Tuesday, May 27, 2008

Deplu AS: Ke Indonesia? Awas Copet dan Teroris!

Mulai Jumat (23/5) lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) mencabut larangan perjalanan (travel warning) ke Indonesia yang diberlakukan sejak November 2000 atau delapan tahun lalu. Namun, pencabutan travel warning itu diikuti tip untuk mewaspadai jambret dan copet di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. Demikian Jawa Pos Online memberitakan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R. Hume mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi keamanan di Indonesia yang sudah kondusif, sehingga travel warning tidak diperlukan lagi. "Amerika Serikat telah mencabut larangan tersebut karena perbaikan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap situasi keamanan saat ini," ujarnya di Jakarta kemarin (25/5). Berakhirnya travel warning itu mulai efektif 23 Mei 2008.

Hume yang menjadi Dubes AS di Indonesia menggantikan Lynn Pascoe itu, menjelaskan, Indonesia tidak pernah mengalami serangan teroris dalam skala besar sejak Oktober 2005. "Pemerintah Indonesia juga telah membongkar, menangkap, dan mengadili berbagai elemen terorisme," lanjutnya.

Dengan berakhirnya travel warning, Hume menyatakan itu keputusan signifikan dan berharap hal tersebut mengarah kepada hubungan lebih erat antara masyarakat kedua negara. Dia berharap semakin banyak pengusaha, wisatawan, dan akademisi Amerika berkunjung ke Indonesia untuk mengembangkan perdagangan, pariwisata, dan pertukaran pendidikan kedua negara. "Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk melindungi warga negara Amerika di Indonesia dengan meningkatkan kerja sama keamanan dengan aparat di Indonesia," paparnya.

Meski mencabut larangan perjalanan, Deplu AS tetap memberikan catatan-catatan dan tip perjalanan bagi warganya yang ingin pergi ke Indonesia. Melalui situs resmi-nya, Deplu AS menyebutkan Indonesia termasuk negara yang menjadi incaran bagi teroris. Karena itu, warga AS yang ingin melakukan perjalanan ke Indonesia disarankan tetap waspada. Beberapa daerah yang rawan konflik juga disebutkan agar menjadi perhatian khusus.

Oh, malunya saya, karena Indonesia banyak pencopet dan penjambret dan lahan bagi teroris.

No comments:


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.