Showing posts with label Ibu. Show all posts
Showing posts with label Ibu. Show all posts

Thursday, January 22, 2009

Minta Tolong Bikin Trenyuh

Panci bolong ditukar dengan lauk pauk. Mau?

Dalam acara RCTI bertajuk Minta Tolong, yang saya lihat sore tadi, membuat saya trenyuh. Bayangkan, lebih dari 117 orang yang dimintai tolong (oleh seorang perempuan setengah baya, lusuh) untuk menukar panci bolong dengan lauk pauk, menolak mentah-mentah.

Hingga akhirnya, seorang penjual nasi bungkus, Sri Sunarti tergerak hatinya, untuk memberi lauk pauk berupa kepala ayam. Tak terbayangkan seandainya saya yang bertemu dengan wanita lusuh tersebut. Maukah saya bersikap sama dengan penjual nasi bungkus itu.
Bagaimana kalau Anda yang dituju oleh wanita tersebut?

Saturday, January 3, 2009

Gambar Menyusui Bayi Itu Adegan Porno

Setidaknya itu yang yang disampaikan facebook kepada Roman. Sebagai anggota Facebook, Roman pernah memposting gambar dirinya sedang menyusui anak bayinya. Suatu ketika, dia kaget karena ternyata gambar itu sudah lenyap. Merasa penasaran, Roman mengubungi pengelola Facebook lewat email. Dia mendapat jawaban bahwa gambar itu tergolong "porno" sesuai aturan Facebook.

Tak terima alasan ini, Roman menggalang petisi ke sesama anggota Facebook. Di sini, dia membuat sebuah kelompok bernama "Hey Facebook, menyusui bayi bukan adegan porno!" Dengan cepat petisi ini mendapat pendukung. Terakhir, hari ini jumlah pendukungnya sudah mencapai 97.600 lebih anggota.

Pihak Facebook melalui juru bicaranya, Barry Schnitt, menyatakan bahwa mereka pada dasarnya tidak melarang gambar ibu menyusui. Yang dilarang, kata Schnitt lagi, bila gambar menyusui itu menunjukkan dengan jelas area puting sang ibu.

Bukan hanya Facebook yang menerapkan kebijakan seperti itu. My Space, juga sejenis situs jejaring, pun menerapkan kebijakan yang sama. Seperti halnya Facebook, My Space pernah menerima protes kaum ibu, tapi manajemen My Space memilih bungkam.

Facebook adalah situs jejaring yang sangat populer. Saat ini, anggota situs ini mencapai 140 juta orang, tersebar di seluruh dunia. (Dituding Porno, Ibu-ibu Menyusui Protes Facebook - TempoInteraktif.com)

Friday, April 25, 2008

Menukar Kegadisan Dengan Nilai UNAS…..

Membaca berita di Surya Online membuat saya jadi miris. Bagaimana tidak. Karena sangat takut tak akan lulus ujian nasional (Unas) yang digelar mulai Selasa (22/4) lalu, bersama ibunya, siswi SMA berusia 18 tahun itu mendatangi dukun untuk cari jalan pintas.

Namun, bukan keberuntungan yang ia dapatkan, Ver justru menjadi korban pelampiasan nafsu dukun Drs AJ, 40, yang dimintainya bantuan. Kini masalah itu sedang ditangani pihak kepolisian dan AJ pun harus meringkuk di tahanan.

Begitu menakutkannya ‘hantu UNAS’ ini sehingga seorang anak dengan diantar oleh rang tuanya, mencari jalan yang sungguh sesat. Padahal UNAS bukanlah segala-galanya. Betul-betul suatu ironi kebijakan yang telah berjalan beberapa tahun belakangan ini.

Di mana akibat ‘pentingnya’ sebuah ‘UNAS’ (sampai-sampai) mahluk jin dengan bantuan paranormalpun perlu dihadirkan untuk (rencananya) membantu mengerjakan soal UNAS itu. Sialnya, bukan jin yang diperoleh, namun nafsu bejat si paranormal yang didapat. Dan hilanglah sebuah kegadisan seorang Ver……


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.