Monday, February 18, 2008

Naskah yang Lolos BSNP Bernilai Sampai Rp 175.000.000

Sabtu, 16 Februari 2008, KOMPAS memberitakan: Guna memudahkan akses pemilikan buku pelajaran bagi siswa SD – SLTA, pemerintah menantang para guru untuk mengajukan naskah buku teks pelajaran. Naskah yang dinyatakan lolos Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan dibeli Depdiknas Rp 100.juta – Rp 175 juta.

Berita ini tentu saja sangat menggembirakan. Bagi orang tua siswa tentu saja akan sangat diuntungkan. Betapa tidak, kalau selama ini mereka sering dipusingkan setiap menjelang tahun ajaran baru, maka dengan adanya program ini niscaya akan meringankan beban mereka.

Bagi guru, ini merupakan peluang yang sangat bagus. Paling tidak bagi yang memang mempunyai kemampuan dalam hal tulis menulis, akan menambah gairah para guru untuk menyalurkan bakatnya. Bukan tidak mungkin akan menyemarakan dunia pendidikan kita.

Lebih lanjut ditulis di rubrik Humaniora itu, “Pembelian hak cipta buku teks tersebut meliputi hak utuk mengumumkan dan memperbanyak melalui media, antara lain wujud cetak, fotokopi, elektronik, dan optik selama 15 tahun yang berlaku di seluruh Indonesia. Kebijakan ini dapat mengurangi harga buku menjadi 1/3 dari harga eceran yang berlaku saat ini.” ujar Sugijanto, Kepala Pusat Perbukuan Depdiknas, Jum’at (15/2) di Makasar.

Program tersebut kali ini menginjak tahun kedua setelah tahun 2007 Pusat Perbukuan beli 27 judul buku untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Buku-buku tersebut meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.

Menurut Sugijanto, tahun ini akan dibeli sebanyak 21 judul buku mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Pendidikan Seni, Pendidikan Jasmani, Olahraga, Kesehatan, serta Teknologi, Informasi dan Komunikasi.

Sebelum dibeli, buku akan diteliti kelayakan oleh BSNP. Penilaian dijadwalkan 2 periode, yakni 13 – 16 Mei 2008 dan 23 – 26 September 2008.

Setelah hak cipta dibeli, materi akan dimasukkan disket, cakram, dan dalam format buku elektronik (ebook) di internet. Naskah dapat diakses, diunduh, atau dicetak dengan gratis karena sudah menjadi milik negara, sepanjang tidak untuk kepentingan komersial.

Ketersediaan buku pelajaran merupakan salah satu dari sembilan masalah strategis yang ditekankan Mendiknas Bambang Sudibyo.

Visit “Banjir” Indonesia 2008

Oleh Rhenald Kasali

Setelah 17 tahun tertidur, Indonesia kembali mencanangkan Tahun Kunjungan untuk merengkuh 7 juta wisatawan mancanegara. Bagi negeri berpanorama indah, jumlah ini terbilang kecil dalam segala hal, tetapi penting untuk memulai komitmen baru. Bagaimanapun, pariwisata terkait erat dengan lingkungan hidup, nilai-nilai sosial, investasi dan keamanan.

Meski demikian, saat bendera start dikibarkan, bukan berita indah yang muncul, tetapi banjir, kesemrawutan pengelolaan bandara, kemiskinan, flu burung, dan lainnya. Benarkah Indonesia berkomitmen membangun masa depan pariwisatanya?

Potensi pasar pelancongan

Setelah menghadapi berbagai tekanan (perang Irak, wabah SARS, tragedi WTC dan tsunami) sepanjang 2001 – 2004, pariwisata dunia bangkit kembali. Menurut World Tourism Organisation(WTO) kunjungan internasional 2006 mencapai 846 juta (tahun 2000, 684 juta). Kenaikan terbesar terjadi tahun 2006, 43 juta.

Dari tambahan itu, sebagian besar dinikmati Eropa (22 juta) dan Asia (12 juta). Sayang kenaikan pesat ke Asia itu belum dinikmati Indonesia yang terkesan pasif, kurang peduli.

Saat wisatawan ke Malaysia meningkat dari 16,4 juta menjadi 17,5 juta dan ke Thailand naik dari 11,5 juta menjadi 13,9 juta, Indonesia justru kehilangan 0,2 juta (dari lima juta) wisatawan. Berbagai masalah keamanan tidak diimbangi peningkatan pelayanan di bandara. Bahkan, terjadi pembiaran, perusakan lingkungan, ketidakmampuan menangani sanitasi (khususnya sampah), dan terakhir terlihat betapa amatir dan tradisionalnya penanganan bandara internasional dan bencana alam yang terjadi berulang-ulang.

Padahal, jika dikelola dengan baik, ekonomi pariwisata lebih prospektif ketimbang pertambangan yang menyisakan kerusakan lingkungan. UN-WTO memperkirakan pariwisata dunia tahun 2006 mencapai 733 miliar dollar AS. Bahkan 75 negara yang panorama dan kebudayaannya tidak begitu penting masing-masing berhasil meraih minimal satu m iliar dollar AS dari sector ini.

Bisnis ini menampung pekerja dengan spectrum amat luas, mulai dari transportasi, travels, perhotelan, telekomunikasi, hiburan, pendidikan, makanan, cinderamata dan perdagangan. Jika pariwisata berkembang, kita bias memindahkan ribuan sopir angkot yang sulit hidup dan memacetkan kota menjadi petugas antar jemput yang lebih sopan dan sejahtera…..

Perlu komitmen baru

Dengan anggaran promosi pariwisata yang terbatas (Rp 150 miliar) dan kurang siapnya daya dukung di bebagai sisi di dalam negeri, wajar bila kita bertanya: Benarkah Indonesia berkomitmen membangun pariwisatanya? Komitmen bukan pesan-pesan PR (public relations) bahwa kita benar-benar siap. Komitmen nampak dalam tindakan dan gerak irama yang saling mengisi, complementarity seluruh komponen bangsa dalam menghadapi segala kemungkinan.

Negara-negara yang komit, jumlah kunjungan wismannya naik signifikan. Komitmen itu bukan hanya urusan promosi wisata, tetapi juga urusan penerbangan, otoritas bandara, jalan tol, dan pemukiman yang dilewati wisatawan, pekerja yang santun dan berkualitas, imigrasi, lingkungan hidup, tata krama, kaum adat, pendidikan, industri, dan sebagainya…….

Dalam setiap proses evolusi, selalu ditemukan penuaan yang bukan disebabkan usia, tetapi karena tetangga berdandan, tampak lebih muda. Dan jika hal-hal seperti banjir saja tak bias ditangani, bukan cerita baik yang akan dibawa pulang wisatawan. Bukan sekadar backfired, sejarah akan mencatat Indonesia sebagai negara yang memperkenalkan kampanye baru, Visit Banjir Indonesia 2008.

(Dikutip dari Opini RHENALD KASALI, Visit “Banjir” Indonesia 2008, KOMPAS, Sabtu, 16 Februari 2008, halaman 6)

Wednesday, February 13, 2008

Menjelang Hari Valentine

Besok tanggal 14 Februari 2008. Namun suasana penyambutan datangnya Hari Valentine sudah marah di berbagai mall. Segala pernak-pernik bernuansa pada dijual atau dipajang di tempat-tempat yang strategis.
Tak ada salahnya bila saya kutipkan asal muasal Hari Valentine itu dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, sebagai berikut ini:

Hari Valentine
(bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, namun jarang kepada teman pria lainnya. Kecuali kedua-duanya adalah kaum homoseksual.

Monday, February 11, 2008

Gunung Es Harta Cendana

Menghitung berapa jumlah harta milik keluarga Cendana memang sulit. Namun melihat perkembangan sidang kasus perceraian Bambang Tri vs Halimah, kita seperti melihat sebuah puncak gunung es senilai 14 trilyun. Harta ini terkuak lantaran tengah diperebutkan oleh Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Soeharto, dengan Halimah Augustina Kamil di depan Pengadilan.

Kalau harta Bambang Tri segitu, lantas bagaimana harta milik keluarga Cendana yang lain? Kalau dikumpulkan berapa banyak trilyun yang ada?

Berebut 14 trilyunKata TEMPO (dalam rubrik Opini): MENGUSUT harta Soeharto, sebetulnya, tak semusykil mencari jarum di tumpukan jerami. Yang dibutuhkan hanyalah sikap keras hati, tekad bulat, dan keyakinan. Di mana ada niat, di situ ada jalan.

Jalan itu sudah terbentang di depan mata. Kalau mau, aparat penegak hukum bisa jelas melihatnya: sidang perceraian anak ketiga Soeharto, Bambang Trihatmodjo, dengan Halimah Agustina Kamil. Yang menarik bukan soal hakim mengabulkan permohonan cerai Bambang dan dilawan Halimah dengan naik banding, melainkan aset luar biasa besar dalam sidang itu. Jumlah yang diperebutkan Rp 14 triliun—barangkali merupakan harta gono-gini terbesar dalam sejarah Republik Indonesia………

Gugatan perdata terhadap Soeharto yang kini diturunkan ke anak-anaknya harus dilanjutkan. Pemerintah harus percaya diri bahwa tanpa jalan damai pun mereka bisa menarik kembali uang yang disangka hasil penyalahgunaan kekuasaan itu. Penyelesaian di luar pengadilan, selain menghasilkan uang yang jumlahnya lebih kecil, juga tak secara tegas ”memastikan” Soeharto bersalah dalam perkara perdata itu.

Ikhtiar itu tentu membutuhkan napas tak pendek. Pemerintah Filipina menghabiskan 18 tahun untuk mengembalikan sebagian dana jarahan bekas presiden Ferdinand Marcos yang disimpan di pelbagai bank di Swiss.

Mengusut kasus Soeharto tak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami—kalau mau dan punya niat. Harta gono-gini Bambang-Halimah hanya salah satu pintu masuk.

Sunday, February 10, 2008

Istri Saya Uring-uringan Baca 100% Gadis Indonesia Porno…..

Kemarin istri saya menampilkan muka sewot, saat saya pulang kantor. Apa pasal?

Seingat saya, belakangan "kelakuan" ini saya baik-baik saja. Pulang kerja seperti biasa. Pakaian yang kotor juga sudah saya letakkan pada tempatnya. Anak-anak juga saya beri uang saku saat mau berangkat sekolah.....

Karena tak tahan, saya pun bertanya, “ada apa?”

“Sampeyan ini gimana? Wanita Indonesia sampeyan cemarkan….”

“Lho, kapan dan di mana?”

“Di Blog sampeyan itu! Masak 100% Wanita Indonesia Pornografis semua……!!!!!”

“Oh, itu masalahnya….”

Rupanya istri saya kemarin membuka blog saya. Dan membaca tulisan saya di sini, saat saya kesepian dahulu. Rupanya dianya salah paham. Kalau menilik judulnya: 100% Gadis Indonesia In Porno Action Post, rasanya nggak ada yang salah. Menurut persepsi istri saya, 100% Gadis (perempuan) Indonesia, termasuk istri saya, adalah termasuk di dalamnya. Padahal maksud saya adalah bahwa yang saya opinikan adalah, bahwa ada blog yang 100% menampilkan "tubuh-tubuh" wanita Indonesia.

Tapi bagaimana lagi, akibat protes istri saya itu, mau saya hapus itu opini, kok masih sayang...

Menurut Anda bagaimana?

Keluar Masuk Pintu Harap Ditutup

Di kantor-kantor tulisan seperti judul opini ini masih sering kita jumpai. Maksudnya baik. Agar suasana kantor nampak tertib. Dan nampaknya memang tidak ada yang salah dalam tulisan ini. Secara tata bahasa mungkin tidak salah. Namun bahasa bukan hanya soal subyek dan predikat belaka, namun juga harus memenuhi unsur logika.

Coba pikir, siapa yang bisa lewat pintu tanpa harus membuka? Kecuali bila orangnya mempunyai ilmu “lembus kilan”, yang bisa menembus apa saja yang menghalanginya.

0-keluar-masuk.jpg
Mestinya tulisan itu berbunyi :

SETELAH Keluar / Masuk Pintu Harap Ditutup KEMBALI.

Jadi saat orang lewat, bagaimanapun juga pintu harus dalam keadaan terbuka. Maunya mungkin mau hemat kata, namun hasilnya menimbulkan kekacauan logika.

Saturday, February 9, 2008

Anak Saya Kidal Seperti Saya

Wikipedia menulis tentang orang kidal sebagai berikut:

Orang yang kidal lebih banyak menggunakan tangan kirinya daripada tangan kanannya. Ia biasanya menggunakan tangan kirinya untuk berbagai pekerjaan seperti misalnya untuk menyisir rambut, memasak, dll. Menulis tidak dapat diguHari Orang Kidal - 13 Agustus 2002 - Wikipedianakan untuk menentukan apakah seseorang kidal atau bukan, karena sebagian orang yang kidal menggunakan tangan kanannya untuk menulis, sementara untuk segala hal yang lainnya menggunakan tangan kanannya.

Kira-kira 8–15% dari penduduk dewasa adalah kidal.[1] Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tangan kidal lebih umum ditemukan di kalangan laki-laki daripada perempuan,[2] dan lebih banyak di kalangan kaum heteroseksual dibandingkan dengan kaum homoseksual.[3] Dibandingkan dengan masyarakat umum, tangan kidal lebih sering muncul di kalangan kembar identik,[4]dan sejumlah kelompok orang yang mengalami gangguan neurologis (epilepsi,[5] Down’s Syndrome,[6] autisme,[7] retardasi mental,[8] etc.) Dari segi statistik, seseorang yang memiliki saudara kembar yang kidal mempunyai 76% kemungkinan untuk juga kidal. [9]

Saya dilahirkan sebagai orang kidal. Namun, sesuai dengan tata krama di Indonesia, kidal itu jelek. Makanya saya (dengan susah payah) belajar untuk tidak kidal. Walau berhasil, namun tidak bisa maksimal. Akhirnya saya bisa pakai tangan kiri ataupun tangan kanan untuk melakukan sesuatu (khusus untuk keperluan buang air [besar dan kecil] selalu pakai tangan kiri.

Menurut para ahli, kalau orang dipaksa memakai tangan kanan (padahal ia kidal) kemampuannya tidak menjadi maksimal.

anak-saya-kidal.jpgAnak saya yang kecil ternyata mengikuti jejak saya. Kidal. Oleh ibunya seringdisuruh pakai tangan kanan untuk (misalnya) menulis, maka. Tapi tak pernah berhasil.

Kalau sikap saya, saya biarkan. Saya tak ingin dia nanti seperti saya. Kemampuan yang dimiliki tidak bisa berkembang dengan maksimal.

Kidal bukan tidak baik. Memang tidak umum. Tapi apa salahnya :?:


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.