan asam urat dengan merek Buah Merah juga dijual Rp 1.000 per kaplet.
Untuk mengelabuhi pembeli, obat yang dijual Rp 8.000, tercantum nama PJ Akar Maju Depkes RI TDP 11082600024 Jateng-Indonesia. Namun saat penyidik mengecek ke BPOM, ternyata nomor yang tertera di obat itu tidak terdaftar. Sebaliknya, obat itu bila diminum bisa menyebabkan penyakit ginjal........

Kapolsek Paben Cantikan AKP Suparti menduga, saat ini masih banyak warung dan pedagang kecil yang menjual obat dengan harga murah yang diduga kuat adalah obat palsu. ”Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah mengonsumsi obat yang dijual dengan harga sangat murah,” imbau AKP Suparti.

Menjelang berangkat ke kantor, saya mampir di sebuah toko kelontong di sekitar Pasar Lawang untuk beli rokok. Ternyata di sana saya menemui ada orang yang beli obat merek Buah Merah termasuk salah satu obat yang dilarang itu.

Jadi obat-obat palsu itu sudah berada di sekitar kita. Hati-hatilah.....

Saturday, March 8, 2008

Revolusi Pernapasan Untuk Pengobatan

pernapasan-kesehatan2.jpgObat, mungkin dapat menyembuhkan penyakit, tapi tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan obat. Misalnya, penyakit karena kekurangan oksigen hanya dapat ditolong dengan melakukan pernapasan yang benar dan sempurna. Dewasa ini banyak ahli kesehatan, di samping melakukan pengobatan secara modern, juga mulai menggunakan pengobatan tradisional – seperti jamu, dedaunan dan akupuntur.

Namun, pengobatan yang paling baik, adalah pengobatan yang dilakukan secara alamiah, yakni melakukan latihan pernapasan sempurna dan berolahraga sederhana. Jos Usin, Penulis Buku PERNAPASAN UNTUK KESEHATAN, Penerbit PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 1999, Harga Rp 12.800 ini pernah mengidap berbagai penyakit. Setelah ia melakukan senam dan pernapasan sempurna, penyakit itu kemudian hilang. Bahkan semakin terasa kemajuan kesehatannya. Kebal terhadap pilek, batuk dan lain-lain. Itu pengakuan Jos Usin dalam pengantarnya.

Ketika saya mencoba melakukan latihan pernapasan seperti yang diajarkan dalam buku ini – ternyata tidak sepenuhnya pengakuan Jos Usin itu salah. Saya merasa lebih sehat daripada sebelum melakukan latihan. Tidak percaya? Boleh dicoba. Tidak berhasil? Ulang kembali (ingat: bukan uang kembali). Setiap manusia selama 24 jam melakukan pernapasan secara normal sebanyak 14 – 16 kali (untuk pria) dan 18 – 20 (untuk wanita) setiap menit.

Bila kita sudah terbiasa bernapas dengan pendek-pendek, maka pada akhirnya kantung udara akan kempis seperti balon karet yang telah usang. Sehingga pada saat tubuh

membutuhkan udara yang banyak, kantung paru-paru menjadi sukar untuk dikembangkan. Pada waktu kita beristirahat atau berbaring, setiap menit kita menghisap udara sebanyak 500 cc, dan yang masuk hanya 2/3-nya saja, sedangkan yang 1/3-nya lagi hanya memenuhi batang tenggorokan–tidak sampai masuk ke paru-paru.

Dan dari 2/3 bagian bagian udara yang masuk paru-paru itu hanya sedikit sekali yang bisa mencapai pembuluh-pembuluh kecil. Apabila kantung udara tidak mendapatkan udara yang cukup, maka berbagai penyakit akan mudah menyerang seperti pilek, sakit jantung, paru-paru, lemah jiwa dan penyakit kanker. Jadi, sebelum terlambat, mari kita belajar bernapas secara benar dan sempurna. Caranya? Baca buku ini!


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.