Tuesday, September 30, 2008

Potensi Zakat di Indonesia (sebetulnya) Luar Biasa

Potensi zakat, yang pelaksanaannya merupakan salah satu dari lima Rukun Islam, bisa mencapai triliunan rupiah. Namun, sejauh ini pengorganisasian zakat tersebut belum optimal sehingga manfaatnya belum dapat dirasakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat di Indonesia.

Berdasarkan hitungan Kompas, potensi minimal zakat di Indonesia sebesar Rp 4,8 triliun. Asumsinya, penduduk Muslim 88,2 persen dari total penduduk Indonesia. Mengacu pada Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007, dari 56,7 juta keluarga di seluruh Indonesia, 13 persen di antaranya memiliki pengeluaran lebih dari Rp 2 juta per bulan. Dengan asumsi bahwa penghasilan setiap keluarga itu lebih besar daripada pengeluaran, minimal keluarga itu mampu membayar zakat 2,5 persen dari pengeluarannya. Dengan demikian, nilai totalnya menjadi Rp 4,8 triliun.

Survei Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) tahun 2007 menyebutkan, potensi zakat di Indonesia lebih besar lagi, yaitu Rp 9,09 triliun. Survei ini menggunakan 2.000 responden di 11 kota besar.

Pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio, bahkan menyebut potensi zakat Indonesia mencapai Rp 17 triliun. Namun, hasil riset terbaru dari Ivan Syaftian, peneliti dari Universitas Indonesia, tahun 2008, dengan menggunakan qiyas zakat emas, perak, dan perdagangan, didapat data potensi zakat profesi sebesar Rp 4,825 triliun per tahun. Penghitungan ini menggunakan variabel persentase penduduk Muslim yang bekerja dengan rata-rata pendapatan di atas nisab.

Sementara itu, jumlah dana zakat yang bisa dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun 2007 sebesar Rp 14 miliar. Apabila digabung dengan penerimaan zakat seluruh lembaga amil zakat (LAZ) tahun 2007, dicapai Rp 600 miliar. Nilai ini hanya 12,5 persen dari potensi minimal yang ada jika asumsi potensi Rp 4,8 triliun.

Manajemen zakat

Direktur Eksekutif Baznas Emmy Hamidiyah berpendapat bahwa manajemen zakat perlu diatur lebih baik karena belum maksimal. ”Selama ini belum ada lembaga yang mengatur semua pengelola dan penyalur zakat. Sebaiknya ada kontrol sehingga penggunaan zakat dapat dirasakan umat,” kata Emmy.

Selama ini, pengelolaan zakat dilakukan Baznas, Badan Amil Zakat Daerah, dan LAZ yang tersertifikasi maupun yang tidak. Pengelola masing-masing mempunyai aturan main sendiri dalam operasionalnya.

Amin Abdullah, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, menuturkan, persoalan zakat melibatkan tiga aspek penting yang saling mengait, yaitu muzaki atau pemberi zakat, pengelola zakat, dan pengawas. Namun, hingga kini ketiga aspek itu masih jalan sendiri-sendiri. Akibatnya, optimalisasi potensi zakat dan pemanfaatannya belum bisa dilakukan. ”Selama tiga faktor ini tidak berjalan, potensi sebesar apa pun hilang,” ujarnya, Senin (29/9).

Syafii Antonio juga menyayangkan sebagian besar umat Muslim yang hanya memaknai zakat sebagai ibadah ritual. ”Zakat ibarat potensi besar yang mati sehingga belum bisa jadi tumpuan pengentasan kemiskinan,” paparnya.

Tragedi pembagian zakat di Kabupaten Pasuruan, 15 September, yang menewaskan 21 orang, merupakan pelajaran berharga.

Peneliti PIRAC, Hamid Abidin, menilai, pendayagunaan zakat kurang karena hanya menggunakan pendekatan santunan. Zakat masih lebih fokus pada delapan kelompok yang berhak menerima. Padahal, zakat berfungsi stra- tegis dalam pemerataan kekayaan, pemberdayaan ekonomi umat, aspek advokasi, dan pendidikan. (Potensi Zakat Triliunan Rupiah - Kompas)

[ Gambar diambil dari sini ]

Siapa yang Berhak Meraih Predikat Idul Fitri?

Alhamdulillah, akhirnya lebaran tahun ini (sebagian besar) waktunya bersamaan, yaitu jatuh pada hari Rabu,1 Oktober 2008, pas dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Lebaran bin idul fitri terjadi lantaran karena kita umat Islam telah berhasil berperang melawan hawa nafsu selama bulan Ramadhan dan menang. Tanpa berperang dan menang,idul fitri hanya ada dalam bibir saja.

Memang pada saat idul fitri (biasanya) semuanya serba baru. Ya bajunya, ya sandalnya, ya semangatnya. Tapi kalau hanya itu saja,maka kita hanya sebatas memperbaharui kulitnya saja. Sementara di dalam jiwa masih tetap dengan sikap yang lama, tanpa ada perubahan lagi.

Ini namanya lebaran tanpa idul fitri.Semoga kita tak termasuk yang demikian ini.

Selamat Mencapai Idul Fitri 1429 Hijriyah. Taqobbalallohu minna wa minkum taqobbal yaa kariim. Mohon maaf lahir bathin.

Thursday, September 25, 2008

Saat Lebaran Tahun 2008: Sama Apa Beda?

Lebaran sebentar lagi. Kapan pastinya, kita tunggu dari para ahli ahli falak saja. Seperti yang dilansir KOMPAS, NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober.

Hal itu diungkapkan Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu (24/9). Harapan adanya kesamaan Idul Fitri tahun ini sangat besar mengingat awal Ramadhan juga dilalui secara bersama.
”Keseragaman hari raya lahir karena adanya kebijakan bersama untuk mengelola dan merangkum perbedaan yang ada,” katanya. PBNU mendukung adanya penyatuan perayaan Idul Fitri 1429 Hijriah.
Data hisab dari almanak NU menunjukkan ijtima’ (kesegarisan posisi Matahari-Bulan-Bumi) awal Syawal terjadi pada 29 September pukul 15.12 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal mencapai -0,59 derajat. Dengan kriteria imkanur rukyat (visibilitas hilal), dipastikan hilal tidak dapat diamati sehingga umur Ramadhan digenapkan 30 hari dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober.
Data hisab ini akan dipastikan melalui rukyat sesuai landasan syar’i. Rukyat sekaligus menjadi sarana untuk mengoreksi sistem hisab yang digunakan. ”NU akan menyampaikan hasil rukyatnya ke sidang isbat Badan Hisab Rukyat Depag. Setelah ada keputusan, baru PBNU mengabarkan ke warganya,” kata Ghazalie.
Sementara itu, Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 04/MLM/I.0/E/2008 juga menetapkan Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober. Keputusan sama ditetapkan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) melalui Surat Edaran Nomor 1428/JJ-C.3/ PP/2008.
Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Hendro Setyanto, menyebutkan, Muhammadiyah dan Persis menggunakan kriteria wujudul hilal dalam penentuan awal bulan hijriah. Jika setelah terjadi ijtima’, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan hijriah, berapa pun sudut ketinggian bulan pada saat matahari terbenam.
Namun, karena pada 29 September hilal tenggelam lebih dulu dibandingkan matahari, hilal belum terbentuk. Karena itu, 1 Syawal jatuh pada 1 Oktober. (MZW) (NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober - kOMPAS)

[ Gambar Kartu Lebaran saya ambil dari Cak Zoel ]

Wednesday, September 17, 2008

Dari Nevada (USA), Eldoret (Kenya) sampai Bogor (Indonesia): Menyoal Selaput Dara

Jangan bayangkan semua orang Amerika hidup dalam gelimang uang. Yang nyaris putus asa pun banyak, termasuk Natalie Dylan, sarjana dari Sacramento State University.

Gadis ini melelang keperawanannya di situs lelang eBay dan uangnya akan digunakan untuk membayar biaya sekolah yang belum lunas. "Memang melelang keperawanan tidak akan menyelesaikan seluruh masalah saya, tetapi paling tidak akan membuat keuangan saya stabil," kata gadis 22 tahun itu kepada Insider, 12 September lalu.

Semula eBay menolaknya karena tidak ada kategori 'selaput dara'. Lalu Dylan beralih lewat rumah bordil Moonlight Bunny Ranch di Nevada. Mereka pun tidak punya pilihan karena memasang tawaran ini lewat situs Craighlist bakal berujung penangkapan karena termasuk kategori prostitusi.

Dylan mengaku sudah menjalani tes kebohongan untuk membuktikan status keperawanannya. Dia juga bersedia menjalani pemeriksaan medis untuk membuktikan bahwa selaput daranya masih utuh. Dalam waktu dekat, diperkirakan ia akan menerima tawaran dari sejumlah mahasiswa ginekologi.

Kalau ada penawaran yang cocok, Dylan tidak akan ragu melepas keperawanannya dan urusan finansialnya bakal teratasi. Bagaimana tidak, gadis itu berharap bisa mendapatkan 1 juta dollar AS atau Rp 9 miliar. Dengan uang sebanyak itu ia bisa berbuat apa saja. Siapa mau? (Lelang Keperawanan Rp 9 Miliar - Kompas.com)

SETAHUN yang lalu, Janet Kimani masih menghabiskan hari-harinya di sekolah atau bertengkar dengan adik laki-lakinya soal acara televisi. Tidak ada lain yang dipikirkan kecuali dunia anak-anak yang menyenangkan.

Namun, saat ini ia menghabiskan siang harinya dengan tidur karena malam nanti ia harus menjual tubuhnya. Ya, Janet harus mengaryakan tubuh kurusnya yang baru berusia 14 tahun demi 160 shilling Kenya (setara dengan Rp 27.000) untuk satu jam layanan syahwat. "Sekarang banyak gadis seperti saya bekerja di jalanan," kata Janet ketika ditemui di pinggir jalan salah satu sudut Eldoret, sebuah kota di bagian barat Kenya, pekan lalu. (Putus Sekolah, Jual Keperawanan Rp 170.000 - Kompas.com)

Sementara itu, sebuah bisnis seks di kalangan pelajar berhasil dibongkar Polresta Bogor, pekan lalu. Pelakunya pasangan kumpul kebo, Buyung (25) dan Fani (20). Keduanya mengakui bahwa keperawanan bisa dijual hingga Rp 40 juta. Gadis yang keperawanannya dihargai sebesar itu adalah An (14).

"Untungnya gadis itu menolak. Maka transaksi melalui pasangan Buyung-Fani pun gagal dilakukan," kata Kepala Urusan Bina Operasi Polresta Bogor Iptu Pahyuni saat mendampingi atasannya, Kasat Reskrim Polresta Bogor AKP Irwansyah dalam wawancara dengan Warta Kota. (Di Bogor, Keperawanan Dihargai Rp 40 Juta - Kompas.Com)

Ca mengakui didatangi Buyung-Fani. Mereka menanyakan apakah ia mau punya uang banyak dan handphone baru yang paling mahal. Tentu saja Ca mengangguk. Begitu diberi tahu caranya, ternyata Ca juga tak menolak. Sudah lama bocah ABG itu merindukan sebuah handphone dan punya uang banyak.

Buyung dan Fani lalu menghubungi koleganya. Mereka bilang punya ABG perawan yang mau diajak kencan. Singkat kata, ada seorang lelaki hidung belang asal Jakarta yang berminat. Buyung dan lelaki itu lalu melakukan tawar menawar. Keperawanan Ca yang dihargai Buyung Rp 5 juta ditawar lagi jadi Rp 3 juta. Buyung pun setuju. Toh, berapa pun harganya ia tetap dapat bagian. (Keperawanan Ditukar Handphone - Kompas.Com)

Tuesday, September 16, 2008

Zakat Nan Laknatullah!

Setiap bulan Ramadhan menjelang, biasanya selalu diikuti kegiatan yang namanya zakat. Zakat artinya tumbuh, berkembang, bertambah, subur, menyucikan atau membersihkan. Sedangkan menurut istilah zakat ialah mengeluarkan/memberikan sebagian harta benda yang sudah mencapai nishab kepada orang-orang yang berhak menerima (mustahiqq al-zakaah*) dengan syarat-syarat tertentu. **)

Ada 2 kategori zakat, yaitu:

1) Zakat Fitrah dan

2) Zakat Maal.

Zakat Fitrah, yaitu zakat yang berupa 1 sha' ( 2,5 kg atau 3,5 liter) makanan pokok. Waktu pemberiannya (yang paling afdol) adalah saat malam takbiran, menjelang shalat Id. Zakat fitrah dikenakan bagi setiap orang Islam yang mampu.

Zakat Maal, yaitu zakat harta yang meliputi zakat: a) harta kekayaan, b) barang dagangan, c) binatang ternak dan d) hasil pertanian/perkebunan.

Zakat Maal hanya wajib bagi umat Islam yang kaya, yang telah mencapai nishab (batas perhitungan terendah nilai harta yang wajib dizakati) dan telah mencapai haul (batas hitungan waktu 1 tahun Qomariyah/Hijriyah).

Zakat Fitrah wajib dikeluarkan agar dapat menyempurnakan nilai puasa Ramadhan yang telah kita lakukan. Sementara Zakat Maal dikeluarkan, karena ada sebagian kecil dari harta orang kaya itu yang bukan menjadi haknya.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa tujuan zakat adalah demi kemaslahatan umat (Islam). Zakat Fitrah diberikan dengan tujuan agar pada saat hari kemenangan (mengalahkan hawa nafsu), yaitu idul fitri, saudara-saudara kita yang kurang mampu juga bisa merayakan dengan kondisi kenyang. Sementara zakat maal diberikan dengan maksud agar jarak antara umat (Muslim) yang kaya dengan umat (Muslim) yang miskin kian hari adalah kian dekat.

Lebih lengkap lagi, siapa saja yang berhak menerima zakat? Yang berhak menerima zakat (biasa disebut mustahiqq terdiri dari: 1) fukaraa, orang fakir, 2) Masakiin, orang miskin, 3) amiliin, amil zakat, 4)muallaf, orang yang baru masuk Islam, 5)riqaab, budak dan hamba sahaya, 6)ghaariminn, otang yang terlebit hutang, 7)fi sabiilillah, orang yang berjuang menegakkan agama Islam dan 8) ibn sabil, musafir yang tidak bertujuan maksi'at. ***)

Membaca Kompas tadi malam, ternyata zakat itu justru tak mendatangkan kebahagian bagi penerimanya, justru malah menghadirkan malaikat pencabut nyawa. Betapa tidak! Diberitakan bahwa beban ekonomi yang semakin tidak tertanggungkan mendorong sekitar 5.000 perempuan berdesak-desakan untuk berebut zakat senilai Rp 20.000 di sebuah mushala di sebuah gang di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9). Akibatnya, 21 orang tewas terinjak-injak dan 13 orang lainnya luka-luka.

Massa yang semuanya perempuan itu mulai berdatangan sekitar pukul 06.00 di Mushala Al-Roudhotul Jannah, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Pembagian zakat yang berlangsung tahunan sejak 1990-an itu diprakarsai Haji Soikhon, warga setempat.

Mereka berasal dari penjuru Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Sekitar pukul 08.00, massa menyesaki gang selebar 4 meter di depan mushala. Di bawah panas matahari, mereka menunggu pembagian zakat. Panitia sempat menyiramkan air kepada massa yang kepanasan itu.

Akhirnya pada pukul 09.00, gerbang mushala dibuka dan satu per satu dari yang antre itu masuk ke halaman mushala untuk menerima zakat. Rencananya, Haji Soikhon akan membagikan zakat sebesar Rp 30.000 per orang dengan total Rp 50 juta. Melihat massa yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, panitia menetapkan zakat diturunkan menjadi Rp 20.000 per orang. (21 Tewas Saat Pembagian Zakat).

Tahun kemarin juga di Pasuruan, pada hari Kamis (27/09/2007) di Pasuruan, puluhan wanita pingsan demi mendapatkan zakat senilai Rp 30.000. yang lebih mengenaskan lagi, besoknya, Jum'at, 28/09/2007 di Gresik, 5 orang luka-luka karena terinjak-injak dan 1 orang tewas demi zakat senilai Rp 50.000 sampai Rp 100.000.

Ini terjadi sistem pemberiannya yang salah. Sistem Bayar Langsung Tunai (BLT) nampaknya sudah tak layak lagi. Lagi pula sistem BLT ini belum tentu sesuai dengan tujuan dari zakat itu sendiri. Apa bisa dijamin bahwa semua penerima itu adalah warga Muslim?

Mestinya orang-orang kaya yang ingin membagikan zakat bisa melibatkan pihak-pihak terkait, misalnya Ketua RT dan RW bahkan kalau perlu pihak Kelurahan, dengan bantuan pihak ulama setempat. Di sana kita bisa memperoleh data yang akurat dan valid, tentang siapa-siapa saja yang berhak menerima, sebagaimana diuraikan di atas.

Sehingga maksud baik tidak berbuah malapetaka – bahkan harus menelan nyawa. Zakat yang harusnya membawa manfaat, jangan justru malah menimbulkan laknat Allah.

Menurut catatan Kompas, peristiwa kericuhan dan jatuhnya korban jiwa pernah terjadi beberapa kali. Tanggal 8 Desember 2001, pembagian zakat di Gedung DPRD Jawa Tengah di Semarang mengakibatkan kaca depan Gedung DPRD pecah dan dua orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Kericuhan disebabkan kurangnya persiapanpanitia dalam mengantisipasi membeludaknya fakir miskin. Jatah sebenarnya untuk 2.000 orang, tetapi didatangi 6.000 orang.

Tanggal 29 November 2002, ribuan orang ”menyerbu” rumah kediaman Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Seorang petugas pembagi zakat dikejar-kejarmassa karena tak segera membagikan zakat. Banyak anak-anak luka terjepit dalam peristiwa ini.

Di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 7 November 2003, empat ibu rumah tangga tewas saat berebut sedekah di rumah dermawan menjelang Idul Fitri.

Tanggal 28 September 2007, seorang meninggal saat pembagian sedekah di Gresik, Jatim. Korban meninggal akibat terjatuh dan terinjak-injak saatmengantre untuk mendapatkan zakat.

Tanggal 10 Oktober 2007, pembagian zakat di Bantul dan Lamongan juga ricuh. Tiga warga Bantul, DIY, dibawa ke rumah sakit karena terinjak-injak dan luka serius saat pembagian zakat di rumah dinas Bupati Bantul. Tahun itu, bupati membagikan uang pribadi Rp 90 juta untuk 4.500 warga miskin. Sedangkan di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Sabililah, Lamongan, Jatim, 13 orang pingsan karena kepanasan saat pembagian zakat keluarga. Warga yang mengantre harus menukarkankupon dengan uang Rp 20.000-Rp 30.000.

___________________________

*) Kata zakat disebutkan 27 kali dalam Al-Qur’an, beriringan setelah kata shalat. Demikian pentingnya ibadah zakat ini sehingga ditetapkan dalam Al-Qur’an sebagai tiang pokok Islam yang kedua, setelah ibadah shalat.

**) Khazanah Istilah Al-Qur’an, Rachmat Taufiq Hidayat, halaman 158 – 159.

***) ibid., halaman 84 - 85.

[ diolah dari tulisan saya yang pernah muncul di sini setahun yang lalu ]

Thursday, September 11, 2008

Toy Story3 from Indonesia

Toy Story adalah sebuah sebuah film animasi menggunakan gambar yang dibuat oleh komputer (Computer-generated imagery/CGI). Film yang dibuat oleh Pixar ini dirilis oleh Walt Disney Pictures dan Buena Vista Distribution di Amerika Serikat pada 21 November 1995 serta di Britania Raya pada 22 Maret 1996.

Toy Story adalah film panjang dengan gambar buatan komputer pertama yang dirilis Disney, bahkan dikatakan sebagai yang paling pertama. Film ini juga merupakan film Pixar pertama yang dirilis ke bioskop, meraup US$ 356.800.000 di seluruh dunia. Ceritanya berkisar tentang petualangan mainan yang digambarkan bisa hidup jika tidak ada orang.

Sekuel film ini, Toy Story 2, dirilis pada 1999. Video Buzz Lightyear of Star Command: The Adventure Begins dan serial televisi Buzz Lightyear of Star Command yang dirilis pada 2000 menceritakan petualangan Buzz Lightyear, salah satu mainan dalam Toy Story.

Toy Story 3 bakal dirilis pada tanggal 18 June 2010. Belum tahu bagaimana kisahnya, muncul bocoran dari Indonesia (?), seperti yang ditulis Kompas dalam Tajuk Rencana, 9 September 2008 kemarin:

Pada masa pangan dan energi menjadi komoditas mahal seperti sekarang ini, masuk akal orang terpanggil untuk mencari solusi, mencari jalan keluar.

Di bidang pangan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menemukan benih unggul. Namun, upaya ini tak bisa dilepaskan dari praksis ilmiah, yang di dalamnya ada prosedur yang harus diikuti dengan saksama, seperti riset dan pengembangan, pengujian laboratorium dan pengujian di lapangan, yang tidak jarang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Jelas itu menuntut ketekunan dan kesabaran, meneguhkan kearifan yang sudah sering kita dengar, bahwa tidak ada sukses dan karya besar yang instan.

Sayang, dalam kehidupan kita, prinsip tersebut acap dilupakan. Buntutnya yang muncul adalah kehebohan, yang tidak jarang merugikan masyarakat. Inilah sebenarnya hal yang seharusnya kita hindari.

Hanya beberapa bulan setelah heboh blue energy, pekan lalu kita dihebohkan oleh berita sekitar kegagalan panen padi Super Toy. Menurut berita, petani di Kabupaten Purworejo, juga di Kabupaten Madiun, kecewa terhadap padi Super Toy HL-2 karena hasil panen mereka tidak seperti dijanjikan petugas dari PT Sarana Harapan Indopangan yang mengedarkan benih itu.

Muncul nuansa, petani jadi korban bujukan. Kepada petani disebutkan, hasil panen Super Toy lebih banyak dan bisa panen lebih sering. Petani yang sebelumnya terbiasa menanam padi dengan benih IR-64 atau Ciherang yang harga per lima kilogramnya Rp 40.000 beralih ke Super Toy yang harganya Rp 75.000 per kilogram.

Ternyata saat panen dua bulan silam, hasil Super Toy hanya tujuh kuintal, padahal hasil IR-64 atau Ciherang minimal 12 kuintal. Selain hasil, catatan lain yang diberikan untuk Super Toy adalah masa tanamnya lebih lama, yaitu empat bulan, sementara IR-64 atau Ciherang hanya tiga bulan. Kebutuhan pupuk dan insektisida untuk Super Toy juga lebih banyak.....

Bisa saja peningkatan produksi pangan menjadi salah satu program utama pemerintah. Produksi padi ditargetkan menjadi 60 juta ton gabah kering giling tahun ini dari 57 juta ton tahun lalu. Upaya tersebut kita harapkan berlangsung dalam jalur prosedural.

Berita menyebutkan, Super Toy HL-2 belum diketahui jelas riwayat pemuliaan benihnya, juga kestabilan benihnya, serta proses produksinya, dan bahkan juga belum bersertifikat, tetapi sudah diperkenalkan kepada petani. Jelas ini menyimpang dari prosedur.

Menurut Agnes Aristiarini, dalam Berita Utama Kompas, Rubrik IPTEK dengan judul Kontroversi Super Toy, diawali dengan quote dari Thomas Alva Edison (1847-1931) : Ada tiga hal utama untuk mencapai sesuatu: kerja keras, fokus, dan akal sehat.

Hari-hari ini, pertanian di Indonesia diguncang padi Super Toy HL-2 yang serba super. Dengan kapasitas produksi nasional rata-rata 4,54 ton gabah kering giling per hektar, padi Super Toy diklaim bisa mencapai 15,5 ton. Kalau padi lain hanya sekali panen, Super Toy bisa tiga kali.

Siapa yang tidak tergiur?

Apalagi tahun 2007 Program Peningkatan Beras Nasional menargetkan produksi padi 2 juta ton beras atau 3,5 juta ton gabah kering giling, naik 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini yang harus dicapai dengan memperluas areal dan meningkatkan produksi per satuan luas........

Super Toy dengan varietas Rojolele dan Pandanwangi sebagai tetuanya termasuk padi tipe baru. Klaimnya yang serba super membuat banyak pihak, yang maunya serba instan, lupa bahwa banyak persyaratan dasar yang harus dipenuhi sebelum menjadi varietas unggulan.

Tuyung Supriyadi, yang memuliakan Super Toy HL-2, mengungkapkan, benih yang ditanam petani adalah hasil persilangan turunan kelima (Kompas, 21/4). Padahal, dalam pemuliaan tanaman baru stabil setelah turunan keenam. ”Baru kemudian diuji coba di lapangan,” kata Prof Dr Sriani Sujiprihati, Kepala Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman IPB.

Hal lain yang kurang dipahami adalah padi yang bisa dipanen tiga kali tidak otomatis menguntungkan petani karena hasilnya terus menurun. ”Menanam cara ratun (bisa dipanen lebih dari sekali) memang harus sesuai kebutuhan usaha tani,” kata Dr Hajrial Aswidinnoor, pemulia tanaman dari IPB.

Dalam kisah Toy Sory made in Holliwod baik Toy Story 1 dan Toy Story 2, adalah menceritakan upaya sekumpulan boneka lama yang resah lantaran akan dibuang dengan adanya boneka yang baru. Sementara Toy Story tiga, mengkisahkan tentang keresahan Petani Indonesia yang konon merugi lantaran pakai galur pady Super Toy HL-2 yang katanya serba super. Dan sedihnya, kini semua saling tunjuk hidung. Tak ada yang mengakui bahwa ini semua adalah hasil kesalahan dan lantaran terburu nafsu ingin mendapat pujian dari RI-1.

Tuesday, September 9, 2008

Kota Batu Malang Butuh 400 CPNS

Pemkot Batu sedikit demi sedikit mau membuka informasi tentang kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tahun ini, Kota Batu diberi jatah kurang lebih 400 CPNS. Separo kuota diperuntukkan bagi para calon guru yang berminat menjadi abdi negara.

Formasi yang disediakan untuk para calon guru ini mencapai 200 CPNS baik jalur honorer maupun umum. Menurut rencana, rekrutmen CPNS ini akan laksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Oktober mendatang.

Wakil Wali Kota (wawali) Batu, HA Budiono, menegaskan saat ini Bagian Kepegawaian sedang mengecek semua kebutuhan formasi baik dari jalur honorer maupun umum. “Semua persiapan rekrutmen sudah kami serahkan ke Bagian Kepegawaian. Kami ingin rekrutmen CPNS tahun ini benar-benar dipersiapkan secara baik,” kata Budiono, Senin (8/9).

Budiono tidak ingin persoalan rekrutmen CPNS tahun sebelumnya terulang lagi tahun ini. Selain memberi kesempatan besar kepada masyarakat mengikuti rekrutmen CPNS jalur umum, tahun ini Pemkot Batu juga diberi jatah rekrutmen jalur honorer dengan kuota sebanyak 175 orang. “Kami juga akan mengangkat lima sekretaris desa yang memenuhi syarat menjadi CPNS. Sisanya, kemungkinan akan ikut rekrutmen selanjutnya,” beber Budiono. ( Kuota Rekrutmen 2008, Pemkot Butuh 400 CPNS - Surya Online)

Soegeng Rawoeh

Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam blog ini ada guna dan manfaatnya.