Tuesday, March 4, 2008

Bila Penegak Hukum Tak Berjalan Tegak

kejaksaan_ri.jpg
Tri Krama Adhyaksa, adalah doktrin Kejaksaan Republik Indonesia:

  1. Satya, yang artinya kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap diri pribadi dan keluarga maupun kepada sesama manusia.
  2. Adhi, yang artinya kesempurnaan dalam bertugas dan berunsur utama pemilikan rasa tanggung jawab bertanggung jawab baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap keluarga dan terhadap sesama manusia.
  3. Wicaksana, yang artinya bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku khususnya dalam pengetrapan kekuasaan dan kewenangannya.

Demikian Doktrin Kejaksaan Republik Indonesia yang saya kutip di Wikipedia.

Luhur nian doktrin itu bila kita cermati. Dan sejak sore kemarin, doktrin ini tercederai oleh ulah Jaksa Urip Tri Gunawan. Ia menjadi tersangka kasus penyuapan 660 ribu US Dolar (sekitar Rp 6 milyar) yang diduga terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ada adagium dalam ilmu hukum:

Walau Langit Runtuh,

Hukum Harus Tetap Ditegakkan.

Namun yang terjadi
kini
hukum itu dirobohkan
oleh aparat Penegak Hukum
I R O N I S.

Jawa Pos dot com memberitakan: Sebelum bertugas di Jakarta, Urip memang berdinas di Bali. Menurut beberapa sumber, karir Urip di Pulau Dewata tergolong moncer. Setelah menjadi salah satu JPU (jaksa penuntut umum) dalam sidang kasus bom Bali I, dia dipromosikan sebagai Kasi Pidum Kejari Kota Tanjungpriok, Jakarta.
Setelah itu, dia dipercaya menjadi kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Klungkung. Jabatan Kajari Klungkung hanya dipangku kurang lebih tiga tahun. Selanjutnya, dia mendapat promosi ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebagai salah satu Kasubdit, hingga akhirnya ditunjuk sebagai koordinator jaksa penyelidik kasus BLBI (bantuan likuiditas Bank Indonesia).
Jabatan terakhir ini yang membuat Urip tersandung kasus suap.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain, agar tidak bermain "api". Malunya itu. Tidak bisa ditutup dengan berapapun duwit yang dipunyai. Karena sudah kadung cemar sedunia.

Monday, March 3, 2008

HUT Graham Bell: Penemu Telepon

google_bell08.gifGoogle memang kreatif dan tredy. Kalau pada hari Valentine huruf ol di antara huruf Go .. le berubah jadi gambar dua orang tua (yang lelaki pegang tongkat) dan yang perempuan pegang balon cinta 2 buah), maka pada hari lahir Graham Bell logonya berubah lagi. Kali ini ol-nya berubah jadi gambar Bell lagi pakai telepon kuno.

Sehubungan dengan hari kelahirannya, saya kutipkan di sini apa dan siapa Graham Bell, yang saya ambil dari Wikipedia:

alexander_graham_bell_wikipedia.jpgAlexander Graham Bell (Edinburgh, 3 Maret 1847Nova Scotia, 2 Agustus 1922) adalah seorang ilmuwan, pencipta, dan pendiri perusahaan telepon Bell. Selain karyanya dalam teknologi telekomunikasi, ia juga menyumbangkan kemajuan penting dalam teknologi penerbangan dan hidrofoil.

Bell umumnya dikenal sebagai penemu telepon, meski Kongres AS pada Juni 2002 menetapkan bahwa Antonio Meucci-lah yang menemukan telepon.

Dan kini, perkembangan telepon sudah jauh dari tujuan semula, yang hanya untuk bicara. Selain untuk SMS, MMS, telepon zaman kiwari sudah .... pokoknya ..... banyaklah.

Ingin Memijat Bayi Sendiri?

pijat-bayi2.jpgPedoman Pijat Bayi (Edisi Revisi)
Penulis dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIMI
Penerbit Trubus Agriwidya, Jakarta, 2001.
Harga Rp 25.000

Sebelum dukun bayi/tukang pijat bayi yang ada di dekat tempat tinggal saya meninggal dunia, istri saya sering memijatkan bayi kami ? apabila habis jatuh/kedlinges, atau bila rewel terus menerus tanpa kami tahu sebabnya. Namun setelah dukun bayi itu meninggal dunia (tahun 2005), karena memang sudah uzur, agak repot bila mau memijatkan bayi kami. Karena sekarang ini keberadaan dukun bayi boleh dibilang langka. Kalau pun ada pasti amat jauh jaraknya dari tempat tinggal saya. Suatu hari, di toko buku Gramedia Malang, saya menemukan sebuah buku *Pedoman Pijat Bayi (Edisi Revisi)*, ditulis oleh dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIMI, Terbitan Trubus Agriwidya, Jakarta, 2001. Setelah saya baca barang beberapa halaman, ternyata buku tersebut seperti tahu kerepotan saya bila ingin memijatkan bayi saya. Sebab buku tersebut merupakan petunjuk praktis tahapan-tahapan pemijatan bayi yang lembut untukmempertahankan kesehatan atau ketenangan bayi usia 3 bulan ke atas. Kalau selama ini kebanyakan dari kita menyerahkan sepenuhnya urusan pijat-meminajt bayi ini kepada ahlinya ? yaitu dukun bayi, maka setelah membaca buku ini, dengan mengikuti panduan yang ada di buku ini. Lebih-lebih buku ini dilengkapi VCD yang berisi visualisasi pemijatan bayi. Asal kita ada niat, pasti bisa. Sekarang, malah kalau lama tidak dipijat, anak kami (sekarang berusia 3 tahun) pasti minta: Yah, ijet! Yah, ijet!!

Sejak Umur Berapa Pijat Bayi Dimulai?
Pemijatan Bayi dapat dilakukan, segera setelah bayi lahir, sesuai dengan keinginan orang tua. Semakin dini pemijatan dilakukan, semakin banyak keuntungan yang bakal didapat. Sedangkan waktu yang terbaik untuk melakuan pemijatan adalah pada saat pagi hari atau malam hari. Beberapa persiapan yang penting sebelum memijat bayi:
1. tangan bersih dan hangat.
2. kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
3. ruangan pemijatan diupayakan tidak pengap.
4. upayakan bayi sudah selesai makan/tidak sedang lapar.
5. perlu waktu sekitar 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan.
6. duduklah dalam posisi yang nyaman.
7. baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata.
8. siapkanlah handuk, popok, baju ganti dan baby oil.
9. mintalah izin kepada bayi sebelum melakukan pemijatan.

[ Ini pernah saya tulis di sono ]

Barack Obama: Anak Menteng Kandidat Kuat Partai Demokrat

photo_about_senator.jpgPada awal pencalonan presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton tampil dengan meyakinkan. Dengan mudah ia bisa menyingkirkan pesaing-pesaingnya. Bahkan dengan berkelakar bahwa kalau ia sudah jadi Presiden, Clinton, suaminya, akan dijadikan Menlu-nya.

Namun, ketika muncul “Anak Menteng” yang bernama Barack Obama, posisi Hillary menjadi terancam.

Betapa tidak. Hasil poling, menjelang primary di Ohio dan Texas, menunjukkan bahwa posisi Obama bergerak menguat. Dan dari berbagai polling dan survey yang dilakukan, untuk dapat melaju ke pilpres bulan November yang akan datang, Hillary harus bisa menang di Ohio dan Texas. Dan sampai dengan tanggal 1 Maret 2008 kemarin, Obama masih memimpin perolehan suara (1.384 delegasi yang memilihnya), sedang Hillary hanya meraup 1.279 delegasi. Untuk dapat maju sebagai kandidat presiden mewakili Partai Demokrat, dibutuhkan 2.025 delegasi.

Obama Fans Club

obama.jpgSabtu kemarin (01/03/2008) Alumni SD 01 Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, yang mengaku menjadi teman Obama membentuk kelompok Barack for President. Deklarasi dukungan bagi barack di-launching di depan gedung SD 01. Setidaknya 21 rekan Obama hadir dalam pertemuan itu.

Sewaktu bersekolah di SD itu sekitar tahun 1970-an, Obama dipanggil Barry oleh teman-temannya. Barry sekolah di situ sejak kelas III. Tahun 1972, saat duduk di kelas V ia pindah ke Hawaii. Setelah 2 tahun menjadi Senator, kini Barry mengincar kursi Presiden Amerika Serikat.

Terus terang, saat saya membaca koran ini tentang pe-launching-an BFP ini, saya menjadi terharu. Nampaknya ikatan emosional teman-teman Barry begitu kental. Walau, mereka jelas tidak mungkin bisa mengikuti pilpres di Amerika Serikat itu, namun secara emosional dukungan ini jelas mempunyai arti yang tersendiri bagi Barry.

CATATAN TAMBAHAN:

Dukungan Dana Simpatisan untuk Barack Obama mencapai $US 100 juta (senilai Rp 910 milyar) sementara bagi Hillary cuma $US 80 (Rp 728 milyar).

Sumber: Koran Jawa Pos, Minggu, 2 Maret 2008

Sunday, March 2, 2008

Blogger: Hanyalah Produsen Sampah!

0-malu.jpgMembaca beberapa opini yang beredar hari ini soal sinyalemen Roy Suryo (Pakar Telematika) dan Ahmad Dhani (pentolan Grup Dewa 19) membuat saya mengelus dada.

Roy, yang karena namanya dicatut blogger, entah dicatut masalah apa, menyatakan bahwa blogger (Indonesia) cuma produsen sampah belaka dan penipu. Jadi jangan peduli.

Kalau memang benar demikian adanya, ini artinya apa yang keluar dari otak Juwono Sudarsono, Putu Wijaya, Wimar Witoelar, Goenawan Mohammad, Yusril Ihza Mahendra, Hermawan Kartajaya, Dian Sastro, Agung Firdaus, A. Fatih Syahud, Budi Raharjo, Alix Wijaya, Djunaedi RD, dan masih banyak lagi, adalah sampah belaka.

Roy, yang karena namanya dicatut blogger, entah dicatut masalah apa, menyatakan bahwa blogger (Indonesia) cuma produsen sampah belaka dan penipu. Jadi jangan peduli.

Kalau memang benar demikian adanya, ini artinya apa yang keluar dari otak Juwono Sudarsono, Putu Wijaya, Wimar Witoelar, Goenawan Mohammad, Yusril Ihza Mahendra, Hermawan Kartajaya, Dian Sastro, Agung Firdaus, A. Fatih Syahud, Budi Raharjo, Alix Wijaya, Djunaedi RD, dan masih banyak lagi, adalah sampah belaka.

Lain lagi pernyataan Ahmad Dhani, yang bilang blooger adalah orang-orang yang kurang kerjaan dan bodoh. Entah apa arti nggak punya kerjaan di benak Ahmad Dhani.

Marah? Jengkel? Tidak! Apa untungnya bila saya marah? Justru saya menyarankan kepada para penghuni blogosphere agar berkenan memaafkan mereka. Mereka juga manusia. Pasti lontaran dari ucapan itu penuh dengan muatan emosi. Siapa tahu, mereka lagi sumpek dengan masalah mereka. Lebih-lebih dengan Ahmad Dhani yang lagi perang dengan Maia Estianti.

Dengan melontarkan pernyataan semacam itu, siapa tahu bisa meredakan gejolak yang ada dalam dada mereka.

Bagi saya, segoblog-goblognya seorang blogger, mereka pasti bisa baca tulis, ngerti operasi komputer dan internet. Bisa membikin blog (untuk ukuran Indonesia) sudah boleh dibilang bagus. Dari sekian juta Warga Negara Indonesia yang menenggelamkan dirinya dalam ber-BLOGGER-ria pasti ada MUTIARA di antara tumpukan SAMPAH, kalau kita mau berbaik sangka. Kalau mereka mau sedikit meluangkan waktu, niscaya akan ditemukan itu MUTIARA.

Memang tak semuanya patut diperhatikan. Namun jangan “digebyah uyah podho asine“. Saya sebetulnya sangat respek dengan sepak terjangnya selama ini. Tapi mendengar penyataan tadi, respek saya agak surut. Demikian pula halnya dengan Ahmad Dhani.

Malum, selebriti juga manusia. Mereka berhak marah. Karena mereka punya naluri.

Membaca beberapa opini yang beredar hari ini soal sinyalemen Roy Suryo (Pakar Telematika) dan Ahmad Dhani

Saturday, March 1, 2008

Anak Asuhan Mahluk Elektronik

Sebetulnya masa depan anak itu tanggung jawab siapa? Orang tua? Guru? Masyarakat? Pemerintah? Atau anak itu sendiri?

murid_sd_wikipedia.jpgBanyak orang bilang bahwa INSTITUSI SEKOLAH dipandang sebagai tempat yang paling tepat dan bertanggung jawab atas masa depan mereka. Kan mereka sudah dibayar?

Ada yang bilang tanggung jawab itu terletak di pundak orang tuanya? Kalau tidak mampu? Ya menjadi tanggung jawab Pemerintah! Kan sudah dijamin UUD 1945!

Kedua pendapat tadi, masing-masing mempunyai argumen sendiri-sendiri. Kalau bersikukuh dengan argumennya, pasti tak akan ketemu walau sampai kiamat menjelang.

Sekarang, pertanyaannya: sebetulnya anak itu (dalam keseharian) lebih dekat dan berguru kepada siapa? Orang tua? Guru? Atau siapa atau apa?

Ternyata anak-anak sekarang lebih sering berguru kepada Play Station, Komputer, Internet dan Televisi. Buktinya, siapa Doraemon, Naruto, pemain Manchester United F.C. , FC Bayern München , Juventus F.C. (untuk menyebut beberapa nama), mereka hapal di luar kepala. Bandingkan bila ditanya materi dari mata pelajaran yang mereka terima. Pasti hanya sedikit yang bisa menjawab dengan tangkas.

Jadi, sebetulnya, anak-anak (kita) sekarang ini sudah tidak lagi menjadi bimbingan dari orang tua maupun guru, tapi mereka kini telah menjadi asuhan para mahluk elektronik.

Anti Klimaks Soal Susu Formula yang Terkontaminasi

milk_glass_wikipedia.jpgPekan belakangan ini media banyak memuat berita soal Susu Formula untuk bayi yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii. Temuan ini berasal dari penelitian para dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setelah muncul berita ini Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menuduh bahwa hasil penelitian itu ditengarai ada muatan-muatan tertentu. Besoknya lagi, pihak IPB bilang bahwa data yang diteliti adalah otentik adanya. Dan tadi malam, lewat Radio Eshinta saya mendengar bahwa hasil pertemuan antara pihak IPB, Ikatan Dokter Indonesia, BPOM, ada keterangan yang disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang intinya bilang bahwa penelitian itu dilakukan pada tahun 2003 (lima tahun yang lalu). Dan pada tahun itu tidak ada laporan adanya kematian bayi akibat bakteri tersebut. (Tidak jelas, apakah sinyal ini telah dilakukan pengecekan terhadap kematian bayi sejak atau sekitar tahun 2003). Dan produksi yang sekarang diyakini oleh BPOM tidak ada yang terindikasi bakteri tersebut.

Kesimpulannya, para ibu tidak usah kawatir bila membeli Susu Formula untuk bayinya. Kita sebagai konsumen nampaknya cuma bisa terbengong-bengong saja. Awalnya begitu heboh, akhirnya berakhir begitu saja. Betul-betul anti klimaks.

suryalive_com.gifYang kemudian yang muncul di media ceritanya sudah berbelok dari alur semula. Seperti yang diberitakan oleh Suryalive.com (dulu bernama Surya Online) misalnya yang berjudul: Mahasiswa IPB Minta Menkes Klarifikasi, 29/02/08, 19.03.25 - SuryaLive | Bogor : Terkait pernyataan Menkes yang meragukan hasil riset peneliti IPB tentang penemuan bakteri "Enterobacter sakazakii" pada susu formula. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari segera meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh civitas akademika IPB selambat-lambatnya 3 x 24 jam.

Tuntutan itu disampaikan Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB. Di Kampus Darmaga, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Forum Wacana IPB, David Rizar Nugroho mengatakan, "Hari Kamis kemarin kemarin, Tuntutan kepada Menkes itu telah kami sampaikan juga kepada anggota DPR di Senayan Jakarta," Jumat (29/2).

Dua jam kemudian, 21.41.40, muncul berita dengan judul:
Keterangan Jubir IPB dan Artikel Penelitian Berbeda, SuryaLive | Jakarta - Dr Sri Budiarti, sebagai juru bicara Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, penelitian susu formula bayi dilakukan pada 2003, saat sesi jumpa pers yang digelar oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), di Jakarta, Jumat (29/2).
Penelitian IPB dilakukan pada tahun 2003 dengan sampling susu yang beredar pada saat itu, kata Sri, "Jadi tentu saja produknya sekarang sudah tidak ada lagi."

Dosen di Fakultas MIPA IPB ini menjelaskan, bahwa penelitian berjudul lengkap "Potensi Kejadian Meningitis Pada Neonatus Akibat Infeksi Enterobacter Sakazakki yang Diisolasi Dari Makanan dan Susu Bayi" itu pertama kali dilakukan atas biaya dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) ............

Dalam situs resmi IPB (www.ipb.ac.id) terpampang berita tentang penelitian ini pada tanggal 15 Februari 2008, dan rupanya artikel inilah yang memantik keresahan masyarakat luas setelah berbagai media memberitakannya.

Berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Sri, di artikel itu disebutkan bahwa "Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan IPB mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii."

Ini berarti keterangan Sri tidak sama dengan artikel di situs resmi IPB, terkait dengan waktu penelitian, Sri menyebut penelitian dilakukan tahun 2003 namun di artikel situs resmi disebut penelitian dilakukan pada tahun 2006. Begitu antara lain berita yang beredar kemarin.

WADUH, WADUH, LANTAS SEKARANG SIAPA YANG HARUS DIPERCAYA? PADAHAL INI SOAL NASIB PARA PARA BAYI DI INDONESIA, GENERASI MASA DATANG, CALON PENERUS BANGSA INI?


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.