Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Monday, April 13, 2009

Repotnya Mengkhitankan Anak Balita


Bagi setiap lelaki muslim wajib hukumnya untuk khitan. Saya, sebagai orang tua seorang anak lelaki punya kewajiban untuk mengkhitankan anak saya itu. Sekarang anak saya berusia genap 5 tahun pada tanggal 11 September 2009 yang akan datang.
Dan kami merencanakan untuk mengkhitankan pada saat anak saya kelas 4 Sekolah Dasar.
Namun, rencana itu nampaknya harus berubah, lantaran kami barusan ”boyongan” pindah rumah. Dan sudah menjadi tradisi kampung saya, setiap pindah rumah pasti mengundang para tetangga sekitar untuk diajak ”selamatan”.
Rencananya acara ini disatukan dengan acara aqiqah anak saya – yang memang untuk yang lelaki itu belum saya aqiqahkan.
”Kalau sekalian khitan bagaimana?” ada satu saudara yang mengusulkan.
Kami masih pikir-pikir. Anak saya masih keciul. Apa mau.
Namun, setelah dipertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya kami setuju. Apalagi saat ditawarkan ke anak saya, dianya mau. Disunat, dipotong burungnya? Kami menegaskan. Anak saya menagguk mantap.
Akhirnya, setelah subuh, tanggal 2 April 2009 kemarin, anak saya pun dikhitankan.
Alhamdulillah, prosesnya lancar. Walau awalnya menangis, saat disuntik bius, akhirnya proses khitan berjalan lancar.
Apa hikmahnya? Ternyata ”kulit helm” burung anak saya itu sulit untuk dibuka. Kata mantri sunatnya, hanya ada lubang kecil – sebagai jalannya kencing. Makanya, setiap ”kebelet” kecing selalu ditahannya. Baru setelah lama, baru dikencingkan.
”Jadi memang – kalau melihat kondisi demikian – harus segera disunat. Bila tidak, pasti akan semakin sukit kencing, nantinya.
Alhamdulillah, setelah lewat 3 hari, itu burung sudah mulai mengering. Insya Allah besok pagi sudah bisa buka perban saat mandi “kum-kum”, begitu pikir saya.

Tapi apa lacur. Setelah lewat 3 hari anak saya nggak mau mandi, walau saya paksa. Lebih dari itu, hampir sepanjang hari anak saya minta dikipasi itu punya burung.

Tentu saja saya mulai berbagi piket dengan istri saya. Dan, alhandulillah, dengan penuh kesabaran, akhirnya kemarin sore, itu perban bisa dilepas juga. Tapi soal kipas masih harus berjalan hingga kini. Terlebih saat mau dan setelah kencing.

Thursday, January 29, 2009

MUI: Golput Tidak Haram, Kecuali Rokok....

Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengusulkan agar MUI mengeluarkan fatwa haram terkait masalah golput. Namun MUI menilai, urusan golput bukan masalah agama melainkan politik.

"Fatwa harus dikaji dulu apa alasannya. Apakah kecenderungan golput sudah sangat kuat kalau rakyat kita apatis, lalu banyak sekali yang golput, itu dulu dibuktikan. Karena ini (golput) tidak masalah agama, ini masalah politik," tegas Ketua MUI Amidhan ketika dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (13/12).

Yang diharamkan mestinya yang main "money politik". Yang menjual kecap nomor 1, namun tanpa pernah dibuktikan saat sudah duduk di singgasana.

Sementara Golput adalah sebuah pemanfaatan sebuah hak asasi dengan jalan tidak memilih. Bukannya tidak punya sikap. Dan ini tentu saja bukan perbuatan dosa. Lain dengan menebar uang (entah dari mana) serta ngobral janji-janji kosong. Jadi, kalau MUI menolak mengharamkan Golput, adalah benar adanya.

Lain golput lain rokok. Setelah menjadi wacana di banyak media masa. Ada yang pro dan ada yang kontra, akhirnya ditetapkan bahwa :

ROKOK ITU HARAM BAGI ANAK-ANAK........

Lha, kalau rokok haram bagi anak-anak, tak perlu repot-repot menunggu fatwa MUI. Saya yakin, para orang tua yang bijak pasti akan melarang anak-anaknya untuk menghisap rokok, meskipun mereka (orang tua itu) adalah perokok. Tak ada orang tua yang menyuruh anak-anaknya untuk menjadi seorang perokok.

Apa lantaran banyak suara yang menentang pengharaman rokok ini, lantas fatwa MUI jadi 1/2 hati?

Sunday, January 4, 2009

Olimpiade Sastra SD Digelar 2009

Meski selama ini olimpiade identik dengan mata pelajaran matematika dan sains, olimpiade di bidang sastra tidak mustahil dilakukan. Untuk itu, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berniat menggelar olimpiade sastra untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2009, sebagai penghargaan tertinggi bagi siswa yang mendalami sastra.

Menurut Direktur Pembinaan Taman Kanak-kanak/Sekolah Dasar (TK/SD) Depdiknas Mudjito AK, Rabu (17/12), melalui kompetisi bidang sastra diharapkan akses murid SD untuk membaca buku sastra bisa lebih luas lagi. Ini akan menimbulkan minat yang mengarah pada kebiasaan, dan kondisi ini akan menimbulkan budaya baru di kalangan muda Indonesia.

Dia menambahkan, sekarang ini kompetisi untuk karya sastra sangat terbatas pada lomba mengarang, itu pun digabungkan dalam acara festival seni. “Kurangnya minat siswa terhadap karya sastra lebih banyak karena tidak tersedianya bahan bacaan karya sastra di sekitar mereka,” ujarnya. Bahkan di perpustakaan sekolah, amat sulit ditemukan buku-buku di luar buku teks pelajaran. Dulu memang pernah diusahakan sumbangan buku dari orang tua, tetapi saat ini di masa semua orang meminta pendidikan tanpa pungutan, susah meminta sumbangan dari orang tua.

Sepanjang 2008, pemerintah pusat telah menyetujui dana Rp 7,1 triliun untuk pengadaan buku perpustakaan dan alat-alat pelajaran, namun pada 2009 bantuan tersebut dialihkan untuk rehabilitasi gedung dan infrastruktur sekolah. Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Maman S Mahayana, mengingatkan agar olimpiade sastra menghindari bentuk artifisial berupa hafalan terhadap pengetahuan kesastraan. (Olimpiade Sastra SD Digelar 2009, diknas.go.id)

Saturday, January 3, 2009

Gambar Menyusui Bayi Itu Adegan Porno

Setidaknya itu yang yang disampaikan facebook kepada Roman. Sebagai anggota Facebook, Roman pernah memposting gambar dirinya sedang menyusui anak bayinya. Suatu ketika, dia kaget karena ternyata gambar itu sudah lenyap. Merasa penasaran, Roman mengubungi pengelola Facebook lewat email. Dia mendapat jawaban bahwa gambar itu tergolong "porno" sesuai aturan Facebook.

Tak terima alasan ini, Roman menggalang petisi ke sesama anggota Facebook. Di sini, dia membuat sebuah kelompok bernama "Hey Facebook, menyusui bayi bukan adegan porno!" Dengan cepat petisi ini mendapat pendukung. Terakhir, hari ini jumlah pendukungnya sudah mencapai 97.600 lebih anggota.

Pihak Facebook melalui juru bicaranya, Barry Schnitt, menyatakan bahwa mereka pada dasarnya tidak melarang gambar ibu menyusui. Yang dilarang, kata Schnitt lagi, bila gambar menyusui itu menunjukkan dengan jelas area puting sang ibu.

Bukan hanya Facebook yang menerapkan kebijakan seperti itu. My Space, juga sejenis situs jejaring, pun menerapkan kebijakan yang sama. Seperti halnya Facebook, My Space pernah menerima protes kaum ibu, tapi manajemen My Space memilih bungkam.

Facebook adalah situs jejaring yang sangat populer. Saat ini, anggota situs ini mencapai 140 juta orang, tersebar di seluruh dunia. (Dituding Porno, Ibu-ibu Menyusui Protes Facebook - TempoInteraktif.com)

Wednesday, December 31, 2008

Kantin Kejujuran: Hanya Sebuah Utopia

KRISIS kepercayaan tampaknya sudah mengakar dalam sendi kehidupan negara kita. Banyaknya kerusuhan dan demonstrasi mengindisikan ada rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Krisis kepercayaan ini disebabkan oleh ketidakjujuran dari pemerintah kita. Korupsi merupakan suatu bentuk ketidakjujuran itu. Tindakan penyelewengan pemerintah terhadap amanat rakyat. Namun, untuk memberantas korupsi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak se-instant membuat mi. Perlu waktu panjang dalam mengubah keadaan ini.

Berbagai cara memerangi korupsi antara lain dengan pemangkasan generasi tua yang notabene dicap sebagai koruptor atau hukuman mati bagi pelaku koruptor seperti yang diterapkan di China, bukan merupakan langkah yang efektif dalam memberantas akar korupsi. Mengingat bahwa korupsi sudah menjadi budaya bangsa.

Hampir seluruh masyarakat mau tidak mau, merasa ataupun tidak pasti terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk memberantas korupsi haruslah dimulai dari penanaman sikap antikorupsi (budaya jujur) dalam masyarakat dan harus ditanamkan sejak dini.

Hal ini dimaksudkan agar budaya antikorupsi mengakar pada jiwa individu-individu kecil, yang nantinya diharapkan menjadi benteng dari budaya korupsi atau budaya ketidakjujuran (budaya menipu) secara luas.
Salah satunya, menggalakkan pendirian “kantin kejujuran” yang dimulai dari tingkat sekolah. Kantin kejujuran ini memang sudah lama didengung-dengungkan oleh banyak orang.

Tetapi, belum ada pelaksanaan yang signifikan. Namun kemarin dalam memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, sejumlah sekolah di Jawa Timur mulai menerapkan “kantin kejujuran” di lingkungan sekolah mereka (Surya 10/12/2008).

Dalam “kantin kejujuran” ini mereka mengambil makanan sendiri, membayar sendiri, dan mengambil kembalian sendiri. Suatu upaya yang cerdas dalam melatih kejujuran para individu-individu muda agar terbiasa berbuat jujur. Mungkin terdengar biasa, tapi bagi sebagian orang yang sudah terbiasa berbuat tidak jujur akan sangat sulit melakukannya. (Kantin Kejujuran, Zerry Mey – Surya live)

Niat yang baik ini nampaknya belum berjalan mulus. Buktinya, Kantin Kejujuran di SMUN I BoyolanguKabupaten Tlulungagung yang dilaunching 20 hari yang lalu, kini tutup akibat bangkrut.Pasalnya modal awal yang diharapkan bisa mencegah perilaku korupso sejak dini,ternyuata tidak kembali alias dikorupsi sebagian siswa. (Kantin Kejujuran Bangkrut - Harian Surya, 29 Desember 2008).

Menurut saya, adalah hol yang mustahal, bila anak-anak (baca: murid) disuruh jujur, manakala yang dewasa banyak yang belum mau berbuat jujur. Ibarat pepatah: Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari. Bahkan ada yang mempelesetkan Murid (maaf) Mengencingi Guru.

Lebih baik perbanyak teladan, niscaya tanpa adanya kantin kejujuran, kejujuran akan muncul di setiap sanubari anak bangsa negeri ini.

Thursday, December 25, 2008

Baliho Anti-Orang Kidal

Untung saya bukan menjadi penduduk Kota Depok. Kalau saya menjadi warga pak Nurmahmudi, tentu akan rikuh bila diundang makan bersama dengan para pejabat di sana (lagipula siapa yang bakal mengundang saya?) apa pasal?

Dalam Majalah Tempo (rubrik Indonesiana) Edisi 42?XXXVII/8 Desember 2008, ada tulisan yang berjudul Baliho Anti-Orang Kidal. Isinya antara lain: MEREKA yang kidal tentu mengernyitkan dahi melihat baliho ukuran besar bergambar Nurmahmudi Ismail, Wali Kota Depok, itu. ”Kembalilah ke Jati Diri Bangsa, Makan dan Minumlah dengan Tangan Kanan”. Begitulah tulisan di baliho disertai foto Pak Wali beserta perwakilan masyarakat, seperti pasukan pengibar bendera pusaka, Pramuka, abang-none, dan veteran.

Jumlah baliho yang ditebarkan di sepanjang jalan Depok mencapai puluhan buah. Apa penyebab Pak Wali demen berkampanye soal makan dengan tangan kanan? ”Saya sering menemukan pejabat atau warga yang makan dengan tangan kiri,” kata Nur kepada Tempo. Ia mengaku sudah menegur. Entah mengapa, Nur merasa masih kurang sreg, lantas baliho pun ia sebar.

Namun kampanye ini justru mengundang komentar miring dari warga. Asni, warga Depok II, kesal bukan kepalang. ”Basi banget, sih. Kita semua sudah tahu kalau makan pakai tangan kanan,” ungkapnya ketus. Ketimbang mengurusi soal tangan mana yang digunakan untuk makan, Asni justru mengajukan usul lain. ”Kalau ada larangan kencing sembarangan di Terminal Depok, itu baru oye,” katanya sembari terkekeh. Maklum, bau pesing di terminal itu, menurut Asni, bisa bikin orang pingsan.

Sedangkan bagi Lia, warga Depok Lama, soal baliho ini tak lagi mengherankan. ”Pak Nur kan wali kota baliho,” katanya enteng. Maklum, bukan sekali ini saja Nur menyebarkan baliho. Sebelum soal tangan kanan, ia sempat melempar wacana makan belimbing. Padahal, menurut Lia, mencari belimbing enggak gampang-gampang amat. ”Harganya juga mahal,” ujarnya mengeluh. Kampanye makan belimbing itu pun sembari menebarkan wajah penuh senyum Pak Wali.

Maka tak aneh bila Okta, warga Sawangan, menuding baliho itu hanya upaya Pak Wali menjaga citra. ”Masih banyak masalah Depok yang mesti diselesaikan, dari jalan macet sampai jalan rusak. Tolong itu jadi prioritas,” ujarnya. Belum diketahui bagaimana komentar orang bertangan kidal, yang sehari-hari menggunakan tangan kiri untuk makan. Lalu bagaimana pula kalau atlet bulu tangkis yang kidal? Apa cuma makan saja harus pakai ”tangan manis”?

Lagi pula, anak saya yang bungsu juga kidal seperti saya. Semua dilakukan dengan tangan kiri – kecuali kalau salim.

Tuesday, December 23, 2008

Michael Jackson Sekarat



Begitu berita Headline Harian Surya pagi ini. Michael Jackson dikabarkan sakit parah – bahkan mendekati kematian – akibat sebuah penyakit genetik yang langka.

Kabar buruk tersebut diungkapkan oleh Ian Halperin, penulis biografi Jacko. Menurut Halperin, penyakit itu menyebabkan Jacko setengah buta dan memerlukan transpalasi paru.


Kepada majalah hiburan InStyle, Halperin mengungkap bahwa ikon musik pop berusia 50 tahun itu menderita sebuah penyakit yang disebut alpha 1-antitrypsin deficiency atau A1AD. Sebuah kelainan yang membuat paru-paru gagal menghasilkan enzim khusus yang bertugas sebagai antibodi.


Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Penderita Alpha-1 Amerika Serikat, Marlene Erven, “Penderita biasanya mengalami pembengkakan paru-paru atau hati. Ini bisa mengakibatkan kematian.” Kata Erven.


Catatan Surya, Jackson sudah lama bergulat dengan masalah kesehatan. Menjelang siding kasus pelecehan seksual terhadap anak pada tahun 2005, misalnya, tim pengacara Jacko mengatakan bahwa klien mereka mengalami ketergantungan pada morfin dan obat penghilang rasa sakit Demerol.


Setelah lolos dari jerat hokum kasus pencabulan terhadap anak, Jacko jarang terlihat di depan public. Dia lebih banyak mengurung diri di rumah mewah yang disewanya di Las Vegas. Pria yang baru menjadi muslim itu bahkan pernah mengasingkan diri ke Bahrain.


Bulan lalu dia tidak menghadiri siding gelar perkara di Pengadilan Tinggi London dalam kasus pelanggaran perjanjian bisnis senilai 7 juta dollar AS. Kasus ini diadukan Sheikh Abdullah, seorang Pangeran Bahrain.


Jackson juga mulai bangkrut sehingga dia harus melelang beberapa memorabilia mulai 21 April 2009. benda-benda yang ditawarkan, antara lain, sarung tangan putih yang dikenakannya pada video klip Billie Jean, dan pintu gerbang Neverland, rumahnya di Santa Ynez, Calkifornia AS.


biografi-michael-jackson

Thursday, December 18, 2008

Kisah Tentang “Sepatu Bush”

Sepasang sepatu yang dipakai wartawan Irak, Muntazer al_Zahdi, untuk melempari Presiden George W. Bush, mulai menjadi incaran orang-orang kaya Timur Tengah.

Awalnya adalah Adnan Ahmad, direktur teknik kesebelasan nasional Irak, yang berani membeli itu sepatu seharga 100.000 dollar AS (Rp 1,1 milyar). Katanya, nilai itu sepadan dengan keberanian yang ditunjukkan Zaidi yang dianggap mewakili sikap warga Irak.

Namun, selang sehari, tawaran lain – yang lebih fantastis – datang dari seorang pengusaha negeri itu (yang masih dirahasiakan identitasnya). Bayangkan, sepatu yang mungkin awalnya dibeli wartawan itu – paling tidak harganya sekitar Rp 50.000, kini harganya menjadi 20 juta dolar AS (Rp 220 Milyar).

Siapa yang bakal kaya dari sepatu itu belum jelas, karena keberadaannya juga tidak diketahui sampai kini. Ada spekulasi bahwa sepatu itu kini disita aparat keamanan Irak atau dibawa pejabat pemerintahan Bush. Salah satu harian Irak melaporkan, kalau Zaidi terbukti tidak bersalah maka sepatu itu akan dikembalikan.
Selain tawaran-tawaran yang menggiurkan itu, muncul pula dukungan dalam bentuk lain.

Putri pemimpin Libya Muammar Khadafi, Aicha, mengatakan, lembaga sosialnya akan memberikan penghargaan berupa medali keberanian. “Aksi itu merupakan kemenangan bagi hak asasi manusia,” katanya.

Lalu, di Afganistan, Zang-i-Khatar, acara komedi, merekonstruksikan adegan pelemparan sepatu itu. Namun kali ini Bush benar-benar kena.

Di Inggris , peristiwa itu mengilhami munculnya game komputer Sock and Awe. Game yang mempelesetkan sifat serbuan AS ke Irak. Game ini menggunakan Bush sebagai sasaran.

Sidang atas kejadian itu sudah digelar hari ini di Green Zone, markas militer AS dan pusat pemerintahan Irak di Bagdad – tanpa kehadiran di terdakwa. Karena Zaidi saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Ibn Zina yang dikelola AS di Green Zone. Muntazer al-Zaidi mengalami patah tangan dan tulang rusuk serta luka di wajah dan kaki akibat dipukul aparat keamanan Irak. (‘Sepatu Bush’ Ditawar Rp 220 M, Di Afdanistan Lemparan Jadi Kena - Suryalive)

Stories about "Bush Shoes"

A pair of shoes that used Iraqi journalists, Muntazer al-Zahdi, to pelt President George W. Bush, who began a

searching richman of Middle East.

Adnan Ahmad is the beginning, technical director of the Iraqi national eleven, who dare to buy the shoes worth 100,000 U.S. dollars (Rp 1,1 billion). Meanwhile, the value is commensurate with the courage shown Furthermore, which is considered to represent the attitudes of citizens of Iraq.

However, the lapse day, another bid - the more fantastic - come from a country that the businessmen (who are still concealed identity). Imagine, shoes, which may initially purchased the journalists - most do not price around Rp 500,000, now is the price to 20 million U.S. dollars (Rp 220 billion).

Who is the candidate of the rich shoe is not yet clear, because its existence was not known until now. There is speculation that the shoe is now a security officer be brought Iraq or Bush administration officials. One of Iraq's daily report, if proven not guilty Furthermore, the shoes will be returned. Besides bid-bid, which arouse it, also appear in other forms of support.

Daughter of Libyan leader Mu`ammar Khadafi, Aicha, say, social institutions will award a medal to give courage. "Action is a victory for human rights," he said.

Then, in Afghanistan, Zang-i-Khatar, a comedy, reconstruction of throwing shoes that scene. However, this time Bush really be.

In Britain, events that inspire the emergence of computer games Sock and Awe. Mempelesetkan nature of the game to the U.S. invasion of Iraq. Bush is using the Games as a target.

The Council of the event is held today in the Green Zone, U.S. military headquarters and the central government of Iraq in Baghdad - without the presence of the accused. Furthermore because the current is still being treated in hospital, Ibn Zina managed by the U.S. in the Green Zone. Furthermore Muntazer al-experienced broken hand and rib injuries in the face and legs and beaten as a result of the Iraqi security officials. (translate from ‘Sepatu Bush’ Ditawar Rp 220 M, Di Afdanistan Lemparan Jadi Kena - Suryalive)

Friday, April 25, 2008

Menukar Kegadisan Dengan Nilai UNAS…..

Membaca berita di Surya Online membuat saya jadi miris. Bagaimana tidak. Karena sangat takut tak akan lulus ujian nasional (Unas) yang digelar mulai Selasa (22/4) lalu, bersama ibunya, siswi SMA berusia 18 tahun itu mendatangi dukun untuk cari jalan pintas.

Namun, bukan keberuntungan yang ia dapatkan, Ver justru menjadi korban pelampiasan nafsu dukun Drs AJ, 40, yang dimintainya bantuan. Kini masalah itu sedang ditangani pihak kepolisian dan AJ pun harus meringkuk di tahanan.

Begitu menakutkannya ‘hantu UNAS’ ini sehingga seorang anak dengan diantar oleh rang tuanya, mencari jalan yang sungguh sesat. Padahal UNAS bukanlah segala-galanya. Betul-betul suatu ironi kebijakan yang telah berjalan beberapa tahun belakangan ini.

Di mana akibat ‘pentingnya’ sebuah ‘UNAS’ (sampai-sampai) mahluk jin dengan bantuan paranormalpun perlu dihadirkan untuk (rencananya) membantu mengerjakan soal UNAS itu. Sialnya, bukan jin yang diperoleh, namun nafsu bejat si paranormal yang didapat. Dan hilanglah sebuah kegadisan seorang Ver……

Sunday, April 20, 2008

Menangani Autisme: Investasi Menuju Sorga

Ada yang menarik bila menyikapi kalimat Hidayat Nur Wahid yang disampaikan dalam pidato kemanusiaan pada acara peringatan Hari Autis Dunia 2008 dan peresmian gedung baru rumah autis Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK) di Jatikramat, Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (19/4).

Hidayat Nur Wahid (ketua MPR RI) berharap, penanganan terhadap anak-anak penyandang autisme tidak mengutamakan sisi komersial, namun lebih bertumpu pada sisi kemanusiaan. Mahalnya biaya terapi dan minimnya akses pelayanan kesehatan menyebabkan upaya memandirikan anak penyandang autisme terhambat. Menurut Hidayat, merawat dan menangani anak penyandang autisme adalah investasi amal menuju surga.

Sebelumnya, Pimpinan YCKK Deka Kurniawan mengungkapkan, pendirian rumah autis YCKK berlatar dari keluhan orangtua anak penyandang autisme yang kesulitan mendapatkan penanganan layak bagi anak-anak mereka. Selain tempat terapi yang terbatas, penanganan anak-anak penyandang autisme selalu identik dengan biaya mahal.

Autis adalah gangguan perkembangan kompleks yang terjadi pada aspek neurobiologis otak. Gangguan itu memengaruhi proses perkembangan anak. Akibatnya, anak seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri karena dia tidak dapat secara otomatis belajar berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Gejala autis umumnya muncul sebelum anak berusia tiga tahun.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, minimnya perhatian publik terhadap persoalan autis dan terbatasnya jumlah lembaga penanganan dan ahli terapi bagi penyandang autis pada sisi lain menyebabkan penanganan autis menjadi ladang komersial. (cok)

Autisme diklasifikasikan sebagai ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.

Tanda - tanda Autisme

  • - tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
  • - hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata
  • - mata yang tidak jernih atau tidak bersinar
  • - tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain
  • - hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan)
  • - serasa dia punya dunianya sendiri
  • - tidak suka berbicara dengan orang lain
  • - tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain

Penyebab Autisme Penyebab Autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Banyak sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa terlalu banyak vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles dan Rubella )bisa berakibat anak mengidap penyakit autisme. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder. Tapi hal ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini berdebatkan karena tidak adanya bukti yang kuat bahwa imunisasi ini penyebab dari autisme, tetapi imunisasi ini diperkirakan ada hubungannya dengan Autisme.

Jadi, tinggal pilih, meraup sorga dunia (sekarang) atau sorga yang sesungguhnya (nantinya, kalau percaya).

Wednesday, March 26, 2008

Situs Porno: Sebelum Diblokir, Anak SD & SMP Sudah Ahli Menjebol Pemblokiran di Warnet

bean800.jpgPemblokiran situs porno baru akan diawali pada tanggal 1 April mendatang, namun membaca berita di KOMPAS tekno, membuat saya tersenyum geli. Judul beritanya :
Isinya antara lain: Pemblokiran situs porno yang direncanakan pemerintah, bisa jadi tak maksimal. Selama ini pun, pelanggan warung internet (warnet) sanggup menjebol blokir situs porno yang dipasang pengelola warnet. Bahkan, pelanggan warnet berusia SD dan SMP pun sanggup melakukannya.

Marius, pengelola sebuah warnet di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan blokir situs porno jadi tidak berfungsi jika pengguna internet mengakses situs porno dari mesin pencari (search engine).

Marius menjelaskan pemblokiran yang dilakukan di warnet yang dikelolanya dilakukan dengan software yang bisa diunduh (download) secara cuma-cuma dari jagad maya. Namun, pemblokiran dengan cara ini menimbulkan masalah lain yakni menimbulkan konflik pada sistem komputer.

"Untuk mengunci situs-situs itu dilakukan dengan men-setting ketika internet akan digunakan. Namun, penguncian itu sering mengganggu situs lain yang sebenarnya tidak masuk dalam kategori porno," kata Marius. Dia menambahkan pelanggan warnet juga ada yang menembus blokir situs porno dengan masuk melalui mesin pencari.

Seorang pengelola warnet di Cipinang, Jakarta Timur, yang minta namanya dirahasiakan mengatakan, anak-anak usia SD dan SMP juga sanggup menembus blokir situs porno yang dipasang pengelola warnet.

Nampaknya anak-anak atau adik-adik kita ini sudah pada ahli dalam hal jebol-menjebol. Jangan-jangan upaya yang akan dilakukan oleh pihak Menkominfo nanti (yang pasti akan memakan biaya banyak) ternyata tidak berhasil guna.

Sia-sia deh! ... eh dong!

Wednesday, February 27, 2008

Anak Bukan Titipan Tuhan

Sukacita adalah dukacita,
yang terbuka kedoknya. .............
semakin dalam sang duka menggores luka ke dalam sukma,
Maka semakin mampu Sang Kalbu mewadahi bahagia. ...............
Pabila engkau berduka cita, mengacalah lagi ke lubuk hati,
di sanalah pula kau bakal menemui,
Bahwa sesungguhnya engkau sedang menangisi,
sesuatu yang pernah engkau syukuri.*)

anakku.jpgPenculikan kembali menghantui orangtua. Dalam dua hari, terjadi penculikan dua bocah, yakni di Surabaya dan Pasuruan. Beruntung, salah satu anak akhirnya berhasil ditemukan. Demikian berita di Surya Online hari ini.

Membaca berita itu, saya jadi teringat opini saya di sini. Juga soal penculikan bayi. Lengkapnya sebagai berikut:
RAISYA ALI. Demikian anak dari pasangan Ali Said dan Nizmah Muchsin Thalib, yang telah diculik pada hari Rabu (15/08/07) siang hari dalam perjalanan pulang dari sekolah (ketika itu posisi mereka hanya berjarak 50 meter dari tempat tinggalnya di jalan Wiradharma III) akhirnya kembali pulang.
Ia, yang diculik selama 9 hari itu, akhirnya kembali ke pangkuan kedua orang tuanya, Jumat (24/8) pagi. Seperti yang diberitakan TEMPO Interaktif, Jum'at, 24 Agustus 2007, Pukul 12:09 WIB, : Menurut Zahra, kakak Nizmah --ibu Raisya--, sekitar pukul 10.15 WIB, orang tua Raisya mendapat kabar lewat telepon kalau anaknya telah ditemukan. "Mereka langsung ke Polda," ujarnya saat dihubungi Tempo. Zahra mengemukakan, dari adiknya ia mendapat informasi kalau Raisya ditemukan di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pagi hari ini. Begitu mendengar kabar itu, keluarga korban langsung sujud syukur.

Kemarin, saya sebetulnya ingin urun rembuk soal penculikan itu di sini, siapa tahu bisa membantu untuk menemukan. Belum sempat terlaksana, tapi untungnya Raisya sudah kembali ke pangkuan kedua orang tuanya. Saya bisa membayangkan, bagaimana sedihnya hati kedua orang tuanya, selama Raisya berada dalam sekapan para penculik. Lebih dari seminggu anak mereka lepas dari pangkuan.

Saya (empat tahun yang lalu) juga pernah mengalami hal yang serupa. Namun untungnya hanya beberapa saat saja. Begini ceritanya: Karena tuntutan ekonomi, saya dan istri saya sama-sama bekerja. Waktu itu anak saya masih berusia 3 tahun. Setiap hari kami menitipkan anak saya ke mBakyu dari istri saya yang berada di pasar. Sambil menunggu tokonya, ia pun ngemong anak saya. Tapi, suatu hari, yang saya lupa tanggalnya, tiba-tiba anak saya hilang.

Mbakyu istri saya tentu saja bingung. Ia beserta teman-teman di kanan kiri tokonya pun segera bergerak ke segenap penjuru pasar. Alhamdulillah, dalam tempo yang tidak lama, anak saya akhirnya di temukan di lantai dua. Ia tengah digendong oleh seorang wanita tua. Kata wanita itu, karena lucu, ia ingin untuk mengendongnya. Kenapa kok sampai dibawa pergi tanpa izin? Wanita itu tidak bisa menjawab.

Akhirnya, anak saya pun kemudian digendong oleh mBakyu istri saya, dengan penuh sukacita. Lantas nasib wanita itu? Karena tak ingin memperpanjang masalah, ia dibiarkan pergi begitu saja. Begitu ceritanya.

Opini ini saya tulis dengan judul : ANAK BUKAN TITIPAN TUHAN. Kenapa saya bilang begitu? Menurut saya karena ia lebih merupakan amanah dari Allah. Kata amanah sering disalahartikan sebagai titipan.

Padahal kata titip mengandung arti bahwa seseorang terpaksa menitipkan sesuatu karena ia tidak bisa membawa untuk alasan tertentu. Misalnya anak. Karena tidak mungkin untuk dibawa ke tempat kerja, maka ia, anak itu, harus dititipkan. Jadi pengertian titip menunjukkan arti bahwa si empunya tidak mempunyai kuasa penuh atas keberadaan anaknya. Makanya dititipkan.

Tapi Tuhan? Ia adalah Maha Kuasa. Dan itu mutlak. Amanah lebih merupakan beban dan tanggung yang diberikan oleh Allah kepada umatnya. Dan manusia sebagai pemegang amanah, hendaknya bisa melaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Tak ada alasan sibuk atau apa. Kalau sudah diberi anak (atas usaha bersama suami dan istri) wajibnya adalah dipelihara dengan baik, dididik dengan penuh kasih sayang. Lantas atas kejadian yang pernah menimpa pada keluarga Ali dan keluarga saya, siapa yang patut disalahkan? Para penculik? Pembantu/mBakyu Istri saya?

Menurut saya yang salah adalah kedua orang tuanya. Ya keluarga Ali ya keluarga saya. Karena tidak bisa memegang amanah.

*) Puisi tentang Anak, oleh KAHLIL GIBRAN dalam buku: Sang Nabi

Saturday, February 9, 2008

Anak Saya Kidal Seperti Saya

Wikipedia menulis tentang orang kidal sebagai berikut:

Orang yang kidal lebih banyak menggunakan tangan kirinya daripada tangan kanannya. Ia biasanya menggunakan tangan kirinya untuk berbagai pekerjaan seperti misalnya untuk menyisir rambut, memasak, dll. Menulis tidak dapat diguHari Orang Kidal - 13 Agustus 2002 - Wikipedianakan untuk menentukan apakah seseorang kidal atau bukan, karena sebagian orang yang kidal menggunakan tangan kanannya untuk menulis, sementara untuk segala hal yang lainnya menggunakan tangan kanannya.

Kira-kira 8–15% dari penduduk dewasa adalah kidal.[1] Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tangan kidal lebih umum ditemukan di kalangan laki-laki daripada perempuan,[2] dan lebih banyak di kalangan kaum heteroseksual dibandingkan dengan kaum homoseksual.[3] Dibandingkan dengan masyarakat umum, tangan kidal lebih sering muncul di kalangan kembar identik,[4]dan sejumlah kelompok orang yang mengalami gangguan neurologis (epilepsi,[5] Down’s Syndrome,[6] autisme,[7] retardasi mental,[8] etc.) Dari segi statistik, seseorang yang memiliki saudara kembar yang kidal mempunyai 76% kemungkinan untuk juga kidal. [9]

Saya dilahirkan sebagai orang kidal. Namun, sesuai dengan tata krama di Indonesia, kidal itu jelek. Makanya saya (dengan susah payah) belajar untuk tidak kidal. Walau berhasil, namun tidak bisa maksimal. Akhirnya saya bisa pakai tangan kiri ataupun tangan kanan untuk melakukan sesuatu (khusus untuk keperluan buang air [besar dan kecil] selalu pakai tangan kiri.

Menurut para ahli, kalau orang dipaksa memakai tangan kanan (padahal ia kidal) kemampuannya tidak menjadi maksimal.

anak-saya-kidal.jpgAnak saya yang kecil ternyata mengikuti jejak saya. Kidal. Oleh ibunya seringdisuruh pakai tangan kanan untuk (misalnya) menulis, maka. Tapi tak pernah berhasil.

Kalau sikap saya, saya biarkan. Saya tak ingin dia nanti seperti saya. Kemampuan yang dimiliki tidak bisa berkembang dengan maksimal.

Kidal bukan tidak baik. Memang tidak umum. Tapi apa salahnya :?:


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.