Showing posts with label Narapidana. Show all posts
Showing posts with label Narapidana. Show all posts

Sunday, August 24, 2008

Kisah Sengkon Karta Berulang Kembali?

Pengakuan Ryan bahwa Mr X adalah Asrori klop atau setidaknya tak bertentangan dengan pengakuan Imam Hambali alias Kemat, 26, dan Devid Eko Priyanto, 17, serta Maman Sugianto alias Sugik, 22. Ketiga warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang, ini sekarang mendekam di LP Jombang. Ketiga orang itu mengaku mereka tidak membunuh Asrori.

Kemat dan Devid kini berstatus terpidana setelah divonis masing-masing 17 dan 12 tahun karena -berdasar fakta-fakta dalam persidangan-- terbukti membunuh Asrori. Sedangkan Sugianto berstatus sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang karena masih dalam proses hukum dengan dakwaan ikut membantu pembunuhan Asrori. ( Surya Online)

Membaca berita ini, ingatan saya ingat akan kasus Sengkon Karta. Sengkon dan Karta, kata blogombal, adalah produk peradilan sesat. Mereka tak membunuh tapi dijebloskan ke bui, dan kalau tak salah justru di penjara mereka berkenalan dengan pembunuh asli, sehingga kebenaran pun terungkap.

Saat itu, Sengkon - Karta sedang menjalani pidana di LP Cipinang karena tuduhan merampok dan membunuh suami-istri Sulaiman - Siti Haya di Cakung Payangan Pondok Gede, Bekasi. Sewaktu Sengkon sedang sekarat di LP Cipinang, seorang narapidana bernama Gunel merasa iba. Dengan jujur dan merasa berdosa ia minta maaf kepada Sengkon yang harus mendekam di penjara karena perbuatan yang tidak dilakukannya. Gunel kemudian mengaku bahwa ia bersama teman-temannya telah membunuh Sulaiman dan Siti Haya, bukan Sengkon dan Karta. Pengakuan Gunel, yang masuk LP Cipinang karena kasus lain itu, akhirnya diketahui media massa. Waktu itu para petinggi hukum dan para pelaksana di lapangan sigap. DPR juga ikut campur tangan. Media massa berpartisipasi aktif. Dan akhirnya Kejaksaan Agung lalu mengajukan Penangguhan Pelaksanaan Menjalani Hukuman bagi Sengkon dan Karta. (apakabar@clark.net)

Sengkon dan Karta, yang masing-masing dihukum 7 dan 12 tahun penjara karena dituduh membunuh Sulaiman dan istrinya di Desa Bojongsari, Bekasi, 1974. Tuduhan itu, kemudian, ternyata melenceng. Didampingi oleh Albert, Sengkon dan Karta mengajukan peninjauan kembali perkara (herziening), dan Mahkamah Agung setuju. Yang disesalkannya, gugatan ganti rugi Sengkon dan Karta kepada pemerintah (Departemen Kehakiman) ditolak. (apakabar@clark.net).

Mudah-mudahan kasus ini tak terulang pada kasus pembunuhan Mr X atau Asrori. Diperlukan itikad baik dari semua pihak - khususnya aparat kepolisian.

[sumber gambar: Buku Mata Hati 1965-2007. EDITOR: Julian Sihombing. PENERBIT: Kompas (Jakarta, Juni 2007). UKURAN: 29 cm x 29 cm. TEBAL: 299 halaman. HARGA: Rp 400.000, yang saya ambil dari postinganmas blogombal]

Monday, March 17, 2008

Delete for Nurdin Halid

indonesia_fa.gifSelain di situs resmi FIFA, nama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ternyata juga kosong di situs resmi Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF). Halaman menyangkutIndonesia di situs aseanfootball.org/affiliates_04.asp, seperti yang terlihat Sabtu (15/3) hanya menyebut Nugraha Besoes yang menjabat sebagai Sekjen PSSI. (Sepak Pojok,Harian Surya, Minggu, 16 Maret 2008).

Ini artinya black list (atau blabk list) bagi Nurdin Halid di susunan pengurus PSSI, lantaran ia telah cacat dengan urusan kriminal. Tapi nampaknya, para Pengurus Daerah PSSI masih melakukan gerakan tutup mulut, menjelang Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI tanggal 17 - 20 Maret 2008 di Bali.

Sementara itu, Mafirion, anggota Excecutive Comitte, dengan tegas berkata: tak ada ruang dalam raparnas untuk mengusung agenda mengganti ketua umum. Dia menuturkan, Raparnas hanya dilakukan untuk mengevaluasi program 2007 dan membahas program 2008. (Tak Ada Ruang Mengganti Nurdin, Harian Jawa Pos, Minggu, 16/03/2008).

Jadi, melihat fenomena ini, ibaratnya sekarang nasib persepakbolaan nasional Indonesia bak telur di ujung tanduk (kerbau). Kalau “kerbau”-nya dicocok hidungnya, niscaya awan gelap pasti bakal menghantui masa depan mereka.

Mestinya, sekarang saatnya para Pengda untuk berani bersikap dan bertindak tegas, dengan dilandasi nurani yang jernih, jujur, dan tak takut oleh “gurita kekuasaan” yang selama ini masih mencengkeram kepengurusan PSSI.

Monday, March 10, 2008

Roy Ingin Bunuh Diri

Ini bukan cerita tentang Roy Suryo yang mau bunuh diri lantaran bikin pernyataan kontroversial bahwa semua blogger adalah penipu. Ini adalah kisah tentang hari-hari Roy Marten di dalam Hotel Perdeo, Medaeng, Surabaya.

roy-bunuh-diri.jpg Hari-hari di balik terali besi adalah waktu yang sangat kelam bagi aktor Roy Marten. Bintang film tahun 1970-an yang tersandung kasus narkoba untuk kedua kalinya ini mengalami guncangan jiwa (depresi) selama ditahan di Rutan Medaeng, demikian antara lain Surya Online mewartakan tentang perjalanan nasib Cowok Idola tahun 70-an itu.

Menjadi gelisah,

mudah tersinggung,

mudah jadi pelupa.

Saat merasa gelisah itu, Roy bahkan sempat berkeinginan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Namun beruntung perasaan itu bisa dicegah ketika dia mengingat ibunya.

Ini semua sebab dari berhentinya konsumsi narkoba yang selama ini dilakukannya. Kondisi Roy Marten ini, menurut dokter Rutan Medaeng dr Nur Syaiful, sebagai efek dari zat yang ada di narkoba yang dikonsumsinya selama bertahun-tahun. “Saat ini yang dibutuhkan Roy adalah sebuah perhatian sebagai penguat untuk melawan efek narkoba yang dialaminya,” kata dr Nur Syaiful.

Kondisi ini ditunjukkan Roy dengan rasa kepanikan dan ketidaknyamanan secara berlebihan. Dalam seminggu terakhir, suami mantan model Anna Maria ini terlihat tidak tenang. Ia sering mondar-mandir tak tentu arah. Puncaknya, ia terlibat adu jotos dengan tahanan asal Korea Selatan (Korsel).

Itu adalah akibat bahaya narkoba. Maka, jangan sekali-sekali belajar kenal dengan narkoba dan sebangsanya.


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.