Showing posts with label Iseng. Show all posts
Showing posts with label Iseng. Show all posts

Saturday, June 13, 2009

KOALISI DAN ISI KUALI

Umumnya kamus ilmu politik mengartikan ”koalisi” secara netral sebagai ”penyatuan sementara sejumlah partai yang memiliki kepentingan serupa untuk memperkuat pemerintahan”. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, juga cenderung memberikan makna yang sama netralnya: ”kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara di parlemen”.

”Koalisi” dibawa masuk ke dalam bahasa Indonesia sebagai serapan dari bahasa Inggris. Dilihat dari asal-usulnya yang lebih jauh, ia berasal dari bahasa Latin, mulai digunakan pada awal abad ke-17. Sejalan dengan perkembangan (kehidupan dan ilmu) politik yang semakin modern, kata ini kemudian banyak digunakan sejak akhir abad ke-18. (Koalisi, Eep Saefulloh Fatah, Edisi. 16/XXXVIII 08 Juni 2009)

KOALISI – di Indonesia – ternyata tidak ditentukan oleh kesamaan visi dan misi partai. Ia lebih ditentukan oleh ISI KUALI. Tak heran manakala menjelang tenggat pendaftaran Capres/Cawapres, para petinggi partai saling bersibaku loncat dari koalisi yang satu ke koalisi yang lain.

Dari balik kesibukan politikus dan partai politik bertarung dalam pemilihan presiden hari-hari ini, lanjut Eep, yang kita temukan adalah degradasi kata ini. Ia cenderung dimaknai sebagai upaya elite dan partai untuk menyatukan kepentingan mereka yang sempit, sepihak, dan tak berurusan dengan hajat hidup dan kesejahteraan orang banyak.

Friday, May 22, 2009

Gara-gara Beli CD Meat Loaf Murahan

Meskipun saya adalah penggemar Genesis, satu dua lagu saya juga suka musiknya Meat Loaf. Yang paling saya suka adalah I Will Do Anithing For Love. Dirilis tahun 1993 dan memperoleh Grammy Award Tahun 1994 (?) untuk komposisi musiknya, yang memang aduhai itu. Saya pernah memiliki kaset itu. Tapi kini sudah raib, berpindah dari tangan ke tangan.
Mencoba cari di internet – yang gratisan – ternyata nggak ada. Saya mencari di toko, pun sudah tak ada yang jual. Memang termasuk lawas itu lagu.
Suatu saat, ketika saya membelikan DVD Barbie untuk anak saya, terlihat oleh saya DVD berjudul Meat Loaf Live with the Melborne Symphony Orchestra. Karena di dalamnya ada lagu I’d Do Anithing tadi, kontan saya beli, setelah dicoba terlebih dulu.Cover Meat Loaf
Dengan penuh semangat saya pulang dan mencoba menikmati secara utuh.
Sial!
Ternyata hanya berjalan 4 lagu saja. Selebihnya error. Saya coba bersihkan, baik player maupun DVD-nya. Nihil. Saya coba di komputer. Setali tiga uang.
Tapi kemarin, saya ingat. Di situs waptrick.com banyak disediakan MP3 gratis. Saya buka lewat ponsel saya. Hah! Ternyata ada.
Bahagialah aku karenanya.

Saturday, May 16, 2009

Kalau Sedang Berdoa Boleh Merokok?

Kalau sedang berdoa boleh merokok? Jawabannya jelas tidak boleh, apalagi bagi orang fanatik.

Seorang ahli hukum yang fasih (mahir) mengolah kata di atas menjadi: Kalau sedang merokok boleh berdoa? Tentu saja, jawabanya adalah boleh. Kita boleh berdoa kapan saja dan dalam keadaan apa saja. Seorang ahli hukum biasanya senang memutarbalikkan kata agar yang tidak boleh dilakukan menjadi boleh dilakukan. Tentu saja hal ini ditunjang oleh kemampuan menyusun kalimat.

Seorang ahli hukum sering mencari celah-celah di mana ada kalimat yang mempunyai kemungkinan dari yang dilarang menjadi diizinkan.

Sumber: Bahasa Indonesia Hukum, Dr. Soelaeman B. Adiwidjaja, Dipl.Ed.,SH., Dra. Lilis Hartini, Penerbit Pustaka, Bandung, 1999.

Thursday, April 9, 2009

Sambil Berplesir, Golput Pun Mengalir

Keponakan saya tanya besok nyontreng apa? Jawabnya : GOLPUT, oom!

Hah? Kenapa memang?

Saya dan teman-teman sekantor (di suatu Bank di Surabaya) 5 bus akan pergi ke Bali, jawabnya enteng.

SURYA live pun, 8 April 2009, memberitakan hal yang serupa. Dengan Judul Imbas Pemilu di Liburan Panjang, Ramai-ramai Pelesir daripada Nyontreng diberitakan nahwa Pemilihan umum (pemilu) untuk anggota legislatif 9 April pagi nanti yang bertepatan dengan dimulainya liburan panjang (long weekend) selama empat hari, tampaknya mendorong ribuan warga untuk lebih memanfaatkan waktu itu dengan menikmati liburan daripada menggunakan hak pilihnya.

Indikasi itu terlihat dari melonjaknya permintaan bepergian/berwisata yang diterima oleh biro-biro perjalanan dan wisata di Jatim, dengan waktu pemberangkatan pada 8 April hari ini serta waktu kembali pada 12 April nanti. Membanjirnya permintaan perjalanan tersebut tidak hanya untuk tujuan domestik tetapi juga luar negeri.

Dalam grafiknya, SURYA memaparkan bahwa pada masa Orde Lama Golput mencapai 12,34%. Pada masa Orde Baru (1971 - 1992) rata-rata Golputnya turun menjadi 8,70%. Dan di awal Orde Reformasi (1999) Golput naik lagi menjadi 10,40%. Cilakaknya pada Tahun 2004 (Pileg dan Pilpres) rata-rata Golputnya memecahkan rekor: 23%. Pada Pileg 2009 ini naga-naganya bakal memecahkan rekor lagi kalau kita melihat fenomena yang diberitakan oleh SURYA live tadi.

Saya sendiri, selain untuk DPR Pusat, nampaknya tidak atau belum punya pilihan. Ada saran?

Saturday, March 28, 2009

Global Earth Hour 2009: 1 Jam PLN Hemat Rp 2,5 M

Dalam rangka memperingati hari bumi, tanggal 28 Maret 2009, 45 menit dari sekarang, lewat program Global Earth Hour 2009, umat sejagat (yang punya listrik tentunya) diharapkan memadamkan listriknya selama 1 jam – dari pukul 20.30 – 21.30 WIB. Program ini merupakan bagian dari kampanye penghematan energi dan mengurangi dampak perubahan iklim global, yang diharapkan diikuti oleh seluruh masyarakat dunia. Dalam kurun waktu itu ternyata (untuk wilayah Jatim) PLN bisa menghemat listrik senilai Rp 1,5 Milyar.

Menurut Fahmi Mochtar, Direktur Utama PT PLN, sebenarnya dengan imbauan itu berpotensi menghemat listrik hingga Rp 3.5 Milyar bagi PT PLN jika pelanggan di seluruh Indonesia mematikan 100 watt lampu saja.

Sumber : Hari Ini, Ayo Padamkan Lampu 1 Jam, Harian Surya, Sabtu, 28 Maret 2008.

Tuesday, March 24, 2009

Caleg Gila? Ke Menur Saja

Siapapun dia, dari partai manapun dia diberangkatkan, pasti ambisi untuk menjadi Calon Legislatif (caleg) amatlah besar. Semakin banyak dana yang dipakai untuk biaya “memikat rakyat” semakin besar dan tinggi harapan mereka. Dari partai gurem hingga partai konglomerat, mereka mati-matian berdaya upaya untuk memeras otak, bahkan banyak yang lari ke dukun (Ponari juga?), minta doa para kyai, menghubungi sobat-sobat yang sebelumnya dilupakan, demi untuk sebuah kursi – baik untuk Tingkat II, Propinsi ataupun Pusat.

Di Jatim saja, menurut Harian Surya, Selasa, 24 Maret 2009, untuk merebut jatah 87 kursi DPR RI periode 2009-2014 sebanyak 1.468 caleg yang bertarung dalam Pemilu 9 April nanti. Sedangkan untuk total 100 kursi di DPRD Jatim diperebutkan oleh 1.665 caleg dan sebanyak 1.710 kursi di DPRD Kabupaten/Kota, jumlah caleg yang berjibaku mencapai belasan ribu.

Jadi yang berhasil memperebutkan dan menduduki kursi Legislatif (Jatim) hanyalah 1.852 orang saja. Belasan ribu yang lain?

Dalam tabelnya, Harian Surya menyebutkan bahwa total jumlah caleg DPR RI (11.215), DPR Propinsi (112.000) dan DPRD Kabupaten/Kota (1.500.000) dan DPD (1.109).

Sebuah penelitian dari ahli jiwa RS Hasan Sadikin Bandung, seperti yang kami comot dari (masih) koran yang sama, sangat mungkin caleg yang tidak lolos bisa bila karena frustrasi. Setelah dilakukan tes terhadap para caleg kota/kabupaten di Indonesia, ditemukan fakta bahwa daya tahan mental para caleg umumnya tidak kokoh sehingga susah menerima kenyataan buruk apabila mereka kalah dalam pemilu.

Direktorat Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan telah menyiagakan 32 RSJ yang ada di tanah air, untuk menampung para Caleg GATOT (Gagal Total) yang stress berat. Sayangnya daya tampungnya cuma 8.500 orang saja.

Dari ke-32 RSJ, RSJ Menur adalah yang terbaik. Paling tidak, begitulah ucap Direktur RSJ Menur, dr. Hendro Riyanto, Sp.KJ.MM, jual kecap. Yang pasti tidak gratis. Masih perlu mengeluarkan kocek minimal Rp 25.000 per hari dan yang VIP 1 (Rp 350.000) VIP 2 (Rp 250.000), Kelas Utama 1 (Rp 150.000) dan Kelas Utama 2 (Rp 100.000). Pilih mana?whats_going_on_here_thumb3

Wednesday, December 31, 2008

Kantin Kejujuran: Hanya Sebuah Utopia

KRISIS kepercayaan tampaknya sudah mengakar dalam sendi kehidupan negara kita. Banyaknya kerusuhan dan demonstrasi mengindisikan ada rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Krisis kepercayaan ini disebabkan oleh ketidakjujuran dari pemerintah kita. Korupsi merupakan suatu bentuk ketidakjujuran itu. Tindakan penyelewengan pemerintah terhadap amanat rakyat. Namun, untuk memberantas korupsi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak se-instant membuat mi. Perlu waktu panjang dalam mengubah keadaan ini.

Berbagai cara memerangi korupsi antara lain dengan pemangkasan generasi tua yang notabene dicap sebagai koruptor atau hukuman mati bagi pelaku koruptor seperti yang diterapkan di China, bukan merupakan langkah yang efektif dalam memberantas akar korupsi. Mengingat bahwa korupsi sudah menjadi budaya bangsa.

Hampir seluruh masyarakat mau tidak mau, merasa ataupun tidak pasti terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk memberantas korupsi haruslah dimulai dari penanaman sikap antikorupsi (budaya jujur) dalam masyarakat dan harus ditanamkan sejak dini.

Hal ini dimaksudkan agar budaya antikorupsi mengakar pada jiwa individu-individu kecil, yang nantinya diharapkan menjadi benteng dari budaya korupsi atau budaya ketidakjujuran (budaya menipu) secara luas.
Salah satunya, menggalakkan pendirian “kantin kejujuran” yang dimulai dari tingkat sekolah. Kantin kejujuran ini memang sudah lama didengung-dengungkan oleh banyak orang.

Tetapi, belum ada pelaksanaan yang signifikan. Namun kemarin dalam memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, sejumlah sekolah di Jawa Timur mulai menerapkan “kantin kejujuran” di lingkungan sekolah mereka (Surya 10/12/2008).

Dalam “kantin kejujuran” ini mereka mengambil makanan sendiri, membayar sendiri, dan mengambil kembalian sendiri. Suatu upaya yang cerdas dalam melatih kejujuran para individu-individu muda agar terbiasa berbuat jujur. Mungkin terdengar biasa, tapi bagi sebagian orang yang sudah terbiasa berbuat tidak jujur akan sangat sulit melakukannya. (Kantin Kejujuran, Zerry Mey – Surya live)

Niat yang baik ini nampaknya belum berjalan mulus. Buktinya, Kantin Kejujuran di SMUN I BoyolanguKabupaten Tlulungagung yang dilaunching 20 hari yang lalu, kini tutup akibat bangkrut.Pasalnya modal awal yang diharapkan bisa mencegah perilaku korupso sejak dini,ternyuata tidak kembali alias dikorupsi sebagian siswa. (Kantin Kejujuran Bangkrut - Harian Surya, 29 Desember 2008).

Menurut saya, adalah hol yang mustahal, bila anak-anak (baca: murid) disuruh jujur, manakala yang dewasa banyak yang belum mau berbuat jujur. Ibarat pepatah: Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari. Bahkan ada yang mempelesetkan Murid (maaf) Mengencingi Guru.

Lebih baik perbanyak teladan, niscaya tanpa adanya kantin kejujuran, kejujuran akan muncul di setiap sanubari anak bangsa negeri ini.

Saturday, December 27, 2008

Saya dan Tahun Baru 2009: Sebuah Refleksi

Setiap menjelang akhir tahun hampir sebagian besar masyarakat di seluruh dunia begitu semangat untuk menyambut kepergiannya. Semangat yang sama juga ditujukan kepada datangnya tahun baru. Demikian pula halnya dalam menyambut tahun 2009 yang tinggal menghitung hari.

Kalau Tahun Masehi hadir pada tanggal 1 Januari 2009, maka Tahun Islam (1 Muharram 1430 Hijriyah) akan hadir 2 hari lebih awal, yaitu tanggal 29 Desember 2008. Sementara Tahun Baru Imlek 2560 akan hadir pada tanggal 26 Januari 2009. Dan menurut shio Cina Tahun Anjing Tanah (2008) akan digantikan dengan Tahun Kerbau Tanah.

Yang umum dirayakan oleh segenap penjuru dunia adalah Tahun Baru Masehi, demikian pula halnya dengan saya.

Pada tahun 80-an saya biasanya (bersama teman-teman) melewati pergantian tahun dengan berkeliling kota Malang, lantas menuju ke Batu menikmati keindahan kota Malang di ‘Payung’ sambil makan jagung dan sedikit alkohol. Dan menjelang terbit fajar kami pun segera bergeser pulang dan masuk ke peraduan. Seharian.

Pada awal tahun 90-an lain lagi. Pada saat masih aktif di kelompok teater (Teater Melarat namanya. Melarat di sini bukan berarti miskin, melainkan me-larat – seperti kuda yang lari kencang) kami segenap anggota duduk bersila di lantai secara melingkar. Menjelang detik-detik kepergian tahun, kami satu demi satu, diharuskan menyampaikan semacam pengungkapan diri tentang apa saja. Harapan, pengakuan dosa, atau apalah yang dianggap patut untuk disampaikan. Dan setelah hadir itu tahun baru, ada semacam pengisian (kalau di pengajian namanya mauidho hasanah) dari tokoh yang sengaja diundang.

Pada akhir tahun 90-an (saat Teater Melarat sudah tak lagi aktif) kami sering bersama-sama kelompok musik yang bernama IQ Rendah sering diundang dalam acara-acara yang diadakan dalam rangka old and new. Mulai dari pelosok kampung hingga hotel berbintang. Saya sendiri bertindak sebagai pembawa acaranya, karena saya memang tidak bisa ‘nyanyi’ dengan baik dan benar.

Pada saat menjelang millennium kedua (yang terkenal dengan istilah Y2K) lain lagi ceritanya. Saat itu saya sudah berumah tangga. Masa hura-hura sudah lama saya tinggalkan. Dan hanya tinggal kenangan belaka. Saya biasanya menonton televisi bersama anak-anak saya hingga laurt malam. Setelah itu saya pergi keluar rumah untuk menikmati aroma tahun baru.

Belakangan ini (sekitar dua tahun yang lalu) saya mengakhiri tahun di alam dunia maya. Berselancar selama setahun.

Kali ini mungkin saya tak akan berselancar di alam maya, mungkin saya pakai untuk merenung, instropeksi, mawas diri.

Kalau sebelumnya saya selalu menyambut tahun baru dengan sukacita, tidak untuk kali ini. Karena pada galibnya, setiap pertambahan tahun, berati pula berkurang jatah saya dalam mengarungi dunia fana. Ini yang jarang saya sadari.

Apakah saya sudah punya banyak atau cukup bekal untuk menghadap Sang Khalik? Atau sebandingkah hidayah, taufiq dan inayah-Nya dengan pengabdian saya kepada-Nya.

Thursday, December 25, 2008

Baliho Anti-Orang Kidal

Untung saya bukan menjadi penduduk Kota Depok. Kalau saya menjadi warga pak Nurmahmudi, tentu akan rikuh bila diundang makan bersama dengan para pejabat di sana (lagipula siapa yang bakal mengundang saya?) apa pasal?

Dalam Majalah Tempo (rubrik Indonesiana) Edisi 42?XXXVII/8 Desember 2008, ada tulisan yang berjudul Baliho Anti-Orang Kidal. Isinya antara lain: MEREKA yang kidal tentu mengernyitkan dahi melihat baliho ukuran besar bergambar Nurmahmudi Ismail, Wali Kota Depok, itu. ”Kembalilah ke Jati Diri Bangsa, Makan dan Minumlah dengan Tangan Kanan”. Begitulah tulisan di baliho disertai foto Pak Wali beserta perwakilan masyarakat, seperti pasukan pengibar bendera pusaka, Pramuka, abang-none, dan veteran.

Jumlah baliho yang ditebarkan di sepanjang jalan Depok mencapai puluhan buah. Apa penyebab Pak Wali demen berkampanye soal makan dengan tangan kanan? ”Saya sering menemukan pejabat atau warga yang makan dengan tangan kiri,” kata Nur kepada Tempo. Ia mengaku sudah menegur. Entah mengapa, Nur merasa masih kurang sreg, lantas baliho pun ia sebar.

Namun kampanye ini justru mengundang komentar miring dari warga. Asni, warga Depok II, kesal bukan kepalang. ”Basi banget, sih. Kita semua sudah tahu kalau makan pakai tangan kanan,” ungkapnya ketus. Ketimbang mengurusi soal tangan mana yang digunakan untuk makan, Asni justru mengajukan usul lain. ”Kalau ada larangan kencing sembarangan di Terminal Depok, itu baru oye,” katanya sembari terkekeh. Maklum, bau pesing di terminal itu, menurut Asni, bisa bikin orang pingsan.

Sedangkan bagi Lia, warga Depok Lama, soal baliho ini tak lagi mengherankan. ”Pak Nur kan wali kota baliho,” katanya enteng. Maklum, bukan sekali ini saja Nur menyebarkan baliho. Sebelum soal tangan kanan, ia sempat melempar wacana makan belimbing. Padahal, menurut Lia, mencari belimbing enggak gampang-gampang amat. ”Harganya juga mahal,” ujarnya mengeluh. Kampanye makan belimbing itu pun sembari menebarkan wajah penuh senyum Pak Wali.

Maka tak aneh bila Okta, warga Sawangan, menuding baliho itu hanya upaya Pak Wali menjaga citra. ”Masih banyak masalah Depok yang mesti diselesaikan, dari jalan macet sampai jalan rusak. Tolong itu jadi prioritas,” ujarnya. Belum diketahui bagaimana komentar orang bertangan kidal, yang sehari-hari menggunakan tangan kiri untuk makan. Lalu bagaimana pula kalau atlet bulu tangkis yang kidal? Apa cuma makan saja harus pakai ”tangan manis”?

Lagi pula, anak saya yang bungsu juga kidal seperti saya. Semua dilakukan dengan tangan kiri – kecuali kalau salim.

Sunday, August 24, 2008

Menjadi Tamu Presiden: Kebanggaan yang Berujung Kesengsaraan

Siapapun pasti akan merasa terhormat manakala mendapat undangan untuk bisa bertemu dengan Presiden di Istana Negara. Namun, kita mesti perlu waspada dan perlu bekal yang cukup sebelum kita memutuskan untuk hadir. Karena, tanpa persiapan dan bekal yang cukup, kita bisa 'kapiran' di sana. Contohnya, seperti yang diberitakan Harian Surya Online berikut ini:

Sebanyak 30 orang penari asal NTT (Nusa Tenggara Timur) yang tampil di acara 17 Agustus-an di Istana Negara telantar nasibnya. Nasib serupa juga dialami oleh Yuni Veronika, 11, peraih medali emas kejuaraan dunia catur pelajar asal Riau.

Para penari dan Yuni tidak bisa pulang ke daerahnya masing-masing, usai mengikuti acara silahturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait perayaan 17-an.
Para penari yang masih duduk di bangku SMA tidak bisa pulang ke kampong halamannya di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, karena ditinggal pergi oleh ketua panitia dan pimpinan kelompok.

Saat ini sebagian penari itu mengungsi di rumah seorang warga asal NTT di Jakarta, Dominik Walleng, di Kramatjati, Jakarta Timur.Sebagian lagi ditampung di rumah Ketua RT 10/04 Kramatjati, Suparman.

"Rabu pagi (20/8) lalu, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Lembata, yaitu Pak Martin, Didi Lejak sebagai manajer keuangan, dan Madjid Lamahoda, pimpinan kelompok, tanpa sepengetahuan anak-anak langsung pergi dari tempat penginapan. Mereka tidak mau bertanggungjawab, bahkan mereka membawa sisa uang penginapan," ucap Dominik Walleng, yang ditemui di rumahnya Kamis (21/8) sore.

Para penari asal NTT ini mulai menginap di Graha Wisata Remaja TMII (Taman Mini Indonesia Indah) sejak tanggal 16 Agustus, sehari sebelum 17-an.

Namun karena ditinggal kabur pimpinan rombongan yang membawa uang sewa penginapan, pihak pengelola Graha Wisata Remaja mengusir mereka setelah beberapa hari diberi kesempatan bertahan di penginapan itu.
"Harusnya sesuai rencana, anak-anak menginap sampai 10 hari dari tanggal 16 hingga 26 Agustus," ucap Dominik.

Sementara itu, Yuni mengaku kapok untuk menghadiri acara 17-an di Istana Negara setelah pengalaman buruk ini. Peraih medali emas dan perunggu kejuaran catur dunia tingkat pelajar tahun 2008 ini sebetulnya merasa terhormat dan senang bertemu dengan Presiden. “Tapi, jika jadi terlantar seperti ini, saya kapok," kata Yuni, Kamis (21/8) siang.

Berbeda dengan para penari NTT, Yuli dan bapaknya Sudirman kehabisan dana karena pihak pengundang, yaitu Depdiknas, tak mau mengganti biaya untuk Sudirman.
“Masak saya harus ke Jakarta sendirian. Kan tak mungkin,” kata Yuli.

Untungnya, pada berita berjalan yang ada di tvOne tadi sore, kabarnya mereka sudah menerima uang transport pulang.

Sunday, August 10, 2008

Olimpiade Beijing 2008: Fantastis dan Spektakuler

Olimpiade 2008 dibuka dengan upacara pembukaan fantastis dan spektakuler di Stadion Sarang Burung, Beijing, Jumat ( 8/8 ) malam. Permainan kembang api, tarian kolosal, dan musik China dipadukan teknologi piroteknik yang mengagumkan. Lewat olimpiade ke-29 ini, China memamerkan kemajuan mereka.

Upacara pembukaan itu berpuncak pada penyalaan kaldron olimpiade oleh Li Ning, atlet senam China atau ”Pangeran Senam”, peraih tiga medali emas pada Olimpiade Los Angeles 1984. Setelah menerima api yang disulut ke obornya, pria berusia 44 tahun itu diangkat dengan tali yang membelit tubuhnya.

Ia kemudian melayang-layang, mengitari stadion, dan berlari-lari dalam posisi miring seolah menapak layar sebelum mencapai titik, tempat Li menyulut api yang menjalar ke kaldron. Olimpiade Beijing 2008 dibuka resmi oleh Presiden China Hu Jintao. Disaksikan langsung sekitar 91.000 penonton dan empat miliar pemirsa televisi di penjuru dunia, upacara pembukaan yang dirancang sutradara film nominasi Oscar, Zhang Yimou, itu bercerita soal perjalanan bangsa China mulai era dinasti kuno hingga zaman modern.

Begitu megahnya, upacara pembukaan itu disebut-sebut ajang pembuka paling memukau dalam sejarah olimpiade. Sekitar 30.000 kembang api dilontarkan ke angkasa. Sekitar 15.000 orang, termasuk 2.008 penabuh drum, terlibat dalam acara akbar itu. (Kompas)

Kalau belum sempat lihat itu pesta pembukaan, bisa melihat di bawah ini:

Beijing Olympics - We Are Ready (High Quality)

Beijing Olympics 2008 , One World One Dream

Beijing Olimpycs China Presentation Ceremony olimpiadas

Olympic Games 2008 - opening ceremony ( China, Beijing )

dan masih banyak lagi.

Saturday, June 28, 2008

Saya Lagi Beruntung Temukan Roy Suryo

Awalnya saya mampir di blog Trilsky’s Page…..share your mind…

karena ingin membaca Opini Situs Pencarian Roy Suryo. Dikatakan di sana : ........ tadi saya iseng membuka www.google.co.id lalu memasukkan key word ”temukan roy suryo” lalu klik saya lagi beruntung maka apa yang saya temukan? Sungguh membuat saya terkekeh. Gambarnya ada di bawah :

Lalu saya mencoba untuk melakukan hal yang sama. Hasilnya adalah sama dengan gambar di atas. Setelah saya teliti halaman bawahnya yang seperti ini:



Beranda Google - Program Periklanan - Serba-serbi Google

Halaman ini sama sekali tidak berafiliasi dengan Google.
© 2008 temukanroysuryo.co.cc

Selidik punya selidik, ini semua adalah pokal gawenya maseko. Karena halaman bawah google yang asli mestinya seperti ini:


Sementara kalau Anda menulis roy suryo, yang muncul adalah halaman ini. Maseko memang usil, iseng. Semoga saja Roy Suryo tak baca hal ini. Biar tidak makan ati.

Friday, June 27, 2008

Dapatkan Rp 50.000.000, Segera!

Pasang banner KapanLagi.com di Situs/Blog/Friendster kamu, dan dapatkan hadiah Rp. 50.000.000,- untuk 10 (sepuluh) Friends beruntung yang akan diundi tanggal 20 Desember 2008.
Buruan!!! Gratis koq, gak dipungut biaya sepeserpun. Syarat dan Ketentuan berlaku.
KLIK DI SINI UNTUK CARA MENAMPILKAN BANNER.

Syarat dan Ketentuan

  1. Kode tidak boleh diubah, harus tetap sama 100%.
  2. Pastikan di situs Anda tercantum alamat email yang bisa dihubungi, kami akan menghubungi Anda apabila Anda keluar sebagai pemenang.
  3. Pemenang akan dihubungi via email.
  4. Tidak dikenakan biaya apapun.
  5. Apabila ada pertanyaan hubungi: editor@kapanlagi.net

Wednesday, April 16, 2008

Ingin Beli Sate Mobil?

Hari ini saya senyum di kulum melihat gambar di Jawa Pos Online. Ada mobil yang dijadikan sate dalam arti sesungguhnya. 8 Mobil ditusuk 'sujen' baja. Delapan mobil ditusuk dengan batang baja, maka mirip sate mobil. Karya unik bernama Spindle (Kumparan) di Berwyn, Illinois, AS, itu ditawarkan kepada penawar tertinggi lewat eBay. Harga pembukaannya USD 50 ribu (sekitar Rp 460 juta).

Situs eBay menggoda calon pembeli dengan menyebutnya sebagai "monumen tepi jalan yang tersohor secara internasional." Sate mobil tersebut memang ngetop sebagai tempat singgah turis. "Patung" itu pernah muncul di film Wayne’s World (1992). Cerita film komedi itu berpusat di sekitar kedai donat, yang di depannya menjulang sate mobil tersebut.

"Landasan betonnya tidak termasuk yang dijual. Hanya mobil dan tiang," kata Michael Flight dari agen properti pengelola mal tempat sate mobil ini berada. Kepada UPI, dia mengakui, sebenarnya sate mobil itu mau dipindah saja, tetapi ongkosnya sangat mahal. Maka dijual saja.

Karena itu, calon pembeli harus siap-siap merogoh kantong lebih dalam. Sebab, diperkirakan ongkos bongkar dan pengirimannya lebih mahal daripada harga yang ditawarkan. Bisa-bisa mencapai USD 100 ribu (sekitar Rp 918 juta).

Menurut Chicago Tribune, setelah penawaran dibuka Minggu, pada malamnya (Senin siang WIB) sudah ada yang 2.000 orang yang mengklik penawaran tersebut. Namun, belum ada yang deal. Lelang ditutup pada Kamis nanti. (roy)

Saturday, April 12, 2008

2008 Foto Telanjang Menyambut EURO 2008

Kompas, dalam BolaRopa '08 (Laporan Khusus Piala Eropa), Kamis kemarin (10 April) memberitakan bahwa Spencer Tunick, sorang seniman komtemporer dari New York, akan bikin Foto Telanjang Massal Sambut Euro 2008.

Seniman kontemporer New York Spencer Tunick yang dikenal mendunia karena karya foto bugil massal berencana mengumpulkan hingga 2.008 fans sepakbola yang rela tidak berbusana sama sekali untuk diabadikan dalam karya fotonya di stadion sepakbola yang akan digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan final turnamen Euro 2008.

Perusahaan kereta api nasional Austria akan menawarkan tiket gratis ke 2.008 pendaftar pertama baik pria maupun perempuan yang rela difoto secara bersama tanpa sehelai benang pun melekat ditubuh pada tanggal 11 Mei 2008 baik dalam kondisi cuaca hujan maupun cerah. Spencer Tunick akan mengabadikan mereka yang rela diambil sebagai objek foto bugil massal ini di Stadion Ernst Happel, yang akan menjadi lokasi final Euro 2008. Austria dan Swiss akan secara bersama menjadi tuan rumah Euro 2008 yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 29 Juni mendatang.

"2.008 orang telanjang akan jadi luar biasa!" kata Katharina Murschetz dari Kunsthalle Wien, sebuah pusat eksibisi seni Wina yang mengorganisir foto bugil massal tersebut. Murschetz berpendapat karya seni Tunick yang unik tersebut sebagai karya sempurna untuk menyambut kejuaraan Euro 2008. "Ini karena Tunick menyebarkan lewat karyanya itu semangat komunitas yang kuat sesuai dengan semangat yang dikobarkan oleh olahraga," jelas Katharina Murschetz.

Tunick dikenal karena karya foto telanjang massal hasil bidikannya di depan gedung Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) New York, Amsterdam, hingga di sejumlah balkon hotel yang menghadap ke South Beach, Miami serta lebih dari 70 lokasi lainnya mulai dari Montreal hingga ke Melbourne, Australia. Rekor Tunick adalah mengabadikan foto lebih dari 18.000 orang tanpa busana di alun-alun utama Mexico City tahun 2007 lalu.

Pihak penyelenggara menjelaskan lebih dari 2.000 orang telah mendaftar pada awal Maret lalu untuk pengambilan foto bugil bersama menjelang Euro 2008. Foto tersebut nantinya akan diperagakan ke publik di Karlsplatz, Wina mulai tanggal 23 Juni mendatang dan setiap relawan dalam acara foto bersama tersebut akan mendapatkan 1 foto.

Yang pasti kita hanya akan bisa mendengar beritanya saja. Soalnya nggak bakal bisa diunduh, ditengok atau apalah, di media internet ini.

Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.