Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Monday, April 13, 2009

Repotnya Mengkhitankan Anak Balita


Bagi setiap lelaki muslim wajib hukumnya untuk khitan. Saya, sebagai orang tua seorang anak lelaki punya kewajiban untuk mengkhitankan anak saya itu. Sekarang anak saya berusia genap 5 tahun pada tanggal 11 September 2009 yang akan datang.
Dan kami merencanakan untuk mengkhitankan pada saat anak saya kelas 4 Sekolah Dasar.
Namun, rencana itu nampaknya harus berubah, lantaran kami barusan ”boyongan” pindah rumah. Dan sudah menjadi tradisi kampung saya, setiap pindah rumah pasti mengundang para tetangga sekitar untuk diajak ”selamatan”.
Rencananya acara ini disatukan dengan acara aqiqah anak saya – yang memang untuk yang lelaki itu belum saya aqiqahkan.
”Kalau sekalian khitan bagaimana?” ada satu saudara yang mengusulkan.
Kami masih pikir-pikir. Anak saya masih keciul. Apa mau.
Namun, setelah dipertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya kami setuju. Apalagi saat ditawarkan ke anak saya, dianya mau. Disunat, dipotong burungnya? Kami menegaskan. Anak saya menagguk mantap.
Akhirnya, setelah subuh, tanggal 2 April 2009 kemarin, anak saya pun dikhitankan.
Alhamdulillah, prosesnya lancar. Walau awalnya menangis, saat disuntik bius, akhirnya proses khitan berjalan lancar.
Apa hikmahnya? Ternyata ”kulit helm” burung anak saya itu sulit untuk dibuka. Kata mantri sunatnya, hanya ada lubang kecil – sebagai jalannya kencing. Makanya, setiap ”kebelet” kecing selalu ditahannya. Baru setelah lama, baru dikencingkan.
”Jadi memang – kalau melihat kondisi demikian – harus segera disunat. Bila tidak, pasti akan semakin sukit kencing, nantinya.
Alhamdulillah, setelah lewat 3 hari, itu burung sudah mulai mengering. Insya Allah besok pagi sudah bisa buka perban saat mandi “kum-kum”, begitu pikir saya.

Tapi apa lacur. Setelah lewat 3 hari anak saya nggak mau mandi, walau saya paksa. Lebih dari itu, hampir sepanjang hari anak saya minta dikipasi itu punya burung.

Tentu saja saya mulai berbagi piket dengan istri saya. Dan, alhandulillah, dengan penuh kesabaran, akhirnya kemarin sore, itu perban bisa dilepas juga. Tapi soal kipas masih harus berjalan hingga kini. Terlebih saat mau dan setelah kencing.

Saturday, March 28, 2009

Global Earth Hour 2009: 1 Jam PLN Hemat Rp 2,5 M

Dalam rangka memperingati hari bumi, tanggal 28 Maret 2009, 45 menit dari sekarang, lewat program Global Earth Hour 2009, umat sejagat (yang punya listrik tentunya) diharapkan memadamkan listriknya selama 1 jam – dari pukul 20.30 – 21.30 WIB. Program ini merupakan bagian dari kampanye penghematan energi dan mengurangi dampak perubahan iklim global, yang diharapkan diikuti oleh seluruh masyarakat dunia. Dalam kurun waktu itu ternyata (untuk wilayah Jatim) PLN bisa menghemat listrik senilai Rp 1,5 Milyar.

Menurut Fahmi Mochtar, Direktur Utama PT PLN, sebenarnya dengan imbauan itu berpotensi menghemat listrik hingga Rp 3.5 Milyar bagi PT PLN jika pelanggan di seluruh Indonesia mematikan 100 watt lampu saja.

Sumber : Hari Ini, Ayo Padamkan Lampu 1 Jam, Harian Surya, Sabtu, 28 Maret 2008.

Thursday, January 29, 2009

MUI: Golput Tidak Haram, Kecuali Rokok....

Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengusulkan agar MUI mengeluarkan fatwa haram terkait masalah golput. Namun MUI menilai, urusan golput bukan masalah agama melainkan politik.

"Fatwa harus dikaji dulu apa alasannya. Apakah kecenderungan golput sudah sangat kuat kalau rakyat kita apatis, lalu banyak sekali yang golput, itu dulu dibuktikan. Karena ini (golput) tidak masalah agama, ini masalah politik," tegas Ketua MUI Amidhan ketika dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (13/12).

Yang diharamkan mestinya yang main "money politik". Yang menjual kecap nomor 1, namun tanpa pernah dibuktikan saat sudah duduk di singgasana.

Sementara Golput adalah sebuah pemanfaatan sebuah hak asasi dengan jalan tidak memilih. Bukannya tidak punya sikap. Dan ini tentu saja bukan perbuatan dosa. Lain dengan menebar uang (entah dari mana) serta ngobral janji-janji kosong. Jadi, kalau MUI menolak mengharamkan Golput, adalah benar adanya.

Lain golput lain rokok. Setelah menjadi wacana di banyak media masa. Ada yang pro dan ada yang kontra, akhirnya ditetapkan bahwa :

ROKOK ITU HARAM BAGI ANAK-ANAK........

Lha, kalau rokok haram bagi anak-anak, tak perlu repot-repot menunggu fatwa MUI. Saya yakin, para orang tua yang bijak pasti akan melarang anak-anaknya untuk menghisap rokok, meskipun mereka (orang tua itu) adalah perokok. Tak ada orang tua yang menyuruh anak-anaknya untuk menjadi seorang perokok.

Apa lantaran banyak suara yang menentang pengharaman rokok ini, lantas fatwa MUI jadi 1/2 hati?

Thursday, January 22, 2009

Minta Tolong Bikin Trenyuh

Panci bolong ditukar dengan lauk pauk. Mau?

Dalam acara RCTI bertajuk Minta Tolong, yang saya lihat sore tadi, membuat saya trenyuh. Bayangkan, lebih dari 117 orang yang dimintai tolong (oleh seorang perempuan setengah baya, lusuh) untuk menukar panci bolong dengan lauk pauk, menolak mentah-mentah.

Hingga akhirnya, seorang penjual nasi bungkus, Sri Sunarti tergerak hatinya, untuk memberi lauk pauk berupa kepala ayam. Tak terbayangkan seandainya saya yang bertemu dengan wanita lusuh tersebut. Maukah saya bersikap sama dengan penjual nasi bungkus itu.
Bagaimana kalau Anda yang dituju oleh wanita tersebut?

Wednesday, January 14, 2009

Nilai Keperawanan Itu Mencapai 3,7 Juta Dolar AS

Pada tanggal 17 September 2008 yang lalu saya mengutip Kompas Online tentang pelelangan keperawanan yang dilakukan oleh Natalie Dylan.

Pagi tadi, di kantor saya membaca kelanjutan kisah itu di Harian SURYA. Antara lain diberitakan bahwa : saat lelang disiarkan pertama kali melalui sebuah radio di AS September silam, nilai tawaran pun mulai bermunculan. Natalie pernah mendapatkan harga 243,000 dolar AS atau sekitar Rp 2,5 miliar. Dan nilai itu terus beranjak naik. Bahkan ketika sudah 10.000 laki-laki menawar dengan nilai tertinggi 3,7 juta dolar AS (sekitar Rp 40 miliar), Natalie masih geleng kepala karena menunggu tawaran lebih baik.

“Saya tak mengira orang mau keluar duit begitu banyak demi mendapatkan keperawanan, bahkan ketika keperawanan tidak begitu dihargai. Sepertinya ada persaingan di antara para pria itu,” aku Natalie terang-terangan.

Dari 10.000 penawar tak sedikit yang punya orientasi seksual aneh-aneh, bahkan ada pula yang mencari pacar. “Buat yang mencari pacar, saya tegaskan ini cuma kencan semalam,” katanya. Natalie punya alasan untuk menjual kegadisannya. Ia telah meraih gelar sarjana di bidang studi perempuan. Sekarang ia perlu mengejar gelar master tentang terapi keluarga dan perkawinan.

Inspirasi mencari duit semacam ini datang dari sang kakak, Avia, 23. Sang kakak yang tak kalah cantik memilih menjual diri selama tiga pekan untuk membiayai kuliahnya. Untuk membuktikan masih perawan, Natalie berani menjalani bermacam tes, termasuk tes kebohongan. ”Saya tahu, keinginan saya ini akan dikutuk banyak orang karena memang tabu, tapi saya nggak ambil pusing dengan itu,” katanya.

[ sumber : Mahasiswi Lelang Keperawanan, Sudah Ditawar Rp 40 Miliar Belum Dilepas , Suryalive.com ]

Wednesday, December 31, 2008

Kantin Kejujuran: Hanya Sebuah Utopia

KRISIS kepercayaan tampaknya sudah mengakar dalam sendi kehidupan negara kita. Banyaknya kerusuhan dan demonstrasi mengindisikan ada rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Krisis kepercayaan ini disebabkan oleh ketidakjujuran dari pemerintah kita. Korupsi merupakan suatu bentuk ketidakjujuran itu. Tindakan penyelewengan pemerintah terhadap amanat rakyat. Namun, untuk memberantas korupsi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak se-instant membuat mi. Perlu waktu panjang dalam mengubah keadaan ini.

Berbagai cara memerangi korupsi antara lain dengan pemangkasan generasi tua yang notabene dicap sebagai koruptor atau hukuman mati bagi pelaku koruptor seperti yang diterapkan di China, bukan merupakan langkah yang efektif dalam memberantas akar korupsi. Mengingat bahwa korupsi sudah menjadi budaya bangsa.

Hampir seluruh masyarakat mau tidak mau, merasa ataupun tidak pasti terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk memberantas korupsi haruslah dimulai dari penanaman sikap antikorupsi (budaya jujur) dalam masyarakat dan harus ditanamkan sejak dini.

Hal ini dimaksudkan agar budaya antikorupsi mengakar pada jiwa individu-individu kecil, yang nantinya diharapkan menjadi benteng dari budaya korupsi atau budaya ketidakjujuran (budaya menipu) secara luas.
Salah satunya, menggalakkan pendirian “kantin kejujuran” yang dimulai dari tingkat sekolah. Kantin kejujuran ini memang sudah lama didengung-dengungkan oleh banyak orang.

Tetapi, belum ada pelaksanaan yang signifikan. Namun kemarin dalam memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, sejumlah sekolah di Jawa Timur mulai menerapkan “kantin kejujuran” di lingkungan sekolah mereka (Surya 10/12/2008).

Dalam “kantin kejujuran” ini mereka mengambil makanan sendiri, membayar sendiri, dan mengambil kembalian sendiri. Suatu upaya yang cerdas dalam melatih kejujuran para individu-individu muda agar terbiasa berbuat jujur. Mungkin terdengar biasa, tapi bagi sebagian orang yang sudah terbiasa berbuat tidak jujur akan sangat sulit melakukannya. (Kantin Kejujuran, Zerry Mey – Surya live)

Niat yang baik ini nampaknya belum berjalan mulus. Buktinya, Kantin Kejujuran di SMUN I BoyolanguKabupaten Tlulungagung yang dilaunching 20 hari yang lalu, kini tutup akibat bangkrut.Pasalnya modal awal yang diharapkan bisa mencegah perilaku korupso sejak dini,ternyuata tidak kembali alias dikorupsi sebagian siswa. (Kantin Kejujuran Bangkrut - Harian Surya, 29 Desember 2008).

Menurut saya, adalah hol yang mustahal, bila anak-anak (baca: murid) disuruh jujur, manakala yang dewasa banyak yang belum mau berbuat jujur. Ibarat pepatah: Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari. Bahkan ada yang mempelesetkan Murid (maaf) Mengencingi Guru.

Lebih baik perbanyak teladan, niscaya tanpa adanya kantin kejujuran, kejujuran akan muncul di setiap sanubari anak bangsa negeri ini.

Thursday, December 25, 2008

Baliho Anti-Orang Kidal

Untung saya bukan menjadi penduduk Kota Depok. Kalau saya menjadi warga pak Nurmahmudi, tentu akan rikuh bila diundang makan bersama dengan para pejabat di sana (lagipula siapa yang bakal mengundang saya?) apa pasal?

Dalam Majalah Tempo (rubrik Indonesiana) Edisi 42?XXXVII/8 Desember 2008, ada tulisan yang berjudul Baliho Anti-Orang Kidal. Isinya antara lain: MEREKA yang kidal tentu mengernyitkan dahi melihat baliho ukuran besar bergambar Nurmahmudi Ismail, Wali Kota Depok, itu. ”Kembalilah ke Jati Diri Bangsa, Makan dan Minumlah dengan Tangan Kanan”. Begitulah tulisan di baliho disertai foto Pak Wali beserta perwakilan masyarakat, seperti pasukan pengibar bendera pusaka, Pramuka, abang-none, dan veteran.

Jumlah baliho yang ditebarkan di sepanjang jalan Depok mencapai puluhan buah. Apa penyebab Pak Wali demen berkampanye soal makan dengan tangan kanan? ”Saya sering menemukan pejabat atau warga yang makan dengan tangan kiri,” kata Nur kepada Tempo. Ia mengaku sudah menegur. Entah mengapa, Nur merasa masih kurang sreg, lantas baliho pun ia sebar.

Namun kampanye ini justru mengundang komentar miring dari warga. Asni, warga Depok II, kesal bukan kepalang. ”Basi banget, sih. Kita semua sudah tahu kalau makan pakai tangan kanan,” ungkapnya ketus. Ketimbang mengurusi soal tangan mana yang digunakan untuk makan, Asni justru mengajukan usul lain. ”Kalau ada larangan kencing sembarangan di Terminal Depok, itu baru oye,” katanya sembari terkekeh. Maklum, bau pesing di terminal itu, menurut Asni, bisa bikin orang pingsan.

Sedangkan bagi Lia, warga Depok Lama, soal baliho ini tak lagi mengherankan. ”Pak Nur kan wali kota baliho,” katanya enteng. Maklum, bukan sekali ini saja Nur menyebarkan baliho. Sebelum soal tangan kanan, ia sempat melempar wacana makan belimbing. Padahal, menurut Lia, mencari belimbing enggak gampang-gampang amat. ”Harganya juga mahal,” ujarnya mengeluh. Kampanye makan belimbing itu pun sembari menebarkan wajah penuh senyum Pak Wali.

Maka tak aneh bila Okta, warga Sawangan, menuding baliho itu hanya upaya Pak Wali menjaga citra. ”Masih banyak masalah Depok yang mesti diselesaikan, dari jalan macet sampai jalan rusak. Tolong itu jadi prioritas,” ujarnya. Belum diketahui bagaimana komentar orang bertangan kidal, yang sehari-hari menggunakan tangan kiri untuk makan. Lalu bagaimana pula kalau atlet bulu tangkis yang kidal? Apa cuma makan saja harus pakai ”tangan manis”?

Lagi pula, anak saya yang bungsu juga kidal seperti saya. Semua dilakukan dengan tangan kiri – kecuali kalau salim.

Tuesday, December 23, 2008

Michael Jackson Sekarat



Begitu berita Headline Harian Surya pagi ini. Michael Jackson dikabarkan sakit parah – bahkan mendekati kematian – akibat sebuah penyakit genetik yang langka.

Kabar buruk tersebut diungkapkan oleh Ian Halperin, penulis biografi Jacko. Menurut Halperin, penyakit itu menyebabkan Jacko setengah buta dan memerlukan transpalasi paru.


Kepada majalah hiburan InStyle, Halperin mengungkap bahwa ikon musik pop berusia 50 tahun itu menderita sebuah penyakit yang disebut alpha 1-antitrypsin deficiency atau A1AD. Sebuah kelainan yang membuat paru-paru gagal menghasilkan enzim khusus yang bertugas sebagai antibodi.


Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Penderita Alpha-1 Amerika Serikat, Marlene Erven, “Penderita biasanya mengalami pembengkakan paru-paru atau hati. Ini bisa mengakibatkan kematian.” Kata Erven.


Catatan Surya, Jackson sudah lama bergulat dengan masalah kesehatan. Menjelang siding kasus pelecehan seksual terhadap anak pada tahun 2005, misalnya, tim pengacara Jacko mengatakan bahwa klien mereka mengalami ketergantungan pada morfin dan obat penghilang rasa sakit Demerol.


Setelah lolos dari jerat hokum kasus pencabulan terhadap anak, Jacko jarang terlihat di depan public. Dia lebih banyak mengurung diri di rumah mewah yang disewanya di Las Vegas. Pria yang baru menjadi muslim itu bahkan pernah mengasingkan diri ke Bahrain.


Bulan lalu dia tidak menghadiri siding gelar perkara di Pengadilan Tinggi London dalam kasus pelanggaran perjanjian bisnis senilai 7 juta dollar AS. Kasus ini diadukan Sheikh Abdullah, seorang Pangeran Bahrain.


Jackson juga mulai bangkrut sehingga dia harus melelang beberapa memorabilia mulai 21 April 2009. benda-benda yang ditawarkan, antara lain, sarung tangan putih yang dikenakannya pada video klip Billie Jean, dan pintu gerbang Neverland, rumahnya di Santa Ynez, Calkifornia AS.


biografi-michael-jackson

Thursday, December 18, 2008

Kisah Tentang “Sepatu Bush”

Sepasang sepatu yang dipakai wartawan Irak, Muntazer al_Zahdi, untuk melempari Presiden George W. Bush, mulai menjadi incaran orang-orang kaya Timur Tengah.

Awalnya adalah Adnan Ahmad, direktur teknik kesebelasan nasional Irak, yang berani membeli itu sepatu seharga 100.000 dollar AS (Rp 1,1 milyar). Katanya, nilai itu sepadan dengan keberanian yang ditunjukkan Zaidi yang dianggap mewakili sikap warga Irak.

Namun, selang sehari, tawaran lain – yang lebih fantastis – datang dari seorang pengusaha negeri itu (yang masih dirahasiakan identitasnya). Bayangkan, sepatu yang mungkin awalnya dibeli wartawan itu – paling tidak harganya sekitar Rp 50.000, kini harganya menjadi 20 juta dolar AS (Rp 220 Milyar).

Siapa yang bakal kaya dari sepatu itu belum jelas, karena keberadaannya juga tidak diketahui sampai kini. Ada spekulasi bahwa sepatu itu kini disita aparat keamanan Irak atau dibawa pejabat pemerintahan Bush. Salah satu harian Irak melaporkan, kalau Zaidi terbukti tidak bersalah maka sepatu itu akan dikembalikan.
Selain tawaran-tawaran yang menggiurkan itu, muncul pula dukungan dalam bentuk lain.

Putri pemimpin Libya Muammar Khadafi, Aicha, mengatakan, lembaga sosialnya akan memberikan penghargaan berupa medali keberanian. “Aksi itu merupakan kemenangan bagi hak asasi manusia,” katanya.

Lalu, di Afganistan, Zang-i-Khatar, acara komedi, merekonstruksikan adegan pelemparan sepatu itu. Namun kali ini Bush benar-benar kena.

Di Inggris , peristiwa itu mengilhami munculnya game komputer Sock and Awe. Game yang mempelesetkan sifat serbuan AS ke Irak. Game ini menggunakan Bush sebagai sasaran.

Sidang atas kejadian itu sudah digelar hari ini di Green Zone, markas militer AS dan pusat pemerintahan Irak di Bagdad – tanpa kehadiran di terdakwa. Karena Zaidi saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Ibn Zina yang dikelola AS di Green Zone. Muntazer al-Zaidi mengalami patah tangan dan tulang rusuk serta luka di wajah dan kaki akibat dipukul aparat keamanan Irak. (‘Sepatu Bush’ Ditawar Rp 220 M, Di Afdanistan Lemparan Jadi Kena - Suryalive)

Stories about "Bush Shoes"

A pair of shoes that used Iraqi journalists, Muntazer al-Zahdi, to pelt President George W. Bush, who began a

searching richman of Middle East.

Adnan Ahmad is the beginning, technical director of the Iraqi national eleven, who dare to buy the shoes worth 100,000 U.S. dollars (Rp 1,1 billion). Meanwhile, the value is commensurate with the courage shown Furthermore, which is considered to represent the attitudes of citizens of Iraq.

However, the lapse day, another bid - the more fantastic - come from a country that the businessmen (who are still concealed identity). Imagine, shoes, which may initially purchased the journalists - most do not price around Rp 500,000, now is the price to 20 million U.S. dollars (Rp 220 billion).

Who is the candidate of the rich shoe is not yet clear, because its existence was not known until now. There is speculation that the shoe is now a security officer be brought Iraq or Bush administration officials. One of Iraq's daily report, if proven not guilty Furthermore, the shoes will be returned. Besides bid-bid, which arouse it, also appear in other forms of support.

Daughter of Libyan leader Mu`ammar Khadafi, Aicha, say, social institutions will award a medal to give courage. "Action is a victory for human rights," he said.

Then, in Afghanistan, Zang-i-Khatar, a comedy, reconstruction of throwing shoes that scene. However, this time Bush really be.

In Britain, events that inspire the emergence of computer games Sock and Awe. Mempelesetkan nature of the game to the U.S. invasion of Iraq. Bush is using the Games as a target.

The Council of the event is held today in the Green Zone, U.S. military headquarters and the central government of Iraq in Baghdad - without the presence of the accused. Furthermore because the current is still being treated in hospital, Ibn Zina managed by the U.S. in the Green Zone. Furthermore Muntazer al-experienced broken hand and rib injuries in the face and legs and beaten as a result of the Iraqi security officials. (translate from ‘Sepatu Bush’ Ditawar Rp 220 M, Di Afdanistan Lemparan Jadi Kena - Suryalive)

Sunday, August 24, 2008

Menjadi Tamu Presiden: Kebanggaan yang Berujung Kesengsaraan

Siapapun pasti akan merasa terhormat manakala mendapat undangan untuk bisa bertemu dengan Presiden di Istana Negara. Namun, kita mesti perlu waspada dan perlu bekal yang cukup sebelum kita memutuskan untuk hadir. Karena, tanpa persiapan dan bekal yang cukup, kita bisa 'kapiran' di sana. Contohnya, seperti yang diberitakan Harian Surya Online berikut ini:

Sebanyak 30 orang penari asal NTT (Nusa Tenggara Timur) yang tampil di acara 17 Agustus-an di Istana Negara telantar nasibnya. Nasib serupa juga dialami oleh Yuni Veronika, 11, peraih medali emas kejuaraan dunia catur pelajar asal Riau.

Para penari dan Yuni tidak bisa pulang ke daerahnya masing-masing, usai mengikuti acara silahturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait perayaan 17-an.
Para penari yang masih duduk di bangku SMA tidak bisa pulang ke kampong halamannya di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, karena ditinggal pergi oleh ketua panitia dan pimpinan kelompok.

Saat ini sebagian penari itu mengungsi di rumah seorang warga asal NTT di Jakarta, Dominik Walleng, di Kramatjati, Jakarta Timur.Sebagian lagi ditampung di rumah Ketua RT 10/04 Kramatjati, Suparman.

"Rabu pagi (20/8) lalu, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Lembata, yaitu Pak Martin, Didi Lejak sebagai manajer keuangan, dan Madjid Lamahoda, pimpinan kelompok, tanpa sepengetahuan anak-anak langsung pergi dari tempat penginapan. Mereka tidak mau bertanggungjawab, bahkan mereka membawa sisa uang penginapan," ucap Dominik Walleng, yang ditemui di rumahnya Kamis (21/8) sore.

Para penari asal NTT ini mulai menginap di Graha Wisata Remaja TMII (Taman Mini Indonesia Indah) sejak tanggal 16 Agustus, sehari sebelum 17-an.

Namun karena ditinggal kabur pimpinan rombongan yang membawa uang sewa penginapan, pihak pengelola Graha Wisata Remaja mengusir mereka setelah beberapa hari diberi kesempatan bertahan di penginapan itu.
"Harusnya sesuai rencana, anak-anak menginap sampai 10 hari dari tanggal 16 hingga 26 Agustus," ucap Dominik.

Sementara itu, Yuni mengaku kapok untuk menghadiri acara 17-an di Istana Negara setelah pengalaman buruk ini. Peraih medali emas dan perunggu kejuaran catur dunia tingkat pelajar tahun 2008 ini sebetulnya merasa terhormat dan senang bertemu dengan Presiden. “Tapi, jika jadi terlantar seperti ini, saya kapok," kata Yuni, Kamis (21/8) siang.

Berbeda dengan para penari NTT, Yuli dan bapaknya Sudirman kehabisan dana karena pihak pengundang, yaitu Depdiknas, tak mau mengganti biaya untuk Sudirman.
“Masak saya harus ke Jakarta sendirian. Kan tak mungkin,” kata Yuli.

Untungnya, pada berita berjalan yang ada di tvOne tadi sore, kabarnya mereka sudah menerima uang transport pulang.

Saturday, May 31, 2008

BLT = Bikin Lonjakan Temperamen

Kemarin Wapres juga mengatakan kepada Kompas dana bantuan langsung tunai (BLT) adalah hak bagi masyarakat miskin. Hak itu, kata Wapres, bisa diterima atau ditolak oleh yang bersangkutan.

”Tapi, bila ada orang lain yang menghalangi atau melarang orang miskin itu untuk menerima BLT adalah suatu pelanggaran konstitusi,” tegas Wapres.

Menurut Wapres, pemberian dana BLT adalah kewajiban pemerintah untuk menjalankan perintah konstitusi. ”Menurut konstitusi, orang miskin harus disantuni. Bila pemerintah melakukan itu, tidak bisa dilarang,” ujarnya.

Memang, Pasal 34 UUD 1945 mengatakan bahwa: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Tapi soalnya adalah, apakah akibat kenaikan harga BBM dan 'hanya' dengan BLT, maka fakir miskin dan anak terlantar menjadi terkurangi? Apa bukan malah menambah jumlahnya?

Yang pasti, keberadaan BLT, bikin susah semua pihak. Diberitakan oleh KOMPAS bahwa: Seumur kariernya di PT Pos Indonesia, baru kali ini Salastri Sugiharti merasa jantungnya hampir copot. Selasa (27/5) pagi itu, Salastri selaku Koordinator Lapangan Bantuan Langsung Tunai Kantor Pos Pejompongan, Jakarta Pusat, dimaki-maki oleh seorang pria penerima BLT. Selain diancam akan diadukan ke polisi, laki-laki itu juga mengeluarkan kata-kata kotor.

Bagi warga yang beruntung menerima BLT, lanjut KOMPAS, seperti Kusnadiyanto (57), bantuan dari pemerintah itu tidak serta-merta meringankan beban hidup mereka. Menurut Kusnadiyanto, uang sebesar Rp 300.000—bantuan pemerintah selama tiga bulan—itu akan digunakan sebagai tambahan modal berjualan nasi di belakang Hotel Shangri-La.

”Sebenarnya kalau boleh milih, lebih baik enggak terima BLT, tapi harga BBM enggak naik deh. Soalnya sekarang kenaikan ongkos transportasi dan harga bahan pokok tinggi banget,” katanya.

Tak heran bila banyak Pak Lurah atau Kepala Desa berteriak menolaknya. Bukannya mau menghalangi atau melarang orang miskin itu untuk menerima BLT. Soalnya mereka pasti banyak terkena getahnya ketimbang makan nangkanya.

Teman saya, gara-gara mengurus BLT (tahun 2005) terpaksa harus mengundurkan diri dari Ketua RT, karena hampir setiap hari ia kedatangan warganya yang protes karena tidak menerima BLT. Katanya, ia telah mendata 50 orang, ternyata yang turun hanya untuk 12 orang.


Monday, May 5, 2008

Gonjang Ganjing PKB: Gus Dur Jadi Repot

Saya simpatisan PKB. Melihat perkembangan belakangan ini, saya jadi sedih. Kenapa bisa demikian?

Apa sebetulnya yang terjadi. Saat partai lain sibuk menata diri demi menyongsong Pemilu 2009, PKB justru berkonflik. Dan kalau masing-masing pihak (kubu Gus Dur vs kubu Cak Imin) bersikukuh dengan pendiriannya, niscaya PKB bakal absen dalam Pemilu 2009. Alangkah sayangnya........

Gus Dur, yang selalu memandang enteng persoalan, dengan ungkapannya yang populer (GITU AJA KOK REPOT), kali ini betul-betul dibuat repot oleh keponakannya sendiri.

Kurniawan Muhammad, wartawan Jawa Pos dalam opininya (Konflik PKB dan Pesan Hadratus Syekh) mengutip pesan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, salah seorang pendiri NU dan juga kakek Gus Dur. Pesan itu, antara lain, "Manusia harus bersatu agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan serta terhindar dari bahaya.... Janganlah hal-hal sepele menyebabkan kamu bercerai berai, bertengkar, dan bermusuhan serta jangan kamu meneruskan budaya saling bertikai dan mencaci...," Seandainya sang Hadratus Syekh masih hidup?

Friday, April 25, 2008

Menukar Kegadisan Dengan Nilai UNAS…..

Membaca berita di Surya Online membuat saya jadi miris. Bagaimana tidak. Karena sangat takut tak akan lulus ujian nasional (Unas) yang digelar mulai Selasa (22/4) lalu, bersama ibunya, siswi SMA berusia 18 tahun itu mendatangi dukun untuk cari jalan pintas.

Namun, bukan keberuntungan yang ia dapatkan, Ver justru menjadi korban pelampiasan nafsu dukun Drs AJ, 40, yang dimintainya bantuan. Kini masalah itu sedang ditangani pihak kepolisian dan AJ pun harus meringkuk di tahanan.

Begitu menakutkannya ‘hantu UNAS’ ini sehingga seorang anak dengan diantar oleh rang tuanya, mencari jalan yang sungguh sesat. Padahal UNAS bukanlah segala-galanya. Betul-betul suatu ironi kebijakan yang telah berjalan beberapa tahun belakangan ini.

Di mana akibat ‘pentingnya’ sebuah ‘UNAS’ (sampai-sampai) mahluk jin dengan bantuan paranormalpun perlu dihadirkan untuk (rencananya) membantu mengerjakan soal UNAS itu. Sialnya, bukan jin yang diperoleh, namun nafsu bejat si paranormal yang didapat. Dan hilanglah sebuah kegadisan seorang Ver……

Sunday, April 20, 2008

Menangani Autisme: Investasi Menuju Sorga

Ada yang menarik bila menyikapi kalimat Hidayat Nur Wahid yang disampaikan dalam pidato kemanusiaan pada acara peringatan Hari Autis Dunia 2008 dan peresmian gedung baru rumah autis Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK) di Jatikramat, Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (19/4).

Hidayat Nur Wahid (ketua MPR RI) berharap, penanganan terhadap anak-anak penyandang autisme tidak mengutamakan sisi komersial, namun lebih bertumpu pada sisi kemanusiaan. Mahalnya biaya terapi dan minimnya akses pelayanan kesehatan menyebabkan upaya memandirikan anak penyandang autisme terhambat. Menurut Hidayat, merawat dan menangani anak penyandang autisme adalah investasi amal menuju surga.

Sebelumnya, Pimpinan YCKK Deka Kurniawan mengungkapkan, pendirian rumah autis YCKK berlatar dari keluhan orangtua anak penyandang autisme yang kesulitan mendapatkan penanganan layak bagi anak-anak mereka. Selain tempat terapi yang terbatas, penanganan anak-anak penyandang autisme selalu identik dengan biaya mahal.

Autis adalah gangguan perkembangan kompleks yang terjadi pada aspek neurobiologis otak. Gangguan itu memengaruhi proses perkembangan anak. Akibatnya, anak seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri karena dia tidak dapat secara otomatis belajar berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Gejala autis umumnya muncul sebelum anak berusia tiga tahun.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, minimnya perhatian publik terhadap persoalan autis dan terbatasnya jumlah lembaga penanganan dan ahli terapi bagi penyandang autis pada sisi lain menyebabkan penanganan autis menjadi ladang komersial. (cok)

Autisme diklasifikasikan sebagai ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.

Tanda - tanda Autisme

  • - tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
  • - hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata
  • - mata yang tidak jernih atau tidak bersinar
  • - tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain
  • - hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan)
  • - serasa dia punya dunianya sendiri
  • - tidak suka berbicara dengan orang lain
  • - tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain

Penyebab Autisme Penyebab Autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Banyak sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa terlalu banyak vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles dan Rubella )bisa berakibat anak mengidap penyakit autisme. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder. Tapi hal ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini berdebatkan karena tidak adanya bukti yang kuat bahwa imunisasi ini penyebab dari autisme, tetapi imunisasi ini diperkirakan ada hubungannya dengan Autisme.

Jadi, tinggal pilih, meraup sorga dunia (sekarang) atau sorga yang sesungguhnya (nantinya, kalau percaya).

Friday, April 18, 2008

Romeo, Muhammad dan Al Amin

Di Inggris, zaman dulu, dalam suatu pesta topeng, Romeo bertemu dengan Juliet. Keduanya lantas jatuh cinta. Romeo merasa tak beruntung karena ia bernama Romeo, yang berasal dari keluarga Montague, yang merupakan musuh bebuyutan Capulet, keluarga Juliet. Cinta mereka akhirnya berakhir tragis.

Di Jazirah Arab, Muhammad, karena jujur dalam berdagang, maka beliau diberi julukan Al-Amiin. Orang yang terpercaya. Dan pada akhirnya beliau diangkat oleh Allah menjadi Nabi pamungkas hingga akhir zaman.
Sementara itu, di bumi pertiwi yang bernama Indonesia ini, tersebutlah seorang anggota DPR bernama Al Amin Nasution. Telah menikah dengan penyanyi nDang-Dut, Christina. Walau sempat “jatuh bangun”, akhirnya mereka rujuk kembali.
Beberapa saat setelah Dewan Kehormatan DPR akan menuntut SLANK karena dianggap lagunya melecehkan DPR (yang kemudian diurungkan), tiba-tiba saja Al-Amin ditangkap KPK, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, karena dituduh terlibat kasus penyuapan. Sialnya lagi, pada saat itu ia kedapatan dengan seorang perempuan ABG.
Apakah kasus penyuapan ini nanti akan terbukti apa tidak, tapi yang pasti, Christina (barangkali saja) merasa tak beruntung kali ini. Bagaimana tidak. Menurut Suryalive.com, M Al Amin Nur Nasution, anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, ditangkap aparat KPK karena diduga menerima suap dari Azirwan, Sekda Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Mereka ditangkap di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu dini hari. Amin diduga menerima suap terkait pengalihan fungsi hutan lindung di Bintan.

Apakah Christina merasa tidak beruntung seperti Romeo/Juliet atau tidak, hanya dia sendiri yang tahu.

Saturday, April 5, 2008

Jaksa Minta Naik Gaji

Permintaan untuk naik gaji, bagi setiap pegawai adalah wajar. Demikian pula halnya di jajaran kejaksaan. Jawa Pos Online mengabarkan bahwa menurut Wakil Jakgung gaji yang terlalu kecil, menyebabkan kerja bisa tergoda.

Persoalan gaji kini menjadi isu sensitif di kalangan pemerintah. Kejaksaan Agung meminta agar gaji para jaksa dinaikkan. Menurut Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin, gaji yang diterima para pejabat kejaksaan dan jaksa fungsional sangat minim sehingga mereka bisa tergoda dalam menangani perkara.

Kejaksaan Agung ngotot minta kenaikan kesejahteraan. Mereka telah mengajukan usul penyesuaian struktur penggajian dalam bentuk tunjangan alias remunerasi, seperti halnya hakim. Namun, hingga kemarin, usul yang masuk dalam paket reformasi birokrasi tersebut tak kunjung disetujui.

Gaji dan tunjangan jaksa yang kecil, kata Muchtar, sudah waktunya dinaikkan. "Kalau dengan (kebutuhan) hidup sekarang ini, kan jauh sekali," kata Muchtar di gedung Kejagung kemarin (4/4).

Dari hasil assesment satu tahun agenda pembaruan kejaksaan 2006, gaji pokok pegawai kejaksaan terendah Rp 575 ribu (golongan I/a dengan masa kerja nol tahun) dan yang tertinggi Rp 2,07 juta (IV/e dengan masa kerja paling lama, 32 tahun). Sedangkan tunjangan fungsional jaksa, sesuai Keppres No 158 Tahun 2000, yang terendah Rp 600 ribu (III/a) dan tertinggi Rp 2,5 juta (IV/e).

Saat ditanya wartawan soal mobil mewah dan rumah megah, Muchtar tampak emosional. "Jaksa yang mana, Anda (wartawan) lihat dulu," ujar Muchtar dengan nada tinggi.

Namun kenapa permintaan itu muncul setelah pak Urip ditangkap? Apa dengan diusutnya kasus pak Urip dan lain ini memberikan sinyal bahwa 'gaji tambahan' nyaris bakal hilang?

Friday, March 14, 2008

Andai Muhammad Lahir di Jawa

behindwindow.jpg6 hari lagi, 12 Rabiul Awal 1429 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 20 Maret 2008 dan bersebelahan dengan Kenaikan Nabi Isa, umat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Kaum ulama yang berpaham Salafiyah dan Wahhabi, (saya comot dari sini) umumnya tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah Bid'ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya.

Sementara itu, masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Sedang di sebagian masyarakat muslim Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi. Muslim Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan muslim Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja'far ash-Shadiq.

Tadi malam, rencananya saya mau melakukan pembunuhan 1000 setan dengan istri saya. Namun karena istri saya nampak asyik terlelap dengan anak-anak saya, maka hanya bisa memandangnya saja. Lantar pikiran nakal saya muncul, seperti yang menjadi judul opini ini. Andai Muhammad lahir di Jawa,bagaimana perkembangan Islam. Apakah bisa seperti sekarang, tidak berkembang atau malah berkembang lebih pesat?

Kemungkinan, demikian pikiran saya menerawang, Al-Qur'annya pakai bahasa Jawa: Ha Na Ca Ra Ka. Lalu kiblatnya di mana?

Ah, setan alas! Kenapa pikiran ini jadi ngaco begini. Segera saja saya bangkit dari tempat tidur dan pergi mengambil air wudlu. Saya nelakukan sholat tobat. Semoga saya mendapat ampunan dari Allah SWT atas keliaran pikiran saya ini.

Subhanallah!

Selamat merayakan Maulid Nabi. Semoga jalan terang akan terus membimbing kita semua. Amiin ya Robbal Alamiin.......

150px-muhammed.gif


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.