Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Tuesday, January 12, 2010

Ada Bangsat dan Maling di Gedung DPR?

Beberapa waktu yang lalu ada teriakan : BANGSAT yang berasal dari mulut Ruhut Sitompul (anggotra DPR yang terhormat) yang ditujukan kepada Gayus Lumbuun (juga anggota DPR).

Tadi siang seorang aktivis dari Kapak meneriakkan Boediono, “Maling.”

Menurut Vivanews, kerusuhan terjadi saat mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono memberi kesaksian di hadapan Panitia Khusus (Pansus) Angket Century di Gedung DPR.

Pantauan VIVAnews di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 12 Januari 2010, Boediono sedang memberikan keterangan tentang status uang Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

“Saya tidak tahu uang LPS itu uang negara atau bukan,” kata Boediono. Tiba-tiba dari atas balkon, pria botak dan berperawakan agak gemuk itu tiba-tiba berteriak, “Boediono maling, Boediono maling.”

Oh, alamak. Pertanda apa ini?

Tuesday, April 8, 2008

Pak SBY Marah-marah

Dalam berita sore Liputan 6 Petang Pak SBY nampak marah-marah di hadapan para Bupati/Walikota se Indonesia, yang tengah mendengar pidato Pak Presiden.

Liputan6.com memberitakan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur keras seorang peserta yang terlihat mengantuk saat mendengar pidatonya. Kali ini terjadi saat Presiden memberikan pembekalan pada acara Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional, Selasa (8/4).

Hampir satu jam Presiden memberi pembekalan pada acara yang dihadiri para Bupati, Wali Kota, dan Ketua DPRD Tingkat II se Indonesia itu. Ketika tengah mengkritisi budaya pemborosan energi, tiba-tiba Presiden menegur seorang peserta yang mengantuk. "Coba bangunkan yang tidur. Kalau tidur di luar saja," kata Presiden.

Ini bukan kali pertama hadirin tertidur saat mendengarkan pidato Presiden. Tahun lalu dalam sebuah kesempatan beberapa hadirin terlihat tidur. Bisa jadi karena kelelahan atau karena ia tidak tertarik pidato Presiden.(IAN/Bimo Cahyo dan Junaedi)

Untung pak SBY sebagai Presiden.

Kalau beliau menjadi Ketua DPR/MPR, pasti akan lebih sering marah-marah ketimbang memimpin sidang. Soalnya jumlah anggota DPR/MPR yang tidur akan lebih banyak. Dan akan banyak ditemui kursi kosong.

Tuesday, February 5, 2008

Menunggu Jakarta Tenggelam

Sehari setelah saya menulis Pindahkan Ibu Kota RI ke Malang Saja, Harian SURYA, hari Minggu, 3 Februari 2008 menurunkan tulisan berjudul : Jakarta Tak Layak (jadi) Ibukota. Entah karena terinspirasi oleh tulisan saya (HA: GR AMAT) entah tidak, bukan soal. Lebih jauh ditulis harian ini sebagai berikut:

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, jelas langsung menolak ide itu. Foke (panggilan Fauzi Bowo) mengatakan keruwetan yang menimpa Jakarta sebetulnya bisa diatasi dengan keterlibatan aktif masyarakat dan juga kesadaran tata kelola pemerintahan yang baik dari aparat Pemprov DKI............

Di tempat terpisah, sebelumnya mantan Gubernur DKI, Jakarta Sutiyoso juga menolak ide pemindahan ibukota. "Pemindahan ibukota memakan biaya yang mahal, seharusnya penyelesaian masalah Jakarta melibatkan semua pihaksehingga komprehensif," kata Sutiyoso.

Sebetulnya, memasuki dasawarsa 1990an, ramai didengungkan dan direncanakan pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Jonggol di Jawa Barat. Namun hingga akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga saat ini, rencana pemindahan ibukota ke Jonggol itu hanyalah rencana.

Jauh sebelum masa Orde Baru, saat Presiden Soekarno, sekitar dekade 1960an, juga diwacanakan pemindahan ibukota negara ke Palangkaraya Kalimantan Tengah. Namun juga tidak pernah terwujud hingga saat ini.

Penetapan ibukota pemerintahan di luar Jakarta juga pernah direncanakan oleh pemerintah Hindia Belanda sebelum masa pendudukan Jepang. Saat itu Bandung disiapkan untuk menjadi pusat pemerintahan, yang ditandai dengan pemindahan pusat kemiliteran ke Cimahi.Satu-satunya peristiwa pemindahan pusat pemerintahan yang pernah terjadi adalah saat pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 1808-1811. Ia menghancurkan kastil Batavia, dinding tembok Batavia dan beberapa bangunan lainnya di kawasan tersebut. Pemerintahan kemudian dipindahkan ke kawasan yang saat ini kita kenal di seputar Lapangan Banteng dan Lapangan Monas........

Jakarta Tenggelam - BBC

Mungkin, bila Jakarta sudah betul-betul tenggelam, maka rencana pemindahan itu niscaya akan terwujud. Ke mana? Jonggol, Palangkaraya atau ke Malang? Silakan pilih, atau buat pilihan lain…

Saturday, February 2, 2008

Pindahkan Ibu Kota RI ke Malang Saja

Sepanjang perjalanan sejarah pemerintahan di dunia, baru kali ini ada kejadian sebuah Istana Negara kebanjiran. Itulah Jakarta, Ibukota Negara Republik Indonesia. Banjir kali ini, seperti pada tahun 2002 dan tahun 2007, sama-sama di awal bulan Februari, betul-betul menjadikan Jakarta sebagai danau tanpa tepi.

Perlu ada pemikiran agar Ibukota dipindahkan saja dari Jakarta. Ke Bogor misalnya. Atau kalau boleh usul, bagaimana kalau ke Malang saja?

Masak Ibukota kebanjiran. Rasanya kok tidak pantas “wajah” sebuah Negara menjadi danau tak bertepi.

Di halaman depan Jawa Pos misalnya, dalam sebuah foto tampak pak SBY harus berpindah mobil lantaran mobilnya terjebak banjir, saat menuju ke Istana Merdeka. Sementara Instana Merdeka sendiri juga dikepung banjir dalam ketinggian 50 cm.

Lebih jauh ditulis di koran ini: Di etalase Jakarta itu, terjadi kemacetan total. Bahkan, rombongan Presiden SBY yang akan menuju Istana Merdeka terjebak di jalan utama tersebut. Presiden terpaksa berganti mobil saat tiba.

Genangan air juga mengepung istana. Di Jalan Merdeka Utara, lokasi Istana Merdeka itu, ketinggian air mencapai 50 cm. Sebagian air tersebut berasal dari air yang dipompa dari dalam istana. Akibat angin kencang, pohon tanjung di halaman Istana Negara tumbang.

Akses menuju Istana Wapres juga banjir. Ketinggian air di Jalan Merdeka Selatan mencapai 50 cm. Di jalan tersebut, selain Istana Wapres, ada balai kota dan Kedubes AS.



Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.