Showing posts with label euro2008. Show all posts
Showing posts with label euro2008. Show all posts

Tuesday, June 10, 2008

Tim Oranye: Kandidat Jawara EURO2008

Final Piala Eropa 1988 merupakan partai yang pantas dikenang. Uni Soviet tampil dengan penjaga gawang utama Rinat Dessaev, namun Belanda lebih super dengan pemain-pemain seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Ronald Koeman dan Marco van Basten. Di final yang dilangsungkan di Stadion Olimpiade Muenchen, Belanda unggul 2-0 melalui gol Ruud Gullit dan Van Basten. (BolaRopa.Kompas.Com).

Itu kisah 20 tahun yang lalu. Kini, Marco van Basten bermimpi untuk kembali membawa itu Piala. Walau dalam uji coba melawan Austria, Kompas menulis bahwa Belanda ketinggalan terlebih dahulu dengan skor 0-3, baru kemudian menang dengan 4-3 dan pers Belanda menyebut pertandingan itu sebagai “parodi kesebelasan unggulan”. Namun melihat hasil tadi malam, atau dini hari, Tim Belanda menjadi tim yang paling produktif di grup C, dengan menggulung Tim Azzuri 3 - 0.

Kalau pada tahun 1988, mereka menerapkan sistem total footbal, maka pada saat ini, sistem itu sudah ditinggalkan. Ada yang bilang bahwa tim Belanda kali ini sangatlah misterius. Tak diketahui apakah sistem sepak bola yang mereka pakai? Ruud van Nistelrooy sendiri bilang, mereka sudah meninggalkan sistem total football. Soalnya, terbukti selama ini mereka tak pernah menang dengan sistem itu. Tapi, kalau tidak total football, lalu sistem apa, ia pun tidak bisa menerangkannya.

Sistem apapun yang dipakai melihat, dengan kemenangan ini sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi Belanda yang belum pernah menang atas juara dunia itu sejak 30 tahun terakhir (Surya Online, 10/06). Dan ini jelas merupakan modal dasar yang patut untuk dijadikan alasan bahwa kandidat juara EURO2008 adalah Tim Oranye adanya.

Upah Wasit EURO2008: Rp 1,6 Juta per Menit

Membaca KOMPAS Bola Minggu kemarin, membuat kita jadi ngiler. Bagaimana tidak. Hanya dalam waktu 90 menit, bayaran mereka mencapai 10.000 euro atau sekira Rp142,65 juta. Artinya, sang pengadil akan menerima hampir Rp1,6 juta per menit. Ck-ck-ck...

Bayaran yang tak kalah besar juga akan diterima oleh asisten wasit. Pembantu wasit ini akan memperoleh imbalan 5.000 euro sekali pertandingan atau separuh dari harga yang diberikan kepada wasit utama.

Kalau dibandingkan Euro 2004, jumlah imbalan yang diterima wasit kali ini lebih 60 persen lebih besar. UEFA menyebutnya sebagai bentuk penghargaan terhadap tugas berat yang diemban para pengadil. Langkah tersebut diambil menyusul pernyataan Presiden UEFA Michel Platini, bulan lalu. Platini meminta agar turnamen di Swiss-Austria itu dapat dijadikan contoh agar tim dapat lebih menunjukkan penghormatan kepada opponents, lagu kebangsaan, dan wasit.

"UEFA memutuskan jumlah bayaran sesuai tekanan dan tanggung jawab, profesionalitas, dan tentu saja, kualitas wasit," kata kepala wasit UEFA Ivan Cornu dalam sebuah pernyataan pers medio April lalu.....

UEFA juga meminta agar wasit memberikan kartu kuning kepada "setiap gerakan yang dimaksudkan untuk menipu wasit" agar terjadi pelanggaran terutama di kotak penalti. Sebagaimana pertandingan Liga Champions League, Badan Disiplin UEFA dapat menggunakan video untuk menghukum pemain yang melakukan diving atau pada kejadian yang tak terpantau oleh pengadil.

Bukan hanya itu. Pemain yang ikut-ikutan temannya memprotes wasit pun dapat diancam dengan hukuman kartu kuning. Pelatih pun tak luput dari sasaran pantauan sang pengadil jika ternyata sang pelatih terbukti memprotes kepemimpinan wasit secara terang-terangan.

Meskipun pertandingan bakal diatur secara ketat, UEFA akan bertindak fair kepada setiap pemain yang melakukan pelanggaran. Caranya dengan memberikan nasihat ataupun peringatan kepada yang bersangkutan perihal kesalahan yang dilakukan.

"Kami menjamin minimal satu pemain dalam setiap tim akan diberi peringatan terhadap satu insiden pelanggaran," kata anggota komite wasit UEFA Hugh Dallas di sela-sela pelatihan wasit.

Meski tidak memuat pernyataan "petunjuk ini dapat berubah sewaktu-waktu", UEFA menegaskan pihaknya akan melakukan perubahan-perubahan penting jika sewaktu-waktu ada perubahan mendesak untuk dimasukkan dalam instruksi tersebut.

Berikut 12 nama wasit Euro 2008:
- Konrad Plautz (Austria)
- Frank de Bleeckere (Belgia)
- Howard Webb (Inggirs)
- Herbert Fandel (Jerman)
- Kyros Vassaras (Yunani)
- Roberto Rosetti (Italia)
- Pieter Vink (Belanda)
- Tom Henning Ovrebo (Norwegia)
- Lubos Michel (Slovakia)
- Manuel Enrique Mejuto Gonzalez (Spanyol)
- Peter Frojdfeldt (Swedia)
- Massimo Busacca (Swiss)

Friday, June 6, 2008

Stadion Final EURO2008 Bekas Propaganda Nazi

Mungkin untuk sementara waktu soal tambah susahnya hidup lantaran kenaikan harga BBM, sedihnya umat Islam melihat saudaranya pada bersitegang, mesti disisihkan dulu. Saatnya untuk jaga stamina. Karena mulai besok 7 - 30 Juni para bolamania bakal memelototi televisinya, atau HP yang bisa bertiviria dan semacamnya.

KOMPAS Bola menulis: STADION Ernst Happel di Wina, Austria, 29 Juni 2008 nanti akan mencatat sejarah. untuk pertama kalinya, stadion berjuluk Old Lady atau Nyonya Tua itu menggelar ppartai final Piala Eropa 2008, sekaligus mejadi sanksi siapa yang bakal menjadi penguasa sepakbola Eropa.
Event itu mengingatkan orang kembali pada 70-an tahun lalu. Stadion tersebut juga menjadi saksi paling kelam dalam sejarah manusia. Menjadi tempat propaganda fasis Nazi, juga pembantaian kaum Yahudi.
Pada 1 Mei 1934, rakyat Austria, terutama anak-anak sekolah, dimobilisasi ke stadion tersebut. Mereka mendengarkan pidato b ersejarah Kanselir Austria, Engelbert Dolfus, dalam memeringati Hari buruh Internasional. Dia memproklamasikan konstitusi baru yang membawa Austria menjadi negara totaliter.
Empat tahun kemudian, tepatnya 3 April 1938, stadion tersebut menjadi tuan rumah pertandinngan aneksasi yang disebut Anschluss Spiel, antara timnas Jerman lawan timnas Austria. Pertandingan itu untuk merayakan aneksasi Nazi Jerman di bawah pinpinan Adolf Hitler kepada Austria. Tentara Nazi menguasai Austria pada 12 Maret 1938.
Pertandingan itu juga menjadi tanda bergabungnya Austria dalam kekuasaan Nazi. Austria mengalahkan Jerman 2-0. Hasil yang cukup memalukan para pejabat tinggi Nazi yang hadir pada pertandingan itu. Mereka sangat berharap Jerman yang menang. Sebab, itu akan menegaskan aneksasi Jerman atas Austria.
Seminngu kemudian, 10 April 1938, diadakan referendum. Hasilnya, Austria secara mutlak di bawah kekuasaan Nazi dan berema tergabung dalam Reich Ketiga.
Di bawah kekuaaan nazi, Stadion Ernst Happel seamkin menjadi tempat propaganda ideologi Hitler tersebut. Pada 10 dan 11 September 1939, dijadikan markas Gestapo Jerman. Mereka telah menangkap 1.000 orang Yahudi.
Di stadion itu pula, orang-orang Yahudi itu mendapat siksaan. Direktur Departemen Antropoligi di Museum Sejarah di Wina, Josef Wastl mengatakan, pihaknya telah menguji 440 tawanan yang disiksa. Para tawanan tersebut akhirnya diangkut ke kamp konsentrasi di Buchenwald, pada 30 September 1939.
Serentetan kenangan pahit itu masih terpatri dan menjadi bagian dari sejarah Stadion Erst Happel. Stadion ini awalnya bernama Pratter. Stadion tersebut dibangun selama 23 bulan dan dibuka pada 1931.
Terbuat dari baja, kaca dan bahan bangunan lain, stadion tersebut sempat dinilai sebagai paling modern di dunia. Stadion yang dirancang arsitek Jerman, Otto Ernst Schweizer ini, awalnya berkapasitas 60.000 orang.
Pada 1950-an, stadion ini direnovasi dan kapasitasnya menjadi 90.000 orang. Pada 1986, stadion itu kembali direnovasi. Dan, pada 1993, nama stadion berubah menjadi Ernst Happel, untuk mengenang pelatih legendaris Austria.
Ditunjuk sebagai final Piala Eropa 2008, stadion ini bakal kembali dikenal orang seluruh dunia, setelah lama dilupakan. Penyelenggara di Austria memilih merenovasinya, daripada membuat stadion baru hanya untuk partai final. Sebab, stadion itu memiliki arti yang besar buat Austria. Dana sebesar 36,9 juta euro sekitar Rp536,2 milar) digelontorkan untuk mempercantik stadion.
Stadion Ernst Happel pun semakin gagah. Namun, bentuk aslinya tak banyak berubah. Karena itu, stadion itu tak hanya akan mengingatkan kebesaran sepakbola Austria, tapi juga sepak-terjang nazi di negeri itu.

Untuk lebih gayeng, saya ambil dari Wikipedia, data-data stadion yang bakal menggelar EURO2008, sebagai berikut:

Vienna Klagenfurt Salzburg Innsbruck
Stadion Ernst Happel Hypo-Arena Stadion Wals Siezenheim Tivoli Neu
Kapasitas : 53.008 Kapasitas : 32.000 Kapasitas : 30.000 Kapasitas : 30.000
Tim nasional sepak bola Austria FC Kärnten Red Bull Salzburg FC Wacker Tirol

Basel Berne Geneva Zürich
St. Jakob-Park Stade de Suisse Stade de Genève Letzigrund
Kapasitas : 42.500 Kapasitas : 32.000 Kapasitas : 32.000 Kapasitas : 30.000
FC Basel BSC Young Boys Servette FC FC Zürich

Peta Tempat Penyelengaraan Kejuaraan Sepak Bola Eropa 2008

Sunday, June 1, 2008

Sejenak Melupakan Efek Domino BBM

Sabtu depan euro2008 bakal digelar. Ada 16 team Sepakbola yang akan berlaga, yang terbagi dalam 4 grup. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

Teams

Tapi (kata KOMPAS) jangan kaget jika hingga pekan ini, seminggu sebelum Piala Eropa 2008—biasa disingkat Euro 2008—bergulir, belum terasa gereget sepak bola di Austria dan Swiss, dua tuan rumah turnamen empat tahunan antarnegara Eropa itu. Dua negara ini menyiapkan turnamen sepak bola dengan sentuhan berbeda, kental dengan warna budaya.

Di Vienna, ibu kota Austria yang menjadi salah satu dari delapan kota penyelenggara Piala Eropa 2008, lukisan karya Gustav Klimt ( 1862-1918 ) lebih menonjol dalam bentuk baliho daripada poster pemain sepak bola. Obrolan seputar sepak bola juga jarang terdengar di kalangan warga kota itu.

Begitulah gambaran Vienna, seperti dilukiskan Reuters dalam beritanya, Rabu (28/5). ”Kami bukan negeri sepak bola. Kami negeri olahraga musim dingin,” kata Dariusz Hoefer (47), pemilik toko di pusat kota Vienna.

Austria dan Swiss, dua negara di kawasan Pegunungan Alpen, boleh jadi menjadi tuan rumah pada saat yang kurang tepat. Dua negara itu pernah hebat di sepak bola tahun 1950-an—di Piala Dunia 1954 Austria peringkat ketiga dan Swiss lolos perempat final— tetapi kini prestasi itu meredup.

Ini berbeda dengan saat Jerman tuan rumah Piala Dunia, dua tahun lalu. Dengan situasi itu, Austria dan Swiss sadar betul sulit menyaingi Jerman dalam hal gebyar sepak bola. Akan tetapi, bukan berarti Piala Eropa 2008 akan kalah gaung. Dua negara itu mengangkat kelebihan yang mereka miliki, terutama dalam segi warisan budaya.

Bagi kita bangsa Indonesia, ada baiknya untuk sejenak melupakan riuh rendah soal kenaikan harga BBM dan efek dominonya. Mari kita larutkan diri dalam lautan sepakbola, yang kata KOMPAS sebagai: Euro 2008, Pesta Bola Rasa Budaya.


Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.