Showing posts with label Ilmuwan. Show all posts
Showing posts with label Ilmuwan. Show all posts

Saturday, May 16, 2009

Kalau Sedang Berdoa Boleh Merokok?

Kalau sedang berdoa boleh merokok? Jawabannya jelas tidak boleh, apalagi bagi orang fanatik.

Seorang ahli hukum yang fasih (mahir) mengolah kata di atas menjadi: Kalau sedang merokok boleh berdoa? Tentu saja, jawabanya adalah boleh. Kita boleh berdoa kapan saja dan dalam keadaan apa saja. Seorang ahli hukum biasanya senang memutarbalikkan kata agar yang tidak boleh dilakukan menjadi boleh dilakukan. Tentu saja hal ini ditunjang oleh kemampuan menyusun kalimat.

Seorang ahli hukum sering mencari celah-celah di mana ada kalimat yang mempunyai kemungkinan dari yang dilarang menjadi diizinkan.

Sumber: Bahasa Indonesia Hukum, Dr. Soelaeman B. Adiwidjaja, Dipl.Ed.,SH., Dra. Lilis Hartini, Penerbit Pustaka, Bandung, 1999.

Thursday, March 13, 2008

Sains Tampak Mudah dan Menggugah

black-hole-and-baby.jpgDalam bukunya yang fenomenal A Brief History of Time Stephen Hawking dengan tegas mengubah cara berpikir kita tentang fisika, jagat raya dan tentang realitas. Sekarang, buku Lubang Hitam dan Jagat Bayi dan Esai-esai Lain, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Cetakan II, 1995).

Hawking datang untuk membersitkan cahaya baru ke kawasan-kawasan paling gelap dalam ruang-ruang waktu dan menyingkapkan sederet kemungkinan baru dalam upaya kita dalam memahami jagat raya. Dengan mengacu ke karyanya yang terdahulu, Hawking berbicara tentang waktu imajiner, tentang bagaimana lubang hitam dapat melahirkan jagat bayi, dan tentang upaya para ilmuwan untuk menemukan sebuah teori terpadu yang lengkap yang akan menerangkan segala sesuatu di jagat raya.

Ia yakin bahwa itu lumrah, selumrah penerimaan kita atas pandangan bahwa bumi berbentuk bulat. Kumpulan tulisan ini mengungkapkan Hawking sebagai ilmuwan, warga dunia yang prihatin, manusia dan pemikir yang teliti dan imajinatif. Kendati cacat parah akibat ALS (penyakit Lou Gehring) ia berkata bahwa cacatnya memang banyak berpengaruh, tetapi tidak menghalangi kehidupan pribadi dan intelektualnya.

Sebuah komputer khusus membantunya menerjemahkan pikiran-pikirannya ke dalam kata-kata, lalu mengubahnya kata-kata ini menjadi suara. Dengan demikian, ia tetap mampu menulis dan berbicara, mengembangkan gagasan-gagasannya, walaupun secara fisik ia hanya duduk lunglai di atas kursi rodanya.

[ Review ini pernah saya tulis di sono ]

Monday, March 10, 2008

Ditemukan Gen Pendukung Usia

Manula
Sudah banyak penelitian mencari faktor usia panjang

Sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat mengaku telah menemukan sebuah gen yang mungkin dapat membuat manusia hidup lebih lama.

Para peneliti di Institut Penelitian Usia Lanjut di New York mempelajari kerangka genetika sekelompok orang Yahudi yang berusia 100 tahun ke atas dan anak-anak mereka.

Mereka menemukan kaum wanita dalam kelompok ini memiliki sebuah gen yang berdampak pada hormon pertumbuhan.

Wartawan Urusan Sains BBC, Matt McGrath, melaporkan para ilmuwan berpendapat membatasi hormon tersebut mungkin bisa membuat manusia hidup lebih lama.

Pada dasarnya penelitian itu menemukan dampak dari sebuah hormon yang dinamakan ‘faktor pertumbuhan sejenis insulin’ terhadap panjangnya usia.

Dan lewat sejumlah eksperimen atas ragi, cacing, lalat dan tikus ditemukan bahwa dengan merekayasa gen-gen yang memproduksi zat ini maka mereka dapat memperpanjang usia secara signifikan.

Dengan meneliti sekelompok manula berusia 100 tahun ke atas dari etnik Yahudi Ashkenazi dan anak-anak mereka –yang kini sudah memasuki manula juga– para peneliti menemukan 2 mutasi dalam gen-gen yang berdampak pada sensitivitas terhadap ‘faktor pertumbuhan sejenis insulin’.

Hormon itu mendorong proses pertumbuhan badan serta kedewasaan dan para ilmuwan mengatakan rekayasa hormon tersebut tampaknya bisa memperlambat proses penuaan.

Konsekuensi lain dari rekayasa hormon itu adalah perawakan tubuh yang lebih pendek.

Para manula dalam penelitian itu rata-rata lebih rendah 2,5 cm dibanding masyarakat umum.

Bagaimanapun temuan gen yang mungkin dapat mengatur panjang usia ini bukan berarti merupakan kabar baik bagi kaum pria, karena semua pembawa mutasi genetika yang ditemukan sejauh ini adalah wanita.

[diambil dari BBC Indonesia ]


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.