Showing posts with label SBY. Show all posts
Showing posts with label SBY. Show all posts

Wednesday, November 26, 2008

Obama, Nasi Goreng dan Rambutan

Presiden Amerika Serikat terpilih Barack Obama menyatakan kerinduannya untuk datang ke Indonesia, tempat dia tinggal sewaktu kecil.

"Beliau dengan bahasa Indonesia yang masih fasih, mengatakan apa kabar. Saat saya undang untuk datang ke Jakarta saat APEC summit di Singapura tahun depan, beliau mengatakan datang ke Indonesia sangat penting, selain untuk meningkatkan kerja sama juga untuk menikmati bakso, rambutan dan nasi goreng," kata Presiden Yudhoyono menceritakan percakapannya melalui telpon dengan Presiden Obama di Bandara Tacoma Seattle, Amerika Serikat, Senin waktu setempat.

Presiden Yudhoyono berada di Seattle saat transit dalam perjalanannya dari Lima, Peru menuju Jakarta.

Dalam percakapannya itu, kedua Kepala Negara berkomitmen untuk meningkatkan hubungan kedua negara dan saling mendukung peran kedua negara dalam forum-forum internasional.

Juru bicara Presiden Dino Patti Djalal mengatakan percakapan telpon itu berlangsung sekitar enam menit dan sebenarnya telah dirancang sejak sebelum Presiden Yudhoyono meninggalkan Tanah Air 13 Nopember lalu.

Dalam percakapan itu, Presiden Yudhoyono juga menyampaikan selamat atas kemenangan Presiden Obama dalam pemilu beberapa waktu lalu dan menyatakan siap bekerja sama dengan Obama melanjutkan hubungan baik itu.

Menurut Dino, Presiden Obama juga menyatakan kebanggaannya bila bisa berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti untuk mempererat hubungan Indonesia dan Amerika.

Dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, Presiden Yudhoyono dijadwalkan kembali singgah di Bandara Nagoya Jepang sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. (Obama Kangen Nasi Goreng dan Rambutan - tvOne)

Catatan: Ingin buku Gratis: The Audacity of Hope: Thoughts on Reclaiming the American Dream? Silakan klik di sini.

Tuesday, October 14, 2008

SBY dan 3 Kali Sial

Jadwal saya, Senin, 13 Oktober 2008 jadi berantakan. Apa karena kedatangan pak SBY untuk meresmikan Rumah Pintar di Yonkes 2 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang atau kebetulan saja, wallahu alam. Niat saya mengisi bensin, ketika mau masuk ke SPBU di Bedali, Lawang, terpaksa saya urungkan. Karena di sana terjadi antrian yang luar biasa. Saya coba ke SPBU yang lain. Pas di SPBU Singosari, saya lihat sepi. Syukur alhamdulillah. Tapi, sial. Ternyata di sana ada tulisan: Bensin HABIS.

Saya coba cari SPBU lain. Ternyata setali 3 uang. Akhirnya saya antri di SPBU Ksatrian. Sambil menunggu, sambil menyetel MP3 di HP, saya ambil gambar. Hasilnya:

Setelah hampir satu jam, akhirnya penuh juga motor saya.

Lalu perjalanan saya lanjutkan ke bank BCA Kayutangan, untuk mencairkan cheque. Sial yang kedua pun saya alami. Jaringan Online BCA ternyata lumpuh. (Sekali lagi) apa karena kehadiran pak SBY? Wallahu alam.

Perlu waktu 3 jam untuk mencairkan itu cheque.

Dan sorenya, sial kali yang ketiga, sejak dari depan Pengadilan Negeri Malang hingga ke rumah saya, di Lawang, jalannya motor saya menjadi secepat siput. Bolak-balik tekan rem (waduh, ini jelas pemborosan bensin). Apa ini karena dampak dari kehadiran pak SBY, (dua kali lagi) wallahu alam.

Saya tiba di rumah saat Magrib hampir habis. Syukurlah saya masih ada kesempatan untuk sholat.

Dan sampai malam ini, antrian di SPBU ternyata masih banyak dijumpai di mana-mana.

Thursday, August 21, 2008

Ayin & SBY: Black Campaign?

Beredarnya foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama terdakwa Artalyta Suryani alias Ayin saat pernikahan putra Ayin dianggap Partai Demokrat sebagai upaya black campaign. Tujuan black campaign sudah jelas itu menjatuhkan citra Partai Demokrat dan menjelekkan nama baik Presiden Yudhoyono menjelang Pemilu 2009.

"Foto-foto itu hanyalah black campaign dari orang-orang yang mencari sesuatu dengan cara seperti itu. Cara berpolitik yang tidak etis," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Syarief Hasan di gedung DPR, Jakarta, Kamis ( 21/8 ) sore.

Sejak tanggal 18 Agustus 2008 lalu, foto Kepala Negara dengan Artalyta beredar di sejumlah milis dan forum. Dua foto yang beredar itu menggambarkan Presiden Yudhoyono sedang berada dalam resepsi pernikahan keluarga Artalyta. Foto pertama memperlihatkan Presiden sedang menyalami Artalyta, sedangkan foto kedua saat berpose dengan pengantin.

Saya yakin, diedarkan apa tidak, Ayin memang sudah berada di mana-mana. Jadi saya pikir ini bukan merupakan black campaign. Hanya merupakan penegasan bahwa Ayin itu memang Wonder Woman.

Wednesday, January 16, 2008

Wawancara Imajiner dengan Pak Harto

Headline Jawa Pos pagi ini berjudul: SBY Memilih Menuntaskan Kasus Hukum.

Untuk menanggapi semangat pak SBY nggak ada salahnya saya kutipikan sebgaian wawancara mas Darminto dengan Pak Harto berikut ini:

“Meskipun tersirat, Bung Karno sempat menyinggung soal gelombang separatisme yang belakangan melanda Indonesia karena perilaku salah pemerintah yang lalu, maksudnya pemerintahan Orde Baru. Bagaimana menurut pendapat Bapak?”

“He-he-ha… namanya daripada pembangunan itu, memang butuh daripada pengorbanan. Jer basuki mawa bea Ya, to? Jadi sudah sepantasnya sebagai saudara sebangsa dan se tanah air, pihak yang kuat harus membantu daripada pihak yang lemah. Jadi kita harus ambek parama arta. Mulat sarira angrasa wani. Sigra tan magita. Sedumuk bathuk, senyari bumi. Aja kagetan, aja gumunan, aja dumeh, aja gugupan. Ya, to? Ya, toh?”

“Saran Bapak untuk pemerintahan sekarang?”

“Kita ini kan bangsa daripada yang berbudi luhur. Jadi ya harus bisa melakukan daripada mikul dhuwur, menhem jero. Menghormati daripada jasa-jasa senior dan menyembunyikan serapat-rapatnya dosa-dosa dan kesalahan daripada sang senior itu. Sebagai pemimpin harus bisa mengamalkan daripada delapan kebajikan, seperti termuat dalam serat daripada Hasta Brata, begitu. Pemimpin harus bertindak seperti daripada Matahari, Bulan, Bintang, Bumi, Angin, Laut, Api dan Air.”

“Kok Bapak nyontek Raden Ngabehi Ronggowarsito?”

“Ah, nggak apa-apa. Dia juga nyontek daripada Prabu Rama Wijaya.”

(Sumber, Wawancara Imajiner dengan Bung Karno dan Pak Harto, dalam buku tulisan Darminto M. Sudarmo, Anatomi Lelucon di Indonesia, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, November 2004, Cetakan pertama)


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.